mother

what is a mother to us?
for me, a mother is
an enemy, she didn’t like my boyfriends
no man was good enough for me
my mom is also the best critics for me
I never wear the right outfit at all
too short skirt
too tight shirt
but when I become a mother my self, I can see that she just don’t want me to look inappropriate in front of other people
I’m a princess for her, while she’s a monster to me
she didn’t allow me to go to beach on new year’s eve, she’s mad at me like hell if I came home late
but when I read on the news, I know she’s right
some teenagers were drowning on the beach I insist to go
crime and all that happened on the dark night

what is a mother to you?
one day, we will leave her
and when the day came, make sure that you won’t regret anything for treating her bad

love you mom

← Laskar Pelangi II
new year's eve →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. ya..tentang ibu..dalam hidupku yg baru2 ini adalah ttg bapak..we both know that we live together we will kill each other, i’m so damn protected, even if i know that he loves so much, in his way of course, and i love him in my way, pokoke All I Know by Five for Fighting…

  2. krenz,, lutchu,, itulah komentar yg kluar dr mulutku ktika pertama kali mlht foto itu..

    aku jadi berniat membuka2 album foto mama yg tertumpuk di lemari,, dan yg pasti suda sgt jadoel..

    I agree with u..

    mom is everything..

    without her, i’m nothing..

    Dulu ktika aku masih kecil, aku sring marah ktika mama melarangku ini itu,,

    tapi setelah aku beranjak dewasa, aku mulai bisa menyadari, bahwa itu adalah ungkapan syang mama ke aku..

    thx mama..

  3. Fotonya keren banget.. hehehehehe…

    Ibu memang menjadi makhluk paling dipuji bagi semua anak yang pernah merasakan kehangatan cintanya..

  4. Lucky you…
    You’re a mother now!
    Iya bgt, elo mirip abiss ma nyokap lo Yan..
    Ayo kita dengerin Spice Girls…
    Mama..I love you.. Mama.. I care..

  5. I take the ‘mirip nyokap’ as a compliment. She’s the most beautiful woman I’ve ever met.
    Mama… I love you…
    Mama… My frie-iend…
    *sambil dalam perjalanan ke Ubud – Kuta back n forth*

  6. cari waktu..
    datangi beliau ..
    sungkem …cium kakinya (biasanya nolak)
    tapi pastikan kamu bisa cium kakinya ya ..
    dan minta maaf setulusnya …
    dan pastikan beliau berucap: memaafkan …
    kalau beliau diam ….’paksakan’ beliau berucap ..

    karena beliaulah jalanmu menuju yang kamu dambakan
    yang sampai hari ini belum terwujud ….
    amin

    salamku …

  7. According to my knowledge and what you advice, I think I know who you are, Roger…
    hehehe… baiklah! I’ll be home this December to kiss her feet and begging her apologize and blessing, which I’m sure every mother did already.

  8. Yup….siapapun mau marah kayak apa ama ibunya….pasti akan kembali, ntah dalam bentuk maap atau penyesalan…so, mumpung msh tersisa waktu buat qta gak ada salahnya merubah paradigma padangan dan sikap qta tentang tindakan ibu ke qta…

  9. Duuh.. bikin terharu deh tulisan yg ini…
    You know what, after reading this I called my Mom right away for 19 minutes conversation joined by my office mates with the speaker on. Next, one of my friend did the same..
    I’m glad i still have a chance to love her fully..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi: f. Perawan Tua

Aku terus dibesarkan sebagai ‘anak nakal’ ibu. Sedikit sekali kenangan yang kuingat tentang bagaimana aku dan ibu bisa tersenyum bersama. Hampir semua yang kulakukan adalah kesalahan. Membantu mengangkat padi untuk menghindarkannya dari siraman hujan saja, tetap salah. Aku seharusnya tidak meletakkan mereka di dalam rumah lah, bukan begitu cara mengangkat...

Read More →

Ambar Margi: e. (bukan) Suami Takut Istri

Pernah terpikir di kepalaku bahwa bapak adalah sosok suami takut istri. Dia tidak pernah membelaku atau Yanto dari pukulan-pukulan yang dihadiahkan ibu pada kami. Tapi bukan karena itu. Bapak tidak pernah menyentuh ibu karena menurutnya merawat anak adalah hak ibu. Anak-anak ada di bawah kekuasaan ibu, sementara urusan lain bapak...

Read More →

Ambar Margi; c. Nakal

Sejak kecil aku tidak pernah tahu apa kesalahanku. Ibuku selalu bilang, “Jangan nakal! Dasar anak nakal! Awas kalau nakal!” Tapi dia tidak pernah menjelaskan padaku, nakal itu apa. Waktu aku bermain lompat tali dengan teman-teman di depan rumah, ibu memanggilku. Aku mendengar tapi enggan mendatanginya. Aku hanya berteriak “Iyooo…” menyahut...

Read More →

Ambar Margi; b. Perempuan di Titik Nol

Suatu hari ada seorang perempuan datang ke penjara dan mengebonku untuk berbicara dengannya. Bon adalah istilah untuk para napi, jika ada petugas yang memanggil kami untuk keperluan apapun. Ada yang besuk, mau disidang, diminta tolong memijat, disuruh membersihkan ruang petugas, semua istilah awalnya sama, dibon! Aku benci istilah itu, mengingatkanku...

Read More →

Ambar Margi; Bungkus Kacang

Dulu, aku sama sekali tidak suka membaca. Sejak kelas satu SD dan baru disuruh membaca “ini budi” dan seluruh keluarganya saja, aku sudah berusaha untuk lari dari kelas. Menurutku membaca sangat melelahkan. Karena huruf-huruf yang sama itu seperti berlompatan begitu saja dari kertas. Apalagi membaca koran, jungkir balik rasanya, harus...

Read More →

Posesif

Wajah sang perempuan sudah lebam-Lebam, lehernya berkalung bekas cekikan, tapi dia tetap menemani orang yang meninggalkan bekas luka itu, dengan alasan, "Tanpa saya, apa jadinya dia." Familiar dengan cerita seperti itu? Atau pernah berada di dalam lingkaran gelap itu? Menonton film Posesif membuat saya serasa ditarik pada kejadian 20 tahun...

Read More →

Sekolah Kids Zaman Now

Sudah seminggu ini anak saya terlihat lebih sering murung di dalam kamar dan menolak menjawab kalau ditanya kenapa. Ini sungguh mengkhawatirkan buat saya. Ada banyak kemungkinan buruk yang sudah bermain-main di kepala saya, sembari membayangkan diri saya sendiri ketika seusia dia. Enam belas tahun. Salah satu masa rawan. Hal hal...

Read More →