H-A-T-I

Selamat pagi sayang…
Ini sarapanmu untuk hari ini
H-A-T-I
Kenapa diam, sayang?

Aku menunggu sampai agak dingin
Agar mudah kubelah menjadi dua
Satu untukmu, satu untuknya

Kau hebat sekali bisa membagi dua hatimu
Tolong pastikan, belahannya sama
Karena aku tidak mau mendapat sisa dengan ukuran yang tak serupa

Tidak mungkin kau kuberi sisa,
Aku mencintaimu

Juga mencintainya..

Maafkan sayang, aku harus melakukan ini semua.

Tak apa. Besok pagi, akan kembali kuhidangkan hati untukmu
Di sana, di dalam lemari dingin itu, ada banyak hati untukmu
Juga untuknya,

Terima kasih sayang, aku tahu aku memang pantas mencintaimu.
Brenda… Brenda… ini hati untukmu!! Hap! tangkap!!

← so close
menjaga hati →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. ?? ?

    artinya good job, hehehe πŸ˜†

    itu tandanya kamu cukup laku..punya dua cewek πŸ˜†

    8thx ya dah main keblog saya, jangan kapok 😎

    salam

  2. Hmm Tuh Syair pa puisi yah !!

    Yg jelas ikin Laper, “Laper Cinte”

    Btw, Webnya juga aku suka, soalna Simple.

    Tapi link ke Teman2 na mana Yah??

    Dah baca n nonton Ayat2 Cinte Lom?

  3. nice post!!!
    sayangnya saya ga pernah bisa membagi hati saya, yang tertinggal cuma patah dan berkeping, tapi ga pernah bisa membelah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Lucky Bastard #4: Lahir di Generasi Musik Terbaik

Sejak kecil saya selalu merasa istimewa. Terserah apa kata orang! Pokoknya saya istimewa :) Well, ain’t we all? Maka untuk membuktikan keistimewaan saya, saya sering menghabiskan waktu untuk mencari apa yang membuat saya istimewa. Dimulailah dengan menanyakan pada Google, what happened on 1976. Maka saya menemukan beberapa kejadian berikut (ini...

Read More →

Selamat Ulang Tahun, Pak

Bapak sayang, Hari ini Bapak merayakan ulang tahun di tempat yang berbeda dengan kami. Aku ingat pada suatu hari Bapak menolak ketika Ibuk mau merayakan hari lahirmu. β€œNanti saja kalua sudah bonusan, baru dirayakan.” Bonus yang Bapak maksud adalah kalua sudah lewat dari usia 63 tahun Aku tahu dari mana...

Read More →

Apa Kabar Perlindungan Anak di Abad Pertengahan?

Pada sebuah kunjungan ke Kastil Muiderslot - museum tertua di Belanda, pertanyaan itu secara serius ditanyakan Mike pada saya. "Can you imagine working as child protection specialist at that time, liefje? You'll never be home on time." Atau sesuatu semacam itu kira-kira. Seperti layaknya seorang turis di negeri orang, begitu...

Read More →

Ambar Margi; o. Mumi

Waktu rasanya begitu panjang tetapi aku tidak benar-benar merasa ada di dalamnya. Yang kuingat hanya kami sampai di sebuah motel di pinggiran kota. Seseorang menghampiri kami lalu menanyakan mau berapa lama kami menginap. Aku tidak memahami sepenuhnya pembicaraan lek Minto dan orang itu. Setelah terjadi kesepakatan, orang itu menunjukkan arah,...

Read More →

Bapak Pulang

Beberapa kali saya menulis draft tulisan tentang Bapak, tetapi selalu terdistrak, sampai akhirnya terlambat. Sekarang Bapak sudah tidak akan membaca tulisan ini. Tapi memang Bapak tidak perlu membacanya. Bapak tahu apa yang dilakukannya dan dirasakan oleh anak-anaknya. Saya dilahirkan di kota kecil Salatiga, dikelilingi oleh orang-orang tua yang membentak anaknya,...

Read More →