Hottest Female Blogger Award

Horeee!!! dapat award lagi. Tanggal 7 September ini Violet memberikan Hottest Female Blogger award. Makasih yah sis. Ini dia awardnya

PR dari award ini :

  1. Banner Award tidak boleh di ubah, baik tulisan, warna dan signaturenya. Tapi kalau resize gambar boleh.
  2. Tuliskan siapa yang ngasih Award dan urlnya. Ini udah di atas tadi ya.
  3. Pilih 10 female blogger yang kamu kenal dan belum nerima Award ini, dan sebutkan alasan kenapa kamu pikir dia layak dapetin Award ini. Nah, ini dia blogger2 cantik itu:ย  Liyak, Natazya, Yoan, Linda, May, Shantoy, Stella, Uni Dede, ih… kurang dua. Ntar nyusul ah…

PR selanjutnya adalah

  • Buka search engine google
  • Tulis nama kamu di lanjutkan dengan kata “needs” misalnya Violet needs.
  • Klik “search “
  • Tulis 10 hasil pertama yang muncul di halaman itu.

Nah, ini dia hasilnya, Dian needs:

  1. Dian needs You
  2. Dian needs a Loan
  3. Dian needs on Taxpayers
  4. Dian needs to be seen to believe
  5. Dian needs ideas for the spring newsletter
  6. Dian needs to be clearly distinguished
  7. Dian needs an older man to look after her
  8. Dian needs to investigate
  9. Dian needs to go to the best facility possible to maximize her recovery
  10. Dian needs a logo for reaching Africa

Hihi… kayaknya yang paling bener nomer 7 deh. Nah, bagi yang namanya di tag, silahkan diambil awardnya jika berkenan

← a journalist can save more life than a doctor
SPAM →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. thanx mbk sayang dah di tag. awardnya kuterima, cuma bingung temen2 blog dah pesiun ngeblog dan pindah ke fb semua mbk *hiks…hiks…*

  2. percobaan k4… ๐Ÿ™

    wuihh pe er nya ajiibb tuu… sampe musti buka gugel… selamet selamet selameet iia ewotnya ๐Ÿ˜‰

  3. @genial: kok sampe berkali-kali to? kenapa ya?
    @toy: makasih yak
    @kang boed: makasih akang
    @linda: hihihi… senasib jeng. tapi tenang aja, ntar pada masanya mereka juga bakalan balik lg ke kita kok ๐Ÿ˜‰

  4. – shantoy needs actresses
    – shantoy needs models
    – shantoy needs to be updated
    – shantoy needs care
    – shantoy needs more pandas
    – shantoy needs people as well as they value my works
    – shantoy needs you, guys.. (wow, its from my own blog)
    – shantoy needs to have JavaScript enabled
    – shantoy needs TO GET THERE FROM EARLY TO AVOID DISAPPOINTMENT!!
    – shantoy needs a vacation!

    it’s fun though..

  5. Hari Raya besar umat Islam yang ditunggu2 kemeriahannya. Namun hakikatnya tidak hanya sekedar ceremoni belaka, namun diharapkan kita menjadi insan yang lebih baik kedepannya

    salam mampir ke blog kami
    Support me in SEO Contest. Thanks for your atention

  6. Lebaran sebentar lagi..dah punya ketupat belom nih pada

    Hari Raya besar yang ditunggu2 kemeriahannya. Namun hakikatnya tidak hanya sekedar ceremoni belaka, namun diharapkan kita menjadi insan yang lebih baik kedepannya

    salam mampir ke blog kami
    Support me in SEO Contest. Thanks for your atention

  7. eeehhhh..baru buka blog..baru tau ada award dari mba Dian..awww…awwww..makasih ya mba..muaaahhhh…btw..minal aidin wal faidzin ya mba..:D

  8. berarti saiia gag tau klu komen sebenernya uda masuk tp gag kliatan, makanya nyoba lagi dan lagi, maklum odong odong mba’ ๐Ÿ™ maaf iia ๐Ÿ™

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi: f. Perawan Tua

Aku terus dibesarkan sebagai โ€˜anak nakalโ€™ ibu. Sedikit sekali kenangan yang kuingat tentang bagaimana aku dan ibu bisa tersenyum bersama. Hampir semua yang kulakukan adalah kesalahan. Membantu mengangkat padi untuk menghindarkannya dari siraman hujan saja, tetap salah. Aku seharusnya tidak meletakkan mereka di dalam rumah lah, bukan begitu cara mengangkat...

Read More →

Ambar Margi: e. (bukan) Suami Takut Istri

Pernah terpikir di kepalaku bahwa bapak adalah sosok suami takut istri. Dia tidak pernah membelaku atau Yanto dari pukulan-pukulan yang dihadiahkan ibu pada kami. Tapi bukan karena itu. Bapak tidak pernah menyentuh ibu karena menurutnya merawat anak adalah hak ibu. Anak-anak ada di bawah kekuasaan ibu, sementara urusan lain bapak...

Read More →

Ambar Margi; c. Nakal

Sejak kecil aku tidak pernah tahu apa kesalahanku. Ibuku selalu bilang, โ€œJangan nakal! Dasar anak nakal! Awas kalau nakal!โ€ Tapi dia tidak pernah menjelaskan padaku, nakal itu apa. Waktu aku bermain lompat tali dengan teman-teman di depan rumah, ibu memanggilku. Aku mendengar tapi enggan mendatanginya. Aku hanya berteriak โ€œIyoooโ€ฆโ€ menyahut...

Read More →

Ambar Margi; b. Perempuan di Titik Nol

Suatu hari ada seorang perempuan datang ke penjara dan mengebonku untuk berbicara dengannya. Bon adalah istilah untuk para napi, jika ada petugas yang memanggil kami untuk keperluan apapun. Ada yang besuk, mau disidang, diminta tolong memijat, disuruh membersihkan ruang petugas, semua istilah awalnya sama, dibon! Aku benci istilah itu, mengingatkanku...

Read More →

Ambar Margi; Bungkus Kacang

Dulu, aku sama sekali tidak suka membaca. Sejak kelas satu SD dan baru disuruh membaca โ€œini budiโ€ dan seluruh keluarganya saja, aku sudah berusaha untuk lari dari kelas. Menurutku membaca sangat melelahkan. Karena huruf-huruf yang sama itu seperti berlompatan begitu saja dari kertas. Apalagi membaca koran, jungkir balik rasanya, harus...

Read More →

Posesif

Wajah sang perempuan sudah lebam-Lebam, lehernya berkalung bekas cekikan, tapi dia tetap menemani orang yang meninggalkan bekas luka itu, dengan alasan, "Tanpa saya, apa jadinya dia." Familiar dengan cerita seperti itu? Atau pernah berada di dalam lingkaran gelap itu? Menonton film Posesif membuat saya serasa ditarik pada kejadian 20 tahun...

Read More →

Sekolah Kids Zaman Now

Sudah seminggu ini anak saya terlihat lebih sering murung di dalam kamar dan menolak menjawab kalau ditanya kenapa. Ini sungguh mengkhawatirkan buat saya. Ada banyak kemungkinan buruk yang sudah bermain-main di kepala saya, sembari membayangkan diri saya sendiri ketika seusia dia. Enam belas tahun. Salah satu masa rawan. Hal hal...

Read More →