don’t let them terrorize us

Another bomb, another terror, another victim, another broken heart. Gosh!! I cried when I saw the terrorist bombed Marriot and Carlton on TV. How dare they did it again and again. I wonder if they had heart or not.

How many people has to die because of what the terrorist did, how many children left crying for their dying parents, how many wound this country has to face. My deep condolences for the family of the victim, for Indonesia and for the people who responsible for the bombing.

I remember one of Angelina Jolie’s movie. A Mighty Heart. After she watched her husband being brutally murdered by the terrorist, she just scream loudly, then said, “All the terrorist want is, terrorizing us. Just don’t give it to them. Don’t be frightened, don’t be afraid. Let’s do what we have to do. Keep moving.” Well, of course she didn’t precisely saying the same way, but more or less, it has some meaning.

And all I’m gonna say here is exactly the same. Don’t be frightened. Don’t point on somebody else’s face. Cos once we judge some religions, community, person or other country responsible for it, that’s the time their mission accomplished.

What can we do now? Simply forgive them. They have family, they have God in which they believe in. And don’t forget that they’re gonna die one day. They will be judge by whatever they did here in this world. Right in time.

← my baby's poetry
Arisan FeMale Flowery Party →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. sebetulnya teroris itu kecele banget, ternyata kita-kita tidak merasa terteror oleh ulah mereka. justru kita kasihan kepada mereka, menyia2kan usia muda yg katanya akan masuk surga.
    *surga dari hongkong?*

  2. – guskar: hahaha… surganya bikin sendiri kali

    – acha: setuju sama acha

    – angga: siap ngga! semua sebab ada akibatnya!

  3. miris liat aksi bom bunuh diri
    di dunia matinya mengenaskan, tubuhnya hancur lebur
    gimana di akhirat nanti ya… hiiiiiiii serem

  4. gak tau gimana sebenernya dasar mereka melakukan bombing di negeri ini.
    kalo mau jihad, kenapa gak gabung ke MILF di filipina, atau balik lagi ke afgan atau gaza???

    yang pasti gara2 bom ini (ambil dari iklan TRI)…
    INI BUDI (good)
    BUDI BATAL MAIN BOLA (very good)
    MANU TAKUT DENGAN BOM (setan kok takut bom)

  5. eh sedikit nambahin….
    MILF di sini bukan Mother that I Like to F*** yaa…. 😀
    tapi Moro Islamic Liberty Federation

  6. – linda: pasti lebih ancur, hehe

    – dyer: nggak usah diterangin deeeehhh

    – akang: salam cinta damai juga

    – alam: asal jangan gantian neror ya mas… 😉

  7. btw.. filmnya angelina jolie itu juga kisah nyata da…

    dan jangan pernah membawa sebuah agama buat tindakan yang sudah pasti tidak ada satupun agama merestuinya…

  8. ya bu, kita pasti pernah (walau sedikit) takut, tapi ketakutan itu toh nggak boleh dibiarkan berkembang dan menguasai diri kita…

  9. – chie: lagi dikasih ujian aja say…

    – nat & akang: akur!!! setuju!!

    – arc: aaaaa….. bauuuu

    – yoan: berarti, kita lawan ketakutan itu ya dear..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

figur

Edisi Figur ini akan menjadi chapter baru di dalam hidup blog saya, di mana semua yang ada di dalam kategori ini merupakan persembahan penuh pada orang-orang yang: - Benar-benar ada (bukan tokoh fiksi) - Sangat saya cintai - Berpengaruh dalam hidup saya - Lucunya nggak termaafkan - Memiliki kehidupan yang...

Read More →

Tips Tetap Waras di Dunia yang Menggila

Terpapar informasi-informasi getir tentang terorisme dan bagaimana anak ikut dieksploitasi dilibatkan didalamnya, lalu anak-anak kembali menjadi korban, mau gila rasanya. Lebih gila lagi karena membaca komen-komen di media sosial baik yang pedih getir prihatin dengan kejadian ini, maupun yang nyinyir salah tempat dan akhirnya malah ditangkap yang berwajib. Tergoda untuk...

Read More →

Ambar Margi; n. Ujian Pertama

Hari itu matahari bersinar ragu-ragu di kota kecil kami. Aku adalah seorang istri salihah di antara para lelaki di dalam keluarga besar kami. Hari itu aku memakai celana panjang warna hijau tentara, kemeja hitam berhias bunga merah di dada, kerudung merah dengan manik-manik keperakan menempel di kepalaku. Bukan jilbab. Helaian...

Read More →