puser gatel

 pada suatu hari, aku merasakan kerinduan yang amat sangat sama orang rumah. yak, mari kita samakan dulu pengertian orang rumah kita. orang rumah untukku adalah: ibu, bapak, mas didot, holik, nisa dan vanya. selebihnya adalah aku hitung sebagai keluarga besarku. bisa jadi keluarga besar lampung, atau keluarga besar salatiga.

nah, yang aku rasakan kalo lagi kangen sama orang rumah adalah, puserku gatel. aneh ya?

kenapa puser coba? dan kenapa mesti gatel? rupanya, jawabannya aku dapatkan dari guru fisikaku. dia juga merasakan hal yang sama, tapi pada kasus yang berbeda. kalau ibunya sedang kangen, si guru matematika ini akan merasa pusernya gatel banget.

menurut analisa beliau – yang sama sekali nggak berhak menganalisa karena beliau adalah guru fisika – hal ini disebabkan karena sewaktu di dalam rahim, puser adalah salah satu gerbang menuju kehidupan yang dihembuskan dari sang ibu. sumber makanan, sumber hidup, dan sebagainya. wuah… masuk akal juga ya?

kemaren, tanggal 15 Januari, bapak pulang ke Lampung setelah menjalani roadshow Salatiga – Jogja – Semarang.

Wuah, sedih jan-jane… ada perasaan pengin ikut ke Lampung gitu, pengin ketemu ibu, Nisa, Holik, mas Didot. Tapi apa daya masih menjadi kuli, jadi harus ngantor lagi besok pagi dan lagi dan lagi dan lagi. (bentar, tarik nafas panjang dulu) jadi, malamnya puserku gatel lagi, kangen banget rasanya sama orang rumah. walaupun kalo ketemu sama mereka paling ya lebih banyak berantemnya, tapi kalo gak ketemu kok ya ada yang ilang…

Tuhan, yang aku minta saat ini, berikan umur panjang buat kami semua, beri kesempatan untuk ketemu lagi, sayang-sayangan, saling berbagi, dalam keadaan yang lebih baik..

Tuhan, satu lagi, aku jauh dari mereka, jadi tolong… jaga mereka ya Han, di sini aku hanya bisa menjaga diriku sendiri, tentunya atas ijin-Mu lah…

I love them all, Han…

← redefine
kantata taqwa →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. Aku pun mencintai keluargaku. Wish them the best.
    They’re the greatest thing in my life. They’re all i got.
    Sometimes i just need to step out of my family to get my own happiness. I’m so much happy around them. But in some cases I need to be by myself coz I am the one who will decide my life.

  2. anytime you decide to let yourself loose of your family, it think it means that you are ready to make your own family…
    don’t you think??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Pengabdi Setan, Film Pemersatu Bangsa

Sudah nonton film remake karya Joko Anwar ini? Kalau belum, sudah dapat spoiler-an atau mendengar kehebohannya? Sekedar informasi, untuk yang nggak suka sama film horror, percayalah postingan ini sama sekali tidak membahas hal-hal traumatis dalam film. Saya sama penakutnya dengan Anda :D Dua pekan lalu saya terhasut dan kemudian ikut...

Read More →

Gelombang dan Tidur

Jika seorang manusia mati di usia 60, maka dia menghabiskan kurang lebih 20 tahun hidupnya untuk tidur. Ini perhitungan kalau rata-rata orang tidur 8 jam per hari. Wow! Kalau ditotal jadi banyak banget ya jatah tidur kita? Tapi memang itu yang disarankan dokter bukan? Karena kalau kita tidur kurang dari delapan...

Read More →

Privacy?

Anda yang punya kartu kredit mungkin sering mengalami apa yang saya alami seminggu ini. Saya: Halo! Dia: Selamat siang dengan ibu Dian, saya dari xxx bank ingin mengkonfirmasi sebentar mengenai kartu kredit ibu Saya: Aduh mas, saya sedang nunggu telepon dari Gojek nanti aja lagi teleponnya ya. Sehari kemudian, karena...

Read More →