laptop

mulai sekarang aku akan kembali menuliskan wish listku. aku takut kalau aku tidak menuliskannya, aku akan lupa apa saja yang pernah kuinginkan.

dulu… dulu banget, waktu masih ikutan MLM, hehehe, jangan diketawain ya, aku bahkan punya dream book, sebuah buku yang bukan hanya menuliskan dengan indah, tapi juga melukiskan dengan indah, karena di setiap detilnya aku menempelkan gambar impianku. setelah aku merasa bahwa MLM itu not that works on me, maka aku juga berhenti menambah mimpi di dream book itu. lebih tepatnya, aku jadi takut bermimpi mungkin ya…

setelah beberapa malam berkumpul dan dikuliahi oleh sepupuku dan istrinya di jogja, bahwa mimpi itu penting, impian itu penting, maka aku kembali berimpian. ngayal-ngayal lagi, dan kali ini agak lebih detil.

aku memang bukan orang yang detil anyway, kalo ditanya laki-laki idola aja, aku gak bisa menyebutkan secara detil seperti apa yang kuinginkan. terus ditanya pengin jadi apa, aku juga sering bingung. hehe… kata sepupuku itu, “mmm… berarti nggak boleh marah juga dong, kalo Tuhan nggak ngasih apa-apa sama kamu?” J-DANG!!!

nggak gitu juga dong, aku cuma nggak mau menyusahkan Tuhan dengan banyaknya keinginan. Tapi sebenrnya kalo dipikir-pikir dengan menuliskan atau menggambarkan secara detil apa keinginanku, aku juga mungkin sudah mempermudah Tuhan ya.. mengingat banyaknya surat permintaan yang masuk ke meja redaksi-Nya.

maka bulan lalu, aku berani menuliskan keinginan pertamaku. laptop. kayaknya nabungnya udah lama deh, tapi giliran mau beli, kepake terus duitnya. dan gak tau kenapa, setelah kutulis keinginan itu, dan tiap malam kupandangi, ada aja kekuatan untuk berani mewujudkan keinginanku.

sekarang, di kamarku sudah tergeletak dengan seksinya, sebuah laptop. memang bukan baru, tapi masih sangat sensual, bersih, dan begitu menggoda.

Han, Tuhanku sayang… terima kasih ya… lihat, sekarang wish list-ku semakin panjang. aku mempermudahmu, bukan?

← universal love
cuti bersama? cuih!! →

Author:

Dian adalah penulis Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam dan 8 novel serta kumpulan cerita lainnya. Peraih grant Residensi Penulis Indonesia 2019 dan She Creates Change Green Camp 2020 ini lahir tahun 1976, belajar komunikasi di Universitas Diponegoro dan STIK Semarang, lalu lanjut belajar perlindungan anak di Kriminologi UI. Dia adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara, ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan beberapa anak lain. Saat ini Dian menghabiskan banyak waktunya menjadi penulis lepas dan konsultan untuk isu perlindungan anak dan kekerasan berbasis gender.

  1. heuheuehue…koq dikuliahi sich..dibangunkan dari tidur koq 😛
    btw koq cepet bgt ya prosesnya ya, mesti pake nyogok2 Tuhan nie..atau mengajak orang sekampung berdoa..heuheu
    coz that’s really work on one of my friend 🙂
    congratz ya..bulan depan dah bisa konek di rumah hrsnya ya 🙂

  2. Hehe… iya, kepikiran sih buat nyogok Tuhan mb, masalahnya aku gak tau apakah Tuhan punya sambungan internet atau gak di ruang kerjanya. Hehe
    Peace!!
    Iya nih, wish list berikutnya adalah, membuat rumah memiliki sambungan ke seluruh dunia.
    Thanks ya sist…

  3. Ini janjinya yg kudu di inget setiap pagi :
    Tetap kuat hingga tidak ada sesuatu hal pun yang bisa mengganggu pikiranku!

    Hanya membicarakan kebahagiaan, kecukupan hidup, dan anugerah Tuhan pada semua orang!

    Membuat semua teman merasa lebih berarti!

    Melihat sisi baik dari semua hal sehingga sikapku lebih optimis!

    Memikirkan hanya yang terbaik, bekerja dengan seluruh hal terbaik pada diri kita, dan berharap hanya yang terbaik!

    Selalu antusias dan menghargai kesuksesan orang lain sebagai jalan masuknya kesuksesanku sendiri!

    Lupakan masa lalu yang kelam dan hanya fokus pada masadepanku yang pasti akan lebih cerah!

    Membawa keceriaan di wajah dan selalu tersenyum pada setiap mahkluk

    Selalu memperbaiki diri karena menyalahkan orang lain tidak pernah ada gunanya!

    Membuat diriku terlalu besar untuk khawatir, terlalu ramah untuk marah, terlalu kuat untuk takut, dan terlalu bahagia hingga tiada masalah mampu menghampiri!

    Sadar bahwa diriku di anugerahi segala sesuatu yang luar biasa baik dan memberitahukannya kepada seluruh dunia dengan cara berbuat yang terbaik!

    Hidup dalam keyakinan bahwa seluruh jagat berpihak kepadaku selama aku jujur kepada semua kebaikan yang telah diberikan kepadaku!

  4. knp emak2 blogger rata2 wish listnya sama yah…whuehehe…sebenernya alhamdulilah udah dibeliin, tp liat rumput tetangga, ternyata punya eike kurang mantaf, jd wish list msh sama cuma beda typenya ..hehehe…mudah2an doa ini msh didengarkan *oleh suami*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Perpus Provinsi Kalimantan Selatan yang Inspiratif

Beberapa hari lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi acara diskusi literasi di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Selatan. Sungguh sebuah kesempatan yang sangat berharga buat saya. Awal menerima undangan ini saya pikir kena prank. Masa’ iya sih ada Perpustakaan Provinsi bikin acara seperti ini, pikir saya. Tapi rupanya ibu Kepala Dinas ini...

Read More →

Berkah Dalem

Selamat merayakan Natal teman-teman, Berkah Dalem. Biasanya kalimat itu yang saya kirimkan ke sahabat dan teman-teman saya melalui WhatsApp untuk memberikan ucapan selamat Natal. Pagi tadi saya menyegarkan kembali ingatan tentang frasa Berkah Dalem, yang menurut beberapa referensi artinya Tuhan memberkati, yang menurut sejarah diambil dari kata Deo Gratia, berkah...

Read More →

44 Years of Practice

Lima tahun lalu saya dapat quote keren banget tentang usia 40, seperti ini: Gambar dari darlingquote.com Lalu tahun-tahun itu berlalu dan saya lupa apa yang jadi resolusi saya di ualng tahun saya ke-40 itu. Saya hanya ingat mengirimkan surat pada 40 orang yang pernah dan masih menggoreskan makna pada hidup...

Read More →

The Class of 94 and Beyond

Ilusi bahwa saya adalah Supergirl, Harley Quin, Black Widow, Queen of Wakanda patah sudah. Tanggal 25 Juni menerima hasil antigen positif. Tidak disarankan PCR sama dokter karena dia melihat riwayat orang rumah yang pada positif, “Save your money, stay at home, have fun, order as many foods as you like,...

Read More →

Domba New Zealand dan Pahlawan Perubahan Iklim

Pada suatu hari di bulan November 2016 bersama teman-teman dari tim Alzheimer Indonesia kami mendapat kesempatan untuk mengikuti konferensi di Wellington, New Zealand. Kok baru ditulis sekarang? Huft.. Seandainya kemalasan ada obatnya, saya antri beli dari sekarang. Ada banyak hal yang membuat orang mudah sekali jatuh hati pada Wellington, udaranya...

Read More →

Perjalanan ‘Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam’ Menemukan Jodohnya

Jodoh, rezeki dan maut ada di tangan Tuhan, katanya. Tapi kalau kita berharap Tuhan turun tangan untuk dua item pertama, nyesel sendiri lho ntar. Antriannya panjang, Sis. Ada tujuh milyar orang di muka bumi ini. Cover Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Maka saya menjemput paksa jodoh tulisan saya pada...

Read More →

Defrag Pikiran dan Keinginan

Ada banyak peristiwa yang terjadi selama tahun 2020 ini, meskipun ada banyak juga yang kita harapkan seharusnya terjadi, tetapi belum kejadian. 2020 adalah tahun yang ajaib. Lulusan tahun ini sempat dibully sebagai lulusan pandemi. Yang keterima sekolah/kuliah di tempat yang diinginkan tidak segirang tahun sebelumnya, yang wisuda tahun ini apa...

Read More →

Didi Kempot, Sugeng Tindak Ma Lord

Hari ini status itu yang saya pasang di media sosial saya dengan foto Didi Kempot hitam putih dengan tulisan the Godfather of Broken Heart. Patahnya hati saya mungkin nggak sepatah teman-teman sadboys dan sadgirls lainnya. Saya tidak mengenal secara personal mas Didi, hanya pernah papasan di sebuah mal di Solo...

Read More →