King on FeMale Jogja

Kalau kapan hari posting tentang ‘king’ yang bisa bermakna ganda, kali ini maknanya cuma satu. King yang the movie. Juga bukan king kong ya…

Rabu, 2 Juli kemaren crew dan pemain film King pada main ke studio FeMale Jogja. Dan namanya rejeki ya… kok ya ndilalah, hari itu nggak ada penyiar yang bisa siaran. Ada yang sakit, ada yang sakit… dan ada yang sakit.ย  Terpaksalah aku, si veteran penyiar, yang terakhir kali on air seabad lalu, harus siaran lagi. Foto di bawah ini menunjukkan kadar kegrogian yang luar biasa. Untunglah ada Arwin yang mendampingi.

Jam 4 percis, the King crew datang. Dan mereka langsung mengacaukan hari pertama siaranku dengan pekikan: INDONESIA *plok plok plok plok* INDONESIA *jreng jreng jreng jreng* INDONESIA!!! Teriakan khas suporter bulu tangkis. Ari Sihasale, Nia Sihasale, Asrul Dahlan, Gery Puraatmadja, Lucky Martin si kribo pemeran Raden, dan Rangga pemeran Guntur.

Ranggaย  ternyata memang pendiam. Tapi kalau udah kepencet tombok gokilnya, suka ngaco juga dia. Dia bilang, peran paling sulit adalah waktu disuruh berantem sama Raden. Lalu take terbanyak, waktu Pak Tedjo sang ayah yang diperankan sama Mamik Srimulat adalah waktu bilang, “lama-lama foto ibumu tak taruh lemari nanti.” karena selalu jadi begini, “lama-lama ibumu tak taruh lemari nanti.” jyaaahhh… Srimulatnya belum ilang…

Di obrolan yang berlangsung satu jam ini, kebongkar semua kekacauan selama syuting. 30 hari lebih ngumpul di satu desa tanpa sinyal HP, mesti ke puncak gunung jalan kaki, ngambil gambar rusa berlarian dari heli, retake scene berkali-kali. Mereka udah bener-bener jadi kayak keluarga.

Dan waktu ditanya apa dampak film ini buat mereka, ternyata jawabannya menarik. Crew film sekarang rajin main bulu tangkis at least seminggu sekali. Pada beli raket. Rangga jadi semakin rajin latihan. Semakin rajin nyanyiin lagu-lagu nasional. wuihhh… keren kan? Dan ngomongin tentang lagu nasional ini, Nia cerita kalau waktu dia ke Bangkok, sempet kaget sekaligus haru. Sebelum film Terminator diputar di sebuah ajang festival film, semua penonton disuruh berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaannya.

Dulu katanya di Jakarta pernah. Setiap tanggal 17, semua bioskop mewajibkan lagu Indonesia Raya dinyanyikan sebelum film main. Sayangnya tradisi bagus ini nggak berlanjut. Semoga ada pengusaha bioskop yang tertarik sama ide nasionalisme macam ini ya…

Film terbaru mereka?? Tunggu aja… sedang dikerjakan katanya. Eh, yang kemaren dapet hadiah buku dan kaos, itu yang milih Rangga sama Lucky sendiri ya. Selamat…

Ohya, all pictures are taken by Bram Antaredja my colleague. Keren kan??

← Arisan FeMale 80s
nyanya nari →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. pengen nonton filmnya
    tp hrs nunggu vcd or dvdnya nih
    hmm….

    eniwei salam kenal
    nice blog u have here ๐Ÿ™‚

  2. seru ya mbk keliatannya ๐Ÿ™‚
    liat ruang siaran, jadi nostalgia pas diwawancara sama I-Radio ttg milis mari merajut ๐Ÿ™‚

  3. oo, mbak ni penyiar yah ? hebatttt…. *keprok2*
    mbak, kok di kompiku pic-nya ga kliatan yah ?
    eh, iya, salam kenal mbak…

  4. @rio: ayo nonton. bagus beneran kok

    @mas iwan: amien

    @linda: iya, emang seru… merajut juga seru

    @warm: penyiar? penyiar yang mana? ๐Ÿ˜‰

    @frozzy: aku bukan penyiar – penyiar – penyiar *nyanyikan dengan nada aku bukan boneka ya*

  5. oom King gak ikut ya bu??

    karena film ini, peristiwa All England ’76 diungkit-ungkit lagi, soal King yang diharuskan mengalah di final saat menghadapi Rudi Hartono.
    harusnya kemaren2 aku titip pertanyaan. soal kenapa baru sekarang ada film soal bulutangkis dan kenapa harus Liem Swie King. sayang King gak pernah jadi juara dunia. Tapi King mewariskan suatu buat dunia badminton, yaitu warisan teknik yang dia punya yang sekarang banyak dipakai semua pemain badminton top dunia, apalagi kalo bukan “King Smash”, yang dulu waktu dipakai oleh King banyak yang bilang aneh, karena King berasa gak sabaran aja karena harus melompat dulu untuk melakukan smash saat shuttlecock masih tinggi di udara.

    King gak perlu jadi raja untuk jadi King ๐Ÿ˜€

  6. why FRI di jakarta, karna EO dan tim suksesnya ada di jakarta mbk ๐Ÿ™‚ ayo mbk bikin jg di jogja, kami dukung deh ๐Ÿ˜‰
    kutunggu di FRI 2009 ya mbk ๐Ÿ˜‰

  7. Kenapa ga panggil aku, mbak..

    Aku kan selesai siaran di radio baruku jam 12 siang, tuh. Jalan kaki ke studio radiomu paling cuma 15 menitan. Langsung deh, siaran….

    *ngeloyor pergi sambil tetep ganteng*

  8. @coy: king cuma muncul di film. keren pollll

    @bunga: aku sudah mengirimu kopi ke ‘rumah’mu

    @linda: semangattt… semoga bisa ya..

    @mas gan: eh mas *rumpi* aku kemaren emang kepikiran buat telpon kamu!!! tapi aku curiga aku nggak boleh melakukannya (lagi) hahahaha

  9. sore ini pengen ajakin anakku nonton, tapi kok perjuangannya cukup berat ya??…hiks….

  10. kapan ya bisa nonton.. huhuhu..

    eh, jadi inget pengalaman nonton pas 17an dan sebelum film mulai ada lagu indonesia rayanya ๐Ÿ™‚

  11. aku malah jd inget novel laskar pelangi, dimana ikal pernah bercita-cita untuk nulis buku “bulutangkis dan pergaulan” *curiga nia terinspirasi itu jg*

  12. kalo di game Call Of Duty level veteran itu level paling tinggi, paling susah. brarti sampeyan ini penyiar paling manteb tho, karena sudah veteran ๐Ÿ˜†

  13. @liyak: aku curiga begitu… *gaya serius padahal gak baca novelnya sampe selesai*

    @Mas stein: *kedip-kedip hidung kembang kempis*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Mangga Indramayu dan Exploitasi Tubuh Perempuan

Apa yang muncul di kepala tentang Indramayu? Mangganya yang enak? Perempuannya yang cantik? Atau keduanya secara bersamaan? Dua tahun lalu, pada saat menyelesaikan tugas akhir kuliah, saya menghabiskan beberapa waktu tinggal di Indramayu untuk mengumpulkan data. Indramayuโ€”satu kabupaten di Jawa Baratโ€”bukan tempat yang asing buat saya. Sebelumnya, bersama OnTrackMedia Indonesia,...

Read More →

Ketika Ibu Melupakanku

Lagi-lagi, di saat beberes lapak, saya menemukan bahwa di sini belum pernah tertulis apapun yang berkaitan dengan novel Ketika Ibu Melupakanku. Novel ini diangkat dari kisah nyata DY Suharya yang ibunya terkena demensia. Menurut yang sudah membaca, mengharu biru dan bikin mewek. Saya sendiri ingat beberapa kali nangis dalam proses...

Read More →

Taj Mahal, Monumen Egois

Lebih dari empat tahun lalu saya mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke India, untuk mengikuti Konferensi Alzheimer se-Asia. Thanks to ALZI for this. Dan seperti halnya India 1st time traveler, pasti akan menjadikan Taj Mahal sebagai salah satu tujuan wajib. Karena waktu yang kami miliki tidak banyak, maka menyewa seorang pemandu...

Read More →

Semalang di Malaysia

Setiap perjalanan selalu meninggalkan bekas yang berbeda. Begitu juga dengan perjalanan saya ke Malaysia beberapa waktu yang lalu. Perjalanan ini sama sekali bukan perjalanan wisata. Kami empat orang di dalam satu tim yang sedang mengemban misi untuk pengambilan gambar untuk video training calon Buruh Migran Indonesia (BMI) dengan tujuan Malaysia....

Read More →

Rahasia Hati

Baru sadar banget bahwa saya belum pernah menulis apapun tentang Rahasia Hati, novel saya yang ke-4, terbit 2012. Maka karena udah agak terlalu lama buat mereview tulisan sendiri, saya browsing dan menemukan beberapa tulisan yang merupakan review atau sinopsis novel itu. Silahkan dibaca sendiri dan... terima kasih sudah menulis tentang...

Read More →

Adik Sampai Tua

Hari itu suasana GOR lain dari biasanya. Ibu-ibu baik hati yang memakai seragam biru berkumpul semua setelah beberapa diantaranya menjemput teman-temanku. Temanku juga datang semua bersama ibu-ibu mereka. Tapi aku tidak melihat si Bapak. Kami menyebutnya bapak karena dia seperti bapak untuk kita semua. Sebetulnya dia itu sama seperti ibu-ibu...

Read More →

Lucky Bastard #4: Lahir di Generasi Musik Terbaik

Sejak kecil saya selalu merasa istimewa. Terserah apa kata orang! Pokoknya saya istimewa :) Well, ainโ€™t we all? Maka untuk membuktikan keistimewaan saya, saya sering menghabiskan waktu untuk mencari apa yang membuat saya istimewa. Dimulailah dengan menanyakan pada Google, what happened on 1976. Maka saya menemukan beberapa kejadian berikut (ini...

Read More →