nyanya nari

Yang namanya emak… nggak mungkin nggak bangga ketika ngomongin anak. Dan sekali ngomongin anak, pasti nggak ada habisnya. Iya kan? Hayooo… yang merasa sama, tunjuk tangan!!

Dan ini dia anakku yang membanggakan itu. Yang biarpun idolanya masih Charlie ST 12 dan Hijau Daun, tetapi dia tetap menyukai Diego dan membaca serial 3 Menit dan Bobo. Perpisahan kelas 6 lalu, dia mendapat kesempatan untuk menari. Which actually was her mother dream. Aku diikutkan kelas menari sejak kelas 1 SD sampe dengan kesadaran sendiri ikut ekstra nari SMA dulu, tetep aja nggak ada yang bilang gerakanku luwes. Fiuhh… so here I am, membatalkan diri untuk ikut seleksi Dream Girls karena sudahlah nggak bisa nyanyi, menaripun terseok-seok.

Lihat lihat itu, Vanya sebelah kanan sendiri, yang pake iket pink. Dia luwes kan narinya? Ah… tak salah lagi aku. Mungkin dia yang akan meneruskan cita-cita ibunya menjadi penari. Hihihi… kidding, baby. Jadilah yang terbaik yang kau mau. Tak perlu meneruskan cita-cita ibumu, kalau itu bukan cita-citamu.

Lipstiknyaaaa… nggak kuatttt… Dia pasti menjaga sekali cara tersenyumnya. Hehehe… I love you, baby. You know I do.

← King on FeMale Jogja
merajut mimpi →

Author:

Dian Purnomo adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dian lahir 19 Juli 1976 di Salatiga.

  1. yeap!!! musti inget itu… anak bukan penyambung cita cita ibu… tapi punya jalannya sendiri ๐Ÿ˜€

    so cute lil girl!! ๐Ÿ˜€

    eh dear akuh punya PR iseng2 buatmu ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  2. anak yg akan tampil di pesta seni, sejak jauh2 hari org tua yg sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk si buah hati. anak tampil bagus, hati siapa yg tidak bangga ya…

  3. Terkadang anak menjadi “pelampiasan” cita-cita ortunya yang gak kesampean.
    Apalagi kalo ‘pelampiasan itu berhasil membuat anak tersebut suka, wah pasti bangga bgt ortunya.
    Contohnya postingan ini, bener gak, mbak? atau saya sok tahu ya…

    Lam kenal ya

  4. Yang namanya emakโ€ฆ nggak mungkin nggak bangga ketika ngomongin anak. Dan sekali ngomongin anak, pasti nggak ada habisnya…

    Ah… salah satu lagi hal yang menyebalkan dari ibu-ibu…. :mrgreen:

    *kabur*

  5. waduh,anakx dah gede ya mbak..subhanallah,anak saya 2 msh batita dan balita,sy yakin mereka tdk akan nari sperti anak mbak soalnya anak laki,hehe

  6. @rist… liat aja sampe kamu jadi ibu2.. hehe

    @ummu: tunggu saja sampai kelucuan mereka keluar jeng… btw, mau komen di multiply, saya lupa account saya, hehe

    @akmal: janji!! nggak bakal maksa!!

    @ade: iya banget… jarang2 kan, dia bisa pake lipstik

    @hajier: bukan pelamipasan kok… suwer *mata melirik ke atas*

    @usil: ok ok… thanks for the award yah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →

Secret Sender

Malam ini neneknya Vanya menanyakan ke saya, apakah saya mengirim bunga untuk anak saya. Hmmm... sore tadi kita nonton Logan bareng, jadi kayaknya agak aneh kalau saya mengirimkan bunga setelahnya. Kalau ada yang mau saya kirim ke anak saya, adalah makanan. Biar dia nyemil sambil belajar atau baca buku/novel/apapun. Kayak...

Read More →

Simposium Lingkungan Ramah Demensia

Kembali semesta memberi saya kado istimewa tahun ini. Perjalanan ke Nagoya ini seharusnya ditujukan pada kolega saya, DY tetapi karena dia sendiri harus berkeliling Eropa untuk memenuhi undangan pertemuan Dementia Council, maka saya yang mendapat keuntungan. Sebuah perjalanan ke negara yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, serta belajar langsung dari...

Read More →

Selingkuh

Akhirnya saya memutuskan mengakhiri selingkuh setelah bermalam-malam mengalami kesulitan tidur dan produktivitas terganggu karenanya. Yang di atas itu adalah headline untuk mendapatkan traffic tinggi bagi website para artis atau politisi. Kalau saya, berita sesungguhnya adalah: Saya baru saja menyelesaikan membaca novel Selingkuh yang ditulis oleh Paolo Coelho setelah bermalam-malam lembur...

Read More →

Lucky Number Two

Beberapa hari lalu saya iseng apply ke sebuah web semacam ramalan berdasarkan tanggal lahir & apa yang saya inginkan di masa depan. Tanggal lahir saya tentunya tidak berubah, tetapi ketika disuruh memilih informasi apa yang ingin saya dapatkan, saya mulai galau. Pilihannya adalah: cinta, uang, pekerjaan, yang lainnya saya lupa....

Read More →