Laskar Pelangi II
October 28th, 2008
It was Sunday, 26th of October 2008. We’re so worried that the street children wouldn’t come on time. But, here we go, 9 am and they were all there, at E Plaza. 100 street children who usually standing under the traffic light, singing songs they don’t really understand, caring the younger on their back and begging for money. Huufff…

I remember one day, I made a dream book. I put pictures of very happy children singing with red uniform. Their smile, those big grin, are brighten up the world. And by the next page, I put other pictures, street children reading on a library. They wear no uniform, just dirty clothes.
Read the rest of this entry »
Ubud Writers & Readers Festival
October 27th, 2008
Dari sejak pulang dai Ubud Writers & Readers Festival sampe detik ini, belum sempet banget nulis oleh-oleh. Hmmm… sok sibuk.
enjoy the silence
October 21st, 2008

Aku jangan disentuh dulu ya
Aku butuh ruang sendiri
Sebentar saja
Aku pastikan akan kembali, jika tidak ada perubahan yang berarti
Diam
Menunggu
Jadi, harus apa aku ketika menunggu?
drama
October 13th, 2008
Yup! Hidup nggak lebih dari sekumpulan drama. Ada sedih-sedihnya, ada ketawa-ketiwinya, sering juga garing-garing aja. Dan itu semua sah-sah aja katanya. Asalkan, kita memastikan untuk berada di sebuah drama yang naskahnya kita pahami betul.
Gini ceritanya, kenapa tiba-tiba ngomongin drama, kemaren sore, barengan sama pasangan Sakti-Arif, dalam perjalanan Salatiga – Semarang, kita bertiga ngobrol tentang impian, hidup, cinta dan kehidupan.
Bagaimana energi positif yang sangat kita perlukan untuk meneruskan hidup dari hari ke hari ini, kadang nggak bisa datang begitu saja, bahkan suka meloncat keluar dari tubuh kita dan sebagainya. Bahwa energi positif itu mau nggak mau harus terus menerus kita undang untuk datang dan kalau sudah ada di dalam tubuh kita, jangan pelit-pelit untuk membaginya dengan yang lain.
Gimana sih, cara mendapat energi positif?
to my lovely sister
October 9th, 2008
Kemaren kantor agak ramai dikunjungi dua perempuan gila. Maaf, disebut demikian, karena sesungguhnya mereka lebih dari sekedar gila. Piss, Del, Nor!!
Dan pecah belahlah kondisi kantor saat itu juga. Dari mulai teriakan-teriakan mengenang masa lalu, mentertawakannya, mencibir cita-cita dulu, yang ternyata beberapa justru sudah kesampaian. Tapi yang jelas, diantara kita ber-4, plus bu Meg yang sedang menggelembung, tidak ada yang menciderai saat ini. That’s why I love my old friends. They always have such a beautiful memory, but still, living in the present. Be here and now. Iya kan, mas Erman, Jo, Del, Chie? Iyalah!! Jawab aja iya.
Tapi sayangnya, diantara cerita-cerita lucu itu, terselip kisah seorang sahabat. She lives here and now tapi in the way yang kita semua pikir nggak masuk akal. Read the rest of this entry »
sebelum terlambat
October 7th, 2008
Teman-teman… maaf lahir batin ya… Ini bukan sekedar karena hitungan astronomi, tapi karena keinginan untuk kembali menjadi suci, bersih diri, bersih nurani. Dan aku berjanji akan memaafkan setiap kesalahan yang pernah terjadi.
Idul Fitri kali ini, banyak sekali hal yang membuat mataku terbuka. Pertama, karena menghindari berlebaran di rumah mertua ataupun orang tua, maka aku memilih berlebaran di rumah teman yang sudah seperti keluarga, atau keluarga yang sudah seperti teman. Yah, gitu deh..
Tapi ternyata, di sana yang ada bukan berlebaran.














