debat capres semalam

Tadi malam awalnya saya tidak berniat menonton TV, seperti malam-malam yang lain. Tapi karena di-SMS Rani disuruh liat metro TV yang menayangkan tentang betapa memprihatinkannya kondisi hutan kita, maka akhirnya saya ngungsi ke kamar mb Rini. Maklum, TV saya sudah 2 bulan ini saya ungsikan ke kos Rani. Mencoba hidup tanpa TV.

Maka semalam sebelum menyaksikan hutan kita dibakar secara kejam, saya malah nyasar ke debat capres. Nah, berhubung saya bukan Anies Bawasdan yang canggih politik, bukan juga Helmi Yahya yang pandai mengolah kata, apalagi Desi Anwar yang tenang tapi menghanyutkan, maka saya malah melihat hal-hal yang mungkin tidak anda lihat. Seperti percakapan berikut ini misalnya:

  • A : *nyinyir* hidiiihhhh… ada yang bajunya ngembar-ngembarin. nggak punya warna sendiri ya?
  • B : yes!! bajuku lebih keren… nggak perlu salah melangkah, nggak nyrimpet-nyrimpeti…
  • C : aduh!! aku salah kostum. *tetap berusaha tersenyum* kok nggak ada yang ngasih tau kalau acara hari ini ada dress code-nya sih. *tetap senyum*

Anies : yak… waktu anda 10 menit untuk menyampaikan apapun yang anda ingin sampaikan.

  • A : 10 meneeeettt???
  • B : hhmm… pasti ada yang panik. nggak biasa ngomong sih
  • C : sip! aku tinggal menyimpulkan apa yang udah mereka omongin sebelumnya. atau… bikin sesuatu yang beda sama mereka. yippiie…

Udah ah, itu aja yang saya liat semalam di debat capres, yang awalnya dibilang akan menjadi tonggak sejarah, tapi menurut saya kok agak terlalu adem ayem. Mau tepuk tangan aja pake diatur-atur. Katanya negara demokrasih!!

← nilai jodoh dalam pelajaran sekolah
garuda di dadaku →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik.
#dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. Katanya “Debat Capres”, tapi kok debatnya sedikit??? 😕

    * A : 10 meneeeettt???
    * B : hhmm… pasti ada yang panik. nggak biasa ngomong sih
    * C : sip! aku tinggal menyimpulkan apa yang udah mereka omongin sebelumnya. atau… bikin sesuatu yang beda sama mereka. yippiie…

    Anda bisa mbaca pikiran capres ya? :mrgreen:

  2. hooo… ada debat capres ya semalem?
    pantes di ruang tipi banyak yang ngumpul…

    tak kira gelar tinju mangkane aku males nonton…

    *ditimpukibatukali*

  3. @Didut: dimana ada bolanya?

    @Rast: soalnya bingung mau membaca mereka dengan cara bagaimana

    @Huang: iya banget..

    @Suwung: kan udah janjian dulu mas… makanya kompaq, hehe

    @Liyak: coba kalo Ridho Rhoma yg di TPI, aku juga pasti pindah ke sana

    @Yoan: *ditimpuk bener*

    @Nat: hihihi… aku juga gak kenal. pokoknya calon presiden lah, katanya

    @Animus: terima kasih pemberitahuannya 😉

  4. debat yang aneh…normatif banget….parsial..dan jauh di awang-awang
    debat kok saling setuju hehehe, trus kemana itu tuduhan soal neolib?
    katanya indonesia blom bisa debat kayak di amerika, jadi pupus sudah harapan saya ketika ingin melihat para kandidat saling bantai, layaknya obama meng KO McCaine.
    ngomong2 soal capres, boleh ngelepasin unek2 di sini gak bu? kalo gak boleh sensor aja ya.

    terus terang dari ketiga kandidat, saya gak ada yang sreg sama sekali. Yang satu, teriak2 anti NeoLib,padahal saat memerintah dulu, kebijakannya juga liberal. dan menggembor2kan bahwa NeoLib adalah hal yang busuk, yang harus dijauhi layaknya Komunis pada masa OrBa, atau Nekolim saat OrLa. dan untuk kandidat yang satu ini, saya harap jika kalah nanti tidak lagi bikin statement yang aneh. dulu waktu kalah tahun 2004, dia bikin pernyataan kalo dia gak kalah, cuma kekurangan suara. Bahh… saya yang bodo ini jadi merasa makin bodo kalo denger pernyataan itu, tapi setelah saya pikir2 peryataan itu berasa inspiratif sekali. Taufik Hidayat bisa mengambil inspirasi dari pernyataan ini.. dia bisa bilang, gak kalah dari lin dan, cuma super Dan selalu dapet angka 21 duluan hehehe.

    sedang capres satunya, PD nya setengah mati, bahkan yakin kalo pemilu cuma akan berlangsung satu putaran.

    dan yang satu lagi,punya program yang berlainan dengan incumbent sekarang, padahal dia masih ada di pemerintahan.

    aahhh…besok contreng nomer 4 aja, dengan capresnya Optimus Prime, yang punya slogan “lanjutkan program yang pro rakyat dengan lebih cepat dan lebih baik”.

    fuiiiihh banyak…

  5. tadi malem lumayan cairlah.
    salut buat pratikno dan terlihat JK mendominasi, SBY kurang “galak dan Mega…hmmm no comment lah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi; n. Ujian Pertama

Hari itu matahari bersinar ragu-ragu di kota kecil kami. Aku adalah seorang istri salihah di antara para lelaki di dalam keluarga besar kami. Hari itu aku memakai celana panjang warna hijau tentara, kemeja hitam berhias bunga merah di dada, kerudung merah dengan manik-manik keperakan menempel di kepalaku. Bukan jilbab. Helaian...

Read More →

Lucky Bastard Ep. 1; Hadiah Ulang Tahun ke Bali

Seri Lucky Bastard ini adalah cerita tentang anak manusia yang super beruntung. Nggak cantik-cantik banget, nggak pinter-pinter banget, nggak gigih-gigih amat, kadang baper, kadang semau udelnya. Tapi seluruh dunia suka gitu aja ngasih dia kado yang dia pengenin. Nggak semuanya juga sih. Karena kalau semua yang dia minta dikasih, sekarang...

Read More →

The Shape of Water, Film Cinta Anti Mainstream

Nonton film kelas Oscar itu biasanya membuat saya tertidur, sehingga kehilangan beberapa scene. Kalau mau maksa banget, saya bisa menonton film-film Oscar beberapa kali, untuk memastikan tidak ada bagian-bagian penting yang saya lewatkan ketika tertidur. Dan itupun biasanya saya tonton setelah nyaris memasuki masa Oscar tahun berikutnya. Tetapi tahun ini...

Read More →

Ambar Margi; m. Aku atau Kamu?

Setelah hari-hari berat pulang balik rumah – rumah sakit yang kujalani, akhirnya ada juga cerita gembira yang bisa kubagi. Bapak pulang dari rumah sakit. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Operasinya berjalan lancar. Air yang dikeluarkan dari paru-parunya dua botol minuman ukuran sedang. Aku tidak habis pikir dari mana asal air...

Read More →

Geocaching, Melihat Dunia dengan Cara Berbeda

Baru pertama mendengar kata geocaching? Saya juga baru mendengarnya beberapa bulan lalu. Dan sejak saat itu, agak sulit untuk berhenti memikirkannya. Apakah saya terdengar berlebihan? Yes! Saya memang jatuh cinta pada geocaching, kalau definisi jatuh cinta adalah tidak bisa berhenti memikirkan sesuatu yang kita cintai setiap saat. Apa sih Geocaching...

Read More →