officially patah hati

Thanks Shantoy for giving me this tittle last nite. Hahaha… Well I actually broke my heart couple weeks ago, but I didn’t wanna admit it, so I kept hoping and doing the ‘ngarep’ thing. Don’t say that I didn’t warn you about the ngarep thing ya Dian, I’m sure you want to scream that words loudly in my ear ya Toy. Hahaha… Yes, I’m stubborn, over confident and insensitive. So here I am, officially broken heart right now. Mas Gat has actually warned me 30 minutes before the meeting time. But I was to happy to listen to him at that time. Hiks…

But don’t ever think that I will cry for this so-called-broken-heart thing any longer. Enough is enough. You love, you learn, move on. Gitu kan, kutu sayang… The one thing that you told me alot for years.

So Shantoy, give me a moment to take a real deep breath… and after that, look at me, i’ll fly away as usual. Besides, I don’t have that much time to cry my broken heart anyway. Kqkqkqkq

← Arisan FeMale X
year end wish list →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. You’re a big girl..
    Kalo elo caleg, dah gw pilih lo Yan.
    Hayyahh.. Hehe..
    I wont make any fun of this. The ngarep thing, for me it’s an effort and failure is always a risk. So whats the reason to be ashamed of? (konteks gengsi Bu.. hihi).
    Dian, terkadang jika kita selalu mengingat seseorang itu menghalangi kemungkinan kita bertemu dengan yg lebih baik..
    Keep moving..

  2. Yay!! Dian for president!!
    Broadcast, thanks a million for the wish on my wish list ya. Moga-moga emang gak sempet gengsi apa lagi patah hati.
    Iya, gak boleh ada yg menghalangi sama my best one in the future. Lagian, I just got my best advice so far from mr. G. Dia bilang, “Lu gak rugi apa-apa. Lu udah kasih yg terbaik yg lu bisa. Kalo lu gak dapetin yg lu mau, dia yg rugi.”
    Terus ditambah lagi sama mas ganteng yang satunya. Dia bilang, “You’re precious darling.”
    Aku langsung tidur nyenyak semalam.

    Cupid: nanti sampe Semarang i’ll tell you in person ya. Gak bisa di sini, hehehe

  3. ..sepertinya ada yang menyebut2 namaku barusan…
    Hehehe..

    Yaah, seperti yang aku tulis di status YM ku hari ini:
    “The time to be happy is NOW. The place to be happy is HERE”.

    Every tick of the clock takes away something, jeng. Mari lanjutkan hidup hehehe…

  4. mariii mas, gak takut.
    btw, kata si frey, si mr. g itu kadar kebijakannya sudah hampir sebijak kungfu panda. kqkqkqkq

  5. dan jangan lupa: love yourself…

    eh, tahu gak kalau aku itu dipanggul “Po” lho sama yayangku :-P, tapi si frey itu kayaknya terlalu baik deh kasih komen buat aku… gak sebijak Po ah, kalau doyan makannya sih iya banget he he he

    hayo, kapan nge-es grim lagi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi: f. Perawan Tua

Aku terus dibesarkan sebagai ‘anak nakal’ ibu. Sedikit sekali kenangan yang kuingat tentang bagaimana aku dan ibu bisa tersenyum bersama. Hampir semua yang kulakukan adalah kesalahan. Membantu mengangkat padi untuk menghindarkannya dari siraman hujan saja, tetap salah. Aku seharusnya tidak meletakkan mereka di dalam rumah lah, bukan begitu cara mengangkat...

Read More →

Ambar Margi: e. (bukan) Suami Takut Istri

Pernah terpikir di kepalaku bahwa bapak adalah sosok suami takut istri. Dia tidak pernah membelaku atau Yanto dari pukulan-pukulan yang dihadiahkan ibu pada kami. Tapi bukan karena itu. Bapak tidak pernah menyentuh ibu karena menurutnya merawat anak adalah hak ibu. Anak-anak ada di bawah kekuasaan ibu, sementara urusan lain bapak...

Read More →

Ambar Margi; c. Nakal

Sejak kecil aku tidak pernah tahu apa kesalahanku. Ibuku selalu bilang, “Jangan nakal! Dasar anak nakal! Awas kalau nakal!” Tapi dia tidak pernah menjelaskan padaku, nakal itu apa. Waktu aku bermain lompat tali dengan teman-teman di depan rumah, ibu memanggilku. Aku mendengar tapi enggan mendatanginya. Aku hanya berteriak “Iyooo…” menyahut...

Read More →

Ambar Margi; b. Perempuan di Titik Nol

Suatu hari ada seorang perempuan datang ke penjara dan mengebonku untuk berbicara dengannya. Bon adalah istilah untuk para napi, jika ada petugas yang memanggil kami untuk keperluan apapun. Ada yang besuk, mau disidang, diminta tolong memijat, disuruh membersihkan ruang petugas, semua istilah awalnya sama, dibon! Aku benci istilah itu, mengingatkanku...

Read More →

Ambar Margi; Bungkus Kacang

Dulu, aku sama sekali tidak suka membaca. Sejak kelas satu SD dan baru disuruh membaca “ini budi” dan seluruh keluarganya saja, aku sudah berusaha untuk lari dari kelas. Menurutku membaca sangat melelahkan. Karena huruf-huruf yang sama itu seperti berlompatan begitu saja dari kertas. Apalagi membaca koran, jungkir balik rasanya, harus...

Read More →

Posesif

Wajah sang perempuan sudah lebam-Lebam, lehernya berkalung bekas cekikan, tapi dia tetap menemani orang yang meninggalkan bekas luka itu, dengan alasan, "Tanpa saya, apa jadinya dia." Familiar dengan cerita seperti itu? Atau pernah berada di dalam lingkaran gelap itu? Menonton film Posesif membuat saya serasa ditarik pada kejadian 20 tahun...

Read More →

Sekolah Kids Zaman Now

Sudah seminggu ini anak saya terlihat lebih sering murung di dalam kamar dan menolak menjawab kalau ditanya kenapa. Ini sungguh mengkhawatirkan buat saya. Ada banyak kemungkinan buruk yang sudah bermain-main di kepala saya, sembari membayangkan diri saya sendiri ketika seusia dia. Enam belas tahun. Salah satu masa rawan. Hal hal...

Read More →