cinta = dekat?

hari ini sebenarnya dalah hari yang indah. well, actually, it is a beautiful day. indeed. setelah sukses dengan Kartini Hari Ini kemaren, susu beruang yang enak tadi malam, quality sleep, ngobrol sama frey tadi padi, in this case, tega banget lu ta! ngebangunin gw jam 5 pagi, just to make you awake. but it’s great morning with you alive.
sampai akhirnya, seorang teman lama menelpon dari batam. dia seperti layaknya teman lama yang ngajakin ngobrol sana-sini, sampai pada pembicaraan masalah anak.
Nung: nggak penting kamu punya pacar atau enggak, yang penting kamu harus ngurusin anakmu!
Dian: and i do.
Nung: dimana anakmu sekarang?
Dian: dia sama eyangnya. orang tua dari bapaknya. mertuaku.
Nung: kan, kamu bahkan nggak ngurusin dia sama sekali?

*JDAG*
here comes the fire. pengin langsung nutup telpon tapi gak mungkin. it’s rude. akhirnya cuman bisa bilang, “mas bisa ngomongin yang lain gak?”
karena aku yakin, nggak ada orang tua manapun, yang memiliki kesempatan tinggal dan merawat anaknya dengan layak, yang bisa memahami orang tua seperti aku. seperti kami. i’m sure i’m not the only one. percayalah, bahwa berat buatku – kami – untuk berada jauh dari anak. tapi bahwa kami tidak mempedulikan mereka, itu SALAH! dan jangan pernah menuduh kami mengabaikan anak, hanya karena kami tidak ada di dekat mereka.
*mulai nangis*

aku adalah salah satu contoh anak yang kurang beruntung karena berada jauh dari orang tua, di masa kecilku. tapi aku tahu kalau orang tuaku mencintaiku seperti gila. dan aku mencintai mereka, menghormati mereka, bersedia melakukan apapun untuk mereka, seperti gila juga.

teman-teman *mumpung masih mode curhat on* tahu nggak sih, sebenernya ketika kita jauh dengan orang yang kita sayangi, ada keuntungan yang lebih dibanding mereka yang all the time ada di dekat orang-orang tercintanya. pernah melihat anak yang setiap pulang sekolah ditanya, “dapat nilai berapa?” atau sepulang mengikuti lomba menggambar, “kok gambar adek nggak kayak gambar dia. tuh kan… liat, adek nggak menang?” atau anak yang sering kali mendapat cubitan atau pelototoan mata orang tuanya. yang jengah karena merasa terlalu terintimidasi dengan keberadaan si anak?
walaupun, aku juga yakin kalau berada dekat dengan orang yang kita sayangi adalah surga yang lain. anda, siapapun… yang beruntung bisa melihat sang buah hati setiap hari, syukurilah berkah itu. jangan berhenti mengucapkan sayang dan menunjukkannya dengan perbuatan. setiap hari.

fiuhhh…
nak, vanyaku, cintaku, entah kapan waktunya, sedekat atau sejauh apa kita berdua, aku mau kita berdua berada di titik saling memahami, kalau kita saling mencintai. kalau kamu dan aku, akan selalu memiliki tempat untuk pulang. kamu pulang ke pelukanku, dan aku pulang ke hatimu. sama seperti aku selalu ingin pulang ke pelukan ibuku.

← semarang, 12 april 2008
pre wedding part II →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. Lam kenal mbak.
    Duh.. bingung.. jadi pengen punya anak untuk menebus semua yang udah ada..

  2. cinta = dekat ?
    sedekat apa… ? aku pergi pagi pulang malam aja merasa masih jauh (baca : kurang dekat sama anakku). Apa istriku yang setiap jam dekat anak kami lebih cinta anak ketimbang aku ?
    Cinta sama anak jauh lebih luas pengertiannya dari sekedar kedekatan. Ada lho anak yang selalu di dekat ortunya tapi kualitas hubungan mereka buruk… Jadi, ‘dekat’ itu hanya salah satu ukuran kualitas cinta kita ke anak… menurutku sih.. pastikan aja kualitas hubungan kita dengan anak terjaga dengan baik.. itu salah satu bukti cinta kita ke dia..bentuknya nggak harus selalu ada di dekat dia..

  3. Mbak,

    Buat kita2 yang kerja roster (kerja di kapal, rig minyak, ditambang) nggak setiap hari bisa ketemu anak. Kalau pas cuti kita usahain untuk spend quality time sama keluarga.

    Pacaran lagi sama istri, makan enak, cari tempat nginep yang cozy. Buat anak ya nemenin bikin PR tiap hari, nemenin maen game, ngajakin jalan2 wisata alam, ke ancol atau ke mol terdekat.

    Cuman beratnya gimana supaya ngga “ngujo”, kadang timbul rasa bersalah yang dibayar dengan menuruti semua keinginan mereka, yang jelas tidak mendidik, dan tidak mengajarkan kompetisi dan perjuangan.

    Paling berat lagi sekitar seminggu saat berangkat kerja, homesick banget, pengen ketemu istri terus, pengen ngobrol sama anak juga.

    Gitu jadi banyak loh yang senasib sama mbak, ngga bisa tingal tiap hari sama anak.

  4. Tuh khan mbak.. jauh gak selalu berarti bad dan deket gak selalu berarti good. Mau contoh konkrit? hubungi saya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

figur

Edisi Figur ini akan menjadi chapter baru di dalam hidup blog saya, di mana semua yang ada di dalam kategori ini merupakan persembahan penuh pada orang-orang yang: - Benar-benar ada (bukan tokoh fiksi) - Sangat saya cintai - Berpengaruh dalam hidup saya - Lucunya nggak termaafkan - Memiliki kehidupan yang...

Read More →

Tips Tetap Waras di Dunia yang Menggila

Terpapar informasi-informasi getir tentang terorisme dan bagaimana anak ikut dieksploitasi dilibatkan didalamnya, lalu anak-anak kembali menjadi korban, mau gila rasanya. Lebih gila lagi karena membaca komen-komen di media sosial baik yang pedih getir prihatin dengan kejadian ini, maupun yang nyinyir salah tempat dan akhirnya malah ditangkap yang berwajib. Tergoda untuk...

Read More →

Ambar Margi; n. Ujian Pertama

Hari itu matahari bersinar ragu-ragu di kota kecil kami. Aku adalah seorang istri salihah di antara para lelaki di dalam keluarga besar kami. Hari itu aku memakai celana panjang warna hijau tentara, kemeja hitam berhias bunga merah di dada, kerudung merah dengan manik-manik keperakan menempel di kepalaku. Bukan jilbab. Helaian...

Read More →

Lucky Bastard Ep. 1; Hadiah Ulang Tahun ke Bali

Seri Lucky Bastard ini adalah cerita tentang anak manusia yang super beruntung. Nggak cantik-cantik banget, nggak pinter-pinter banget, nggak gigih-gigih amat, kadang baper, kadang semau udelnya. Tapi seluruh dunia suka gitu aja ngasih dia kado yang dia pengenin. Nggak semuanya juga sih. Karena kalau semua yang dia minta dikasih, sekarang...

Read More →