ekspresinya dong!!

Kemaren tiga hari di Semarang menyelesaikan masalah hidup, ternyata cukup recharging juga. Berawal dari kemrucek ngeprint tulisan 131 lembar, lalu menyelesaikan tulisan 1500 kata untuk lomba penulisan HIV/AIDS, ngobrol ngalur ngidul sama Rahma, Ditto, Nina, mas Agung dengan inspirasi Syeh Pujinya, belanja benang dan berakhir dengan menjadi guru merajut di Sanggung Barat, tempat tante Sanya memaksaku mengajarinya bikin crochet. Fiuh… Tapi seru juga, ilmu yang masih beginner-nya udah bisa kepake juga.

Paginya dong, bangun tidur dhek Aya memotretku dan protes berkali-kali. “Dhek Dian jatuh cinta dong! Biar mukanya berseri-seri kayak jaman dulu itu.” Ihhh… nggak terima dong, dibilang muka nggak berseri-seri, langsung minta dijepret berkali-kali (nggak pake karet lho) dan ternyata hasilnya tak jauh berbeda. Tapi aku masih bisa ngeles, “Aku tuh lagi jatuh cinta sekarang. Jatuh cinta banget malah, karena nggak bisa ekspresif kayak dulu lagi.” Ini dia kesempatan Aya untuk membalas, “Kalau kamu takut mengekspresikan perasaan, mungkin emang kamu nggak jatuh cinta sama dia.”

btw, muka yang nggak jatuh cinta dan nggak ekspresif itu kayak gini nih:

Nggak mungkin kan, dia nggak lagi jatuh cinta? Itu sumringah sampe gusinya keliatan semua gitu kok, dibilang nggak jatuh cinta! Nggak ekspresif!! Heran…

Aaah, aku jadi bingung. Gimana sih sebenernya cara mengekspresikan cinta yang ideal? Apakah memang harus meluap-luap, sms dan wall tiap hari, telpon sampe berjam-jam tiap malem? Atau biasa-biasa aja? SMS kalo ada perlu, telpon 5 menit dua hari sekali, ketemu kalo udah lupa wajahnya? Aduh… tapi kalau biasa aja, ntar orangnya nggak berasa dong, kalo lagi disenengin? Atau main tarik ulur kayak layangan? Kadang sms sampe muntah seharian, nggak peduli dibales atau enggak. Terus seminggu berikutnya telpon dimatiin biar gantian dia yang nyari? Hehe… Kalo ini terdengar seperti sedang lari dari kejaran debt collector yak?

Atau ada ide lain? Aku juga jadi takut kalo orang yang lagi tak jatuhi cinta itu sebenernya nggak berasa, jadi dunianya adem ayem gitu. Hwekekekeke…

← maaf...
Prita Mulyasari dan Manohara →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. Aih.. aih.. yang sumringah karena jatuh cinta.. đŸ™‚

    yang penting mah jadi diri sendiri aja mba.. klo memang ekspresif yaa jadilah orang yang ekspresif..

  2. jadi inget acara di bbc knowledge (kalo ndak salah), di situ disebutkan kalo wajah manusia bisa menampilkan sekitar 7000 ekspresi yang berbeda. yang bener itu bukan sekedar tarik ulur layangan mbak, tapi tarik ulur waktu nurunin layangan, gimana ngatur supaya layangan itu jatuhnya pas di tangan kita.

  3. bu… kmu kok tega tho blanja benang g ngajak… hixhixhix….iku siy expresi nggaringke untu… đŸ˜€

  4. @Ade, hihi… gitu ya? Baiklah
    @Mas Stein, paling seneng baca tentang layanganmu. Jadi, cuma mengatur uluran dan tarikan supaya jatuhnya pas ya, dan bukan malah putus di tengah jalan ya? *glug* Semoga nggak keburu nyari layangan baru aja…
    @Lala, kamu kan pulang kampung kemarennnn…

  5. kamu bisa ngrajuuuuuuuutttttt???????? *nggeblag sa’untoro, trus sadar,tanya lagi* kamu bisa ngrajuuuuutttt? *nggeblag meneh, kali ini gak tau kapan sadarnya*

  6. hmm…..emang ada ya ekspresi khusus jatuh cinta ya? kalo ada belinya dimana? gw mo beli yg banyak deh

  7. Jatuh cinta yg kayak gimana ya Yan?
    Hahaha.. Ekspresi tadi bahagia banget deh. Sesuai faktor U yah ga mesti heboh2 toh pengekspresiannya yg terpenting IMPLEMENTASINYA.
    hehe..

  8. @Ditto: Eh, kita bisnisin bagus juga kayaknya ya Dit? Bisnis jualan wajah jatuh cinta. ay ay ay…

    @Shantoy: mmm… semoga yang loe maksud faktor U itu, bukan worry line yang semakin jelas di sekeliling mata gue ya Toy..

  9. Hehehee….. aku langsung membayangkan gimana ya ekspresiku kalo lagi jatuh cinta. Belum pernah cool sih, tp sumringah iya… tp udah bosen juga kalo sumringah-2 trs, nanti ketauan klo lg jatuh cinta… đŸ˜€

  10. jatuh cinta…
    berjuta rasanya…

    *oma tietiek puspa mode on*

    weeeellleeeh..piye yah mbak, ekspresi wajah jatuh cinta itu? yang ada mah wajah lemes, ngantuk dan beban pikirin serta tekanan hati yg m’buat smakin sulit mengekspresikan wajah jatuh cinta hehehe…

    ^cheers^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Mangga Indramayu dan Exploitasi Tubuh Perempuan

Apa yang muncul di kepala tentang Indramayu? Mangganya yang enak? Perempuannya yang cantik? Atau keduanya secara bersamaan? Dua tahun lalu, pada saat menyelesaikan tugas akhir kuliah, saya menghabiskan beberapa waktu tinggal di Indramayu untuk mengumpulkan data. Indramayu—satu kabupaten di Jawa Barat—bukan tempat yang asing buat saya. Sebelumnya, bersama OnTrackMedia Indonesia,...

Read More →

Ketika Ibu Melupakanku

Lagi-lagi, di saat beberes lapak, saya menemukan bahwa di sini belum pernah tertulis apapun yang berkaitan dengan novel Ketika Ibu Melupakanku. Novel ini diangkat dari kisah nyata DY Suharya yang ibunya terkena demensia. Menurut yang sudah membaca, mengharu biru dan bikin mewek. Saya sendiri ingat beberapa kali nangis dalam proses...

Read More →

Taj Mahal, Monumen Egois

Lebih dari empat tahun lalu saya mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke India, untuk mengikuti Konferensi Alzheimer se-Asia. Thanks to ALZI for this. Dan seperti halnya India 1st time traveler, pasti akan menjadikan Taj Mahal sebagai salah satu tujuan wajib. Karena waktu yang kami miliki tidak banyak, maka menyewa seorang pemandu...

Read More →

Semalang di Malaysia

Setiap perjalanan selalu meninggalkan bekas yang berbeda. Begitu juga dengan perjalanan saya ke Malaysia beberapa waktu yang lalu. Perjalanan ini sama sekali bukan perjalanan wisata. Kami empat orang di dalam satu tim yang sedang mengemban misi untuk pengambilan gambar untuk video training calon Buruh Migran Indonesia (BMI) dengan tujuan Malaysia....

Read More →

Rahasia Hati

Baru sadar banget bahwa saya belum pernah menulis apapun tentang Rahasia Hati, novel saya yang ke-4, terbit 2012. Maka karena udah agak terlalu lama buat mereview tulisan sendiri, saya browsing dan menemukan beberapa tulisan yang merupakan review atau sinopsis novel itu. Silahkan dibaca sendiri dan... terima kasih sudah menulis tentang...

Read More →

Adik Sampai Tua

Hari itu suasana GOR lain dari biasanya. Ibu-ibu baik hati yang memakai seragam biru berkumpul semua setelah beberapa diantaranya menjemput teman-temanku. Temanku juga datang semua bersama ibu-ibu mereka. Tapi aku tidak melihat si Bapak. Kami menyebutnya bapak karena dia seperti bapak untuk kita semua. Sebetulnya dia itu sama seperti ibu-ibu...

Read More →

Lucky Bastard #4: Lahir di Generasi Musik Terbaik

Sejak kecil saya selalu merasa istimewa. Terserah apa kata orang! Pokoknya saya istimewa :) Well, ain’t we all? Maka untuk membuktikan keistimewaan saya, saya sering menghabiskan waktu untuk mencari apa yang membuat saya istimewa. Dimulailah dengan menanyakan pada Google, what happened on 1976. Maka saya menemukan beberapa kejadian berikut (ini...

Read More →