nilai jodoh dalam pelajaran sekolah

Hari ini membunuh waktu dengan chatting sama teman lama yang sekarang sedang menangguk berlian di Jakarta. Seperti biasa, setelah pertanyaan masalah kerjaan mulai membosankan, bergeserlah ke arah gebetan.

  • Aku: Eh, kamu kapan mau mencari gadis lugu untuk dinikahi?
  • Dia: Nanti… akan ada masanya mbak. Tapi nggak sekarang. (dia lagi gebet-gebetan sama seseorang kabarnya)
  • Aku: Ih, jangan lama-lama… Aku aja udah mulai mengincar laki-laki untuk dinikahi. Tapi bukan yang lugu.
  • Dia: kalau nyari cowok mah, emang nggak boleh yang lugu mbak. Cari yang masih kenceng atuh…
  • Kami: hwakakakakaka
  • Aku: Aku mau cari yang agamanya bagus.
  • Dia: *manggut-manggut*
  • Aku: Tapi matematikanya jelek. Biar gak terlalu itungan. Secara biologis mestinya yang ok lah, terus… ada kemistrinya sama aku.
  • Dia: Wah, dia harus pandai penjaskes mbak.
  • Aku: *mikir dulu penjaskes apaan baru ketawa ngakak*
  • Dia: iya kan? kalo nggak gimana hayo??
  • Aku: Hehe.. Sambil dia nggak boleh main fisik-a sama sekali sama aku.

http://www.adultjewishlearning.org/images/ideas_couple.jpg

Wuah… bisa juga ya, pelajaran dijadikan kriteria pencarian jodoh. Nggak cuma babat bubut bebat aja kan??

Kalau kamu? apa kriteria cari jodohnya?

← Message for President
debat capres semalam →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. umurnya kalo bisa dibawah saya.
    tinggi badannya kalo bisa gak ngelebihi tinggi badan saya.

    nilai pelajaran sekolahnya bagus semua juga gpp!hhhee…

  2. pinginnya dulu aku umurnya yang dibawahku, tapi sekarang “dapetnya” 1,5 tahun di atasku.. aneh?!!, tapi begitulah adanya.. pikirku, yang penting saling mengerti.. mengerti dalam berbagai hal, salah satunya “kapasitas” masing-masing…

  3. ahahhahha apa yah…

    yang mana ajah deh…

    sekolahnya ga pinter juga gapapah…

    kan ntar learning by doing ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  4. @Irfan & thepenks: kenapa maunya yg di bawahnya semua? umur dan tinggi? nggak mau diduluin ya? hehe

    @Ade: setujuuuuu

    @Nat: siap jadi guru nih?

  5. @Sukma: hehe… jaman tante dulu blm ada ppkn, makanya bingung, pmp adanya. heee

    @Angga: jadi kalo sesuai hati pelajaran apa dong?

    @Rayya: hihihi… biar gak amoral ya? *mikir*

  6. ah, saya mah…
    kalo masalah umur ga apa2 lah di bawah saya beberapa tahun… *hobimakanlalapan :mrgreen: *
    kalo masalah pengetahuan agama, ga harus yg diatas saya yg penting sama2 mau belajar dan gak berhenti berusaha menjadi lebih baik…
    tapi kalo bisa pinter, baik, bertanggungjawab, humoris, dan yang paling penting adalah: mau sama saya… itu yg susah… :))

  7. bu.. bu… jangan guling-guling di situ…
    bajunya kotor lho…

    ehm… sebenernya saya mau ijin taro link blog inih di blog sayah…
    diijinin ya? saya lupaan sih orangnya. kalo ga ada media pengingat begituh bisa2 saya ga keliling blogwalking…

    nasib anak muda beranjak tua yang pelupa…

  8. kLo buat djdiin cowo sey…skg sy lgi demen ma co ndut mBa..;p

    kLo buat dijadiin suami..mirip2lah..ma kriteria mba..:D

    *pelajaran apahh yakzz kira2??*

  9. Eh, kamu kapan mau mencari gadis lugu untuk dinikahi

    memangnya kalo nyari istri harus yang lugu ya?
    *belum memahami sepenuhnya*

  10. @Chie: suka yg ndut ya? mmmm…

    @Andyan: owh, aku lupa menerangkan. temanku ini, sesungguhnya tidak terlalu tertarik pada perempuan. jadi.. menikahi gadis lugu agak aman, karena harapannya dia tidak akan banyak bertanya-tanya, karena memang belum berpengalaman, toh?

  11. klo aku masih bisa milih ga ya..heuheu…yg jelas nilai agamanya jelek bgt, baca alquran ajah ga lulus2 :), dah gitu olahraga dpt 5..soalnya suka naek motor ngumpet2 klo disuruh lari2 keliling kompleks, matematika juga ga pinter2 amat, terbukti suka ngamuk klo disuruh ngitung diskonan, jadinya yg ndut ajah dech..ndut, imut, lucu, yg penting senyum2 ajah klo diomelin…:)

  12. yang aku tau pasti, ndutmu itu nilai kebersihannya 2,3. mungkin dia bahkan nggak pernah piket seumur hidupnya di sekolah.
    mmhhh… it’s running in the blood.
    wis kasep, sa’keturunan males mandi semua. hahaha

  13. hyaaaa….
    sakno rek!! bahkan jenis mahluknyapun mas stein udah ndak milih lagi ya. ๐Ÿ˜‰
    aku ceting pake ym tapi koneksinya pake hati mas, jadi ketok kabeh lah…

  14. Saya tertarik dengan quote “matematika” yang jelek…
    Biar gak itung-itungan? ๐Ÿ™‚

    Kalo saya, cari jodoh ya yg tentu saja matematikanya bagus, jadi semuanya bisa dihitung dgn cermat, jadi keuangan tidak jebol.

  15. klo aq milihnya sing mesti lanang, gelem ma aq hehehe
    catatan diraportnya iku yg “kepribadian”-nya B….
    hehehe…..
    thing monde “jail n matre” on
    maksudnya rumah “pribadi” beserta isinya ya… perusahaan “pribadi”
    dan baek banget pastinya…

  16. @Zizy: matematika makro (baca: keluarga) emang harus bagus, tapi mikro (baca: ke istrinya aja) nggak usah terlalu bagus. ya ya ya??

    @Lala: ahhh… kamu. tak suruh lamaran sama pak kos lhooo… kan udah ok tuh kepribadiannya hehe

  17. hohohoho…postingannya lutju nian :D.
    Hm.. kalo sayah apa yah?
    yang nilai kimianya bagus…
    supaya? ada kemistrinya gitu & bisa ngajarin semua ilmu kimia yang udah raib entah kemana.. hohoho…

    huahhahahaha

    PS. salam kenal ya mba ๐Ÿ™‚

  18. kriteria: yang bisa panjat tebing ajah deh mbak dian..hehehe

    p.s my first koment (“,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Mangga Indramayu dan Exploitasi Tubuh Perempuan

Apa yang muncul di kepala tentang Indramayu? Mangganya yang enak? Perempuannya yang cantik? Atau keduanya secara bersamaan? Dua tahun lalu, pada saat menyelesaikan tugas akhir kuliah, saya menghabiskan beberapa waktu tinggal di Indramayu untuk mengumpulkan data. Indramayuโ€”satu kabupaten di Jawa Baratโ€”bukan tempat yang asing buat saya. Sebelumnya, bersama OnTrackMedia Indonesia,...

Read More →

Ketika Ibu Melupakanku

Lagi-lagi, di saat beberes lapak, saya menemukan bahwa di sini belum pernah tertulis apapun yang berkaitan dengan novel Ketika Ibu Melupakanku. Novel ini diangkat dari kisah nyata DY Suharya yang ibunya terkena demensia. Menurut yang sudah membaca, mengharu biru dan bikin mewek. Saya sendiri ingat beberapa kali nangis dalam proses...

Read More →

Taj Mahal, Monumen Egois

Lebih dari empat tahun lalu saya mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke India, untuk mengikuti Konferensi Alzheimer se-Asia. Thanks to ALZI for this. Dan seperti halnya India 1st time traveler, pasti akan menjadikan Taj Mahal sebagai salah satu tujuan wajib. Karena waktu yang kami miliki tidak banyak, maka menyewa seorang pemandu...

Read More →

Semalang di Malaysia

Setiap perjalanan selalu meninggalkan bekas yang berbeda. Begitu juga dengan perjalanan saya ke Malaysia beberapa waktu yang lalu. Perjalanan ini sama sekali bukan perjalanan wisata. Kami empat orang di dalam satu tim yang sedang mengemban misi untuk pengambilan gambar untuk video training calon Buruh Migran Indonesia (BMI) dengan tujuan Malaysia....

Read More →

Rahasia Hati

Baru sadar banget bahwa saya belum pernah menulis apapun tentang Rahasia Hati, novel saya yang ke-4, terbit 2012. Maka karena udah agak terlalu lama buat mereview tulisan sendiri, saya browsing dan menemukan beberapa tulisan yang merupakan review atau sinopsis novel itu. Silahkan dibaca sendiri dan... terima kasih sudah menulis tentang...

Read More →

Adik Sampai Tua

Hari itu suasana GOR lain dari biasanya. Ibu-ibu baik hati yang memakai seragam biru berkumpul semua setelah beberapa diantaranya menjemput teman-temanku. Temanku juga datang semua bersama ibu-ibu mereka. Tapi aku tidak melihat si Bapak. Kami menyebutnya bapak karena dia seperti bapak untuk kita semua. Sebetulnya dia itu sama seperti ibu-ibu...

Read More →

Lucky Bastard #4: Lahir di Generasi Musik Terbaik

Sejak kecil saya selalu merasa istimewa. Terserah apa kata orang! Pokoknya saya istimewa :) Well, ainโ€™t we all? Maka untuk membuktikan keistimewaan saya, saya sering menghabiskan waktu untuk mencari apa yang membuat saya istimewa. Dimulailah dengan menanyakan pada Google, what happened on 1976. Maka saya menemukan beberapa kejadian berikut (ini...

Read More →