merayakan diri, 32 and then…

 Tuhan, umur ini adalah berkahmu yang tak bisa kubeli,
sehat ini adalah anugerahmu yang kan terus kupelihara,
semua kemampuan dan kemauan yang masih Kau lekatkan ke dalam otak dan hatiku, akan kujaga tetap berada di belahan terbaiknya,
orang-orang tersayangku,
ibu dan bapak who delivered me to the world,
anakku yang membuat aku menjadi bukti keberadaanMu,
adik dan kakak yang membuatku berwarna dan bersama,
om dan tante yang terus menginspirasi,
anak-anak mereka yang lucu mewarnai dunia kecil kami,
sahabat-sahabat terbaik dengan semua cinta mereka,
kekasih-kekasih yang tak putus cintanya, kekasih yang dekat tapi kadang tak terlihat, kekasih yang jauh dan terus berusaha kurengkuh,
teman-teman belajar dan bermain,
mereka adalah kekayaanku,

Maka Tuhanku,
dari tempatMu berada, sangga rumah yang sedang kudirikan ini,
batu, air dan pasirnya telah kau berikan gratis padaku, aku akan mengolahnya karena aku tahu Kau bukan tukang sulap yang main abrakadabra dan asal tiup saja,
Kau pencipta dengan berjuta keajaiban kecil mengiringinya,
Kau pemberi tanpa meminta kembali

Tuhanku sayang,
maafkan aku yang masih saya meragukanMu,
ampuni aku yang diam-diam melengos di belakangMu,
luruskan aku yang masih saja bernafsu pada selainMu,
kembalikan aku untuk tetap berani memandangMu,
panggil namaku jika mulai menjauh langkah ini,
hampiri aku jika jiwa ini mulai membatu,

Kekasih sejatiku,
akhirnya aku akan kembali padaMu,
maka di 32 tahunku ini, ijinkan aku mendekat padaMu,
memeluk dan merasaiMu

aku, terima kasihku
aku, semua cinta dan nafsuku

setiap kepingku, adalah milikMu

PSSSTTT… MENANGGAPI KOMEN OJ, INI DITAMBAHIN FOTO-FOTO PAS ULTAH YAK!! HIKS… MAKSA…

abis dikejutin sama tart dan bunga, dipeluk-peluk deh… sayang yang dipeluk okta sama rani gak ada. jadi, adanya cuman dipeluk ditto sama frey aja… aya lagi, mana bisa pelukan sama dia dipotret, orang dia tukang potonya.

  

terus, abis dipeluk-peluk, ditelpon deh sama yang diharapkan. hehe… my hsifdlog thanks for calling me on my b-day ya… nah, muka orang yang ditelpon itu kayak gini nih…

terus, abis makan dan saling berpelukan dan mendo’akan, kita foto-foto bareng.

yang duduk ini seperti sebuah keluarga baik-baik.

sementara yang berdiri itu, mengingatkanku pada sebuah band tahun 80-an yang fotonya sengaja jauh-jauhan. sambil tetep aja siap kamera terus… hehe

love you all my partners of life..

← facebook fortune teller
frey... this is for you!!! →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. Bude celamat uyang taun yaaa, maap telat, cemoga panjang umul, cehat telalu, tambah cukces, pokoke tambah yang baik2 temuanyaa..amiin.. Bude bikin buku celita anyak-anyak doong bial dek navin bita itut bata.. ^_^

  2. stey: thanks ya say..

    naveen: iya sayang.. makasih doanya. mba vanya juga minta ditulisin buku cerita anak-anak terus. nanti ya sayang… budhe tak mengkhayal dulu 🙂 cepat besar ya sayang..

    amur: amin. matur nuwun mas

  3. hepy b’day mbak dee…btw ternyata sama dengan ultahnya bu yudith to..hehe..kmaren beliau aku kasih kado domain..na mbak dee udah ada..jadinya apa ya kadonya? ..hmm..btw the holiday is on prepare 🙂
    congrat ya..sukses selalu..n be brave..

  4. loh! kok aku malahan lom ngucapin selamet??!?!?!
    met ulang taon ya sis…
    btw, kok poto uyang tayunnya gak di uploadhh..

  5. EBY BIDE…TU YOOOOOO…*alya song mode : on*
    Met Ultah Tante..Panjang Umur, Panjang Rejeki, Panjang Bahagia..pokok panjang semua.. Cepet dapet jodoh 🙂 Selalu dalam lindungan-Nya.

  6. Bu celamat b-day….
    smoga apapun doamu tkabul…. amien…
    maap y kadonya blum…
    (janjinya dah dr taun kmrn, qqqqq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi: f. Perawan Tua

Aku terus dibesarkan sebagai ‘anak nakal’ ibu. Sedikit sekali kenangan yang kuingat tentang bagaimana aku dan ibu bisa tersenyum bersama. Hampir semua yang kulakukan adalah kesalahan. Membantu mengangkat padi untuk menghindarkannya dari siraman hujan saja, tetap salah. Aku seharusnya tidak meletakkan mereka di dalam rumah lah, bukan begitu cara mengangkat...

Read More →

Ambar Margi: e. (bukan) Suami Takut Istri

Pernah terpikir di kepalaku bahwa bapak adalah sosok suami takut istri. Dia tidak pernah membelaku atau Yanto dari pukulan-pukulan yang dihadiahkan ibu pada kami. Tapi bukan karena itu. Bapak tidak pernah menyentuh ibu karena menurutnya merawat anak adalah hak ibu. Anak-anak ada di bawah kekuasaan ibu, sementara urusan lain bapak...

Read More →

Ambar Margi; c. Nakal

Sejak kecil aku tidak pernah tahu apa kesalahanku. Ibuku selalu bilang, “Jangan nakal! Dasar anak nakal! Awas kalau nakal!” Tapi dia tidak pernah menjelaskan padaku, nakal itu apa. Waktu aku bermain lompat tali dengan teman-teman di depan rumah, ibu memanggilku. Aku mendengar tapi enggan mendatanginya. Aku hanya berteriak “Iyooo…” menyahut...

Read More →

Ambar Margi; b. Perempuan di Titik Nol

Suatu hari ada seorang perempuan datang ke penjara dan mengebonku untuk berbicara dengannya. Bon adalah istilah untuk para napi, jika ada petugas yang memanggil kami untuk keperluan apapun. Ada yang besuk, mau disidang, diminta tolong memijat, disuruh membersihkan ruang petugas, semua istilah awalnya sama, dibon! Aku benci istilah itu, mengingatkanku...

Read More →

Ambar Margi; Bungkus Kacang

Dulu, aku sama sekali tidak suka membaca. Sejak kelas satu SD dan baru disuruh membaca “ini budi” dan seluruh keluarganya saja, aku sudah berusaha untuk lari dari kelas. Menurutku membaca sangat melelahkan. Karena huruf-huruf yang sama itu seperti berlompatan begitu saja dari kertas. Apalagi membaca koran, jungkir balik rasanya, harus...

Read More →

Posesif

Wajah sang perempuan sudah lebam-Lebam, lehernya berkalung bekas cekikan, tapi dia tetap menemani orang yang meninggalkan bekas luka itu, dengan alasan, "Tanpa saya, apa jadinya dia." Familiar dengan cerita seperti itu? Atau pernah berada di dalam lingkaran gelap itu? Menonton film Posesif membuat saya serasa ditarik pada kejadian 20 tahun...

Read More →

Sekolah Kids Zaman Now

Sudah seminggu ini anak saya terlihat lebih sering murung di dalam kamar dan menolak menjawab kalau ditanya kenapa. Ini sungguh mengkhawatirkan buat saya. Ada banyak kemungkinan buruk yang sudah bermain-main di kepala saya, sembari membayangkan diri saya sendiri ketika seusia dia. Enam belas tahun. Salah satu masa rawan. Hal hal...

Read More →