dear mr. bush

Dear Mr. President,
Come take a walk with me.
Let’s pretend we’re just two people and
You’re not better than me.
I’d like to ask you some questions if we can speak honestly.

What do you feel when you see all the homeless on the street?
Who do you pray for at night before you go to sleep?
What do you feel when you look in the mirror?
Are you proud?

How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye
And tell me why?

Dear Mr. President,
Were you a lonely boy?
Are you a lonely boy?
Are you a lonely boy?
How can you say
No child is left behind?
We’re not dumb and we’re not blind.
They’re all sitting in your cells
While you pave the road to hell.

What kind of father would take his own daughter’s rights away?
And what kind of father might hate his own daughter if she were gay?
I can only imagine what the first lady has to say
You’ve come a long way from whiskey and cocaine.

How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye?

Let me tell you ’bout hard work
Minimum wage with a baby on the way
Let me tell you ’bout hard work
Rebuilding your house after the bombs took them away
Let me tell you ’bout hard work
Building a bed out of a cardboard box
Let me tell you ’bout hard work
Hard work
Hard work
You don’t know nothing ’bout hard work
Hard work
Hard work
Oh

How do you sleep at night?
How do you walk with your head held high?
Dear Mr. President,
You’d never take a walk with me.
Would you?

Dian said: I feel that the hole in my soul is getting bigger and deeper. Gara-gara baca dan berkali-kali nyanyiin lagunya Pink, Dear Mr. President. This song is dedicated to Mr. Bush, the president of the United States of America. I’m sure, he’s proud of himself of being like his father. But to start the war, to kill that much people, to cause hundreds of orphans, i hope he will no longer hold his head up high.

Hhhh… jadi mikir lagi nih, kalo ada yang nyalonin jadi presiden nanti, aku harus menyiapkan sebuah lagu dulu untuk diriku sendiri, sebelum orang lain menciptakannya untukku.

← kaweeen kaween...
what a day →

Author:

Dian Purnomo adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dian lahir 19 Juli 1976 di Salatiga.

  1. mau komen soal bush…mungkin gara2 dia Republik udah kalah sebelum bertanding, dan kliatannya siapapun antara Obama dan Hillary yang maju, bakalan jadi.
    i vote for Obama….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →

Secret Sender

Malam ini neneknya Vanya menanyakan ke saya, apakah saya mengirim bunga untuk anak saya. Hmmm... sore tadi kita nonton Logan bareng, jadi kayaknya agak aneh kalau saya mengirimkan bunga setelahnya. Kalau ada yang mau saya kirim ke anak saya, adalah makanan. Biar dia nyemil sambil belajar atau baca buku/novel/apapun. Kayak...

Read More →

Simposium Lingkungan Ramah Demensia

Kembali semesta memberi saya kado istimewa tahun ini. Perjalanan ke Nagoya ini seharusnya ditujukan pada kolega saya, DY tetapi karena dia sendiri harus berkeliling Eropa untuk memenuhi undangan pertemuan Dementia Council, maka saya yang mendapat keuntungan. Sebuah perjalanan ke negara yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, serta belajar langsung dari...

Read More →

Selingkuh

Akhirnya saya memutuskan mengakhiri selingkuh setelah bermalam-malam mengalami kesulitan tidur dan produktivitas terganggu karenanya. Yang di atas itu adalah headline untuk mendapatkan traffic tinggi bagi website para artis atau politisi. Kalau saya, berita sesungguhnya adalah: Saya baru saja menyelesaikan membaca novel Selingkuh yang ditulis oleh Paolo Coelho setelah bermalam-malam lembur...

Read More →

Lucky Number Two

Beberapa hari lalu saya iseng apply ke sebuah web semacam ramalan berdasarkan tanggal lahir & apa yang saya inginkan di masa depan. Tanggal lahir saya tentunya tidak berubah, tetapi ketika disuruh memilih informasi apa yang ingin saya dapatkan, saya mulai galau. Pilihannya adalah: cinta, uang, pekerjaan, yang lainnya saya lupa....

Read More →