SPAM

Minggu lalu, pulang dari training di Solo, saya dengan gembira hati melihat di dashboard web ini. Ada 99 comments menanti. Ih, mengembang penuh hidung saya. Gila nih… Sebentar lagi rank alexa akan naik, dan harga jual makin tinggi. Bangga sekali saya. Tapi bagaikan diterjang ombak berkecepatan ratusan kilometer per jam, hidung saya langsung mengempis di detik selanjutnya, begitu saya meng-klik comment-comment tersebut. Semuanya adalah SPAM.

spam

 

Ibarat pecinta yang ditolak kekasih hati, laksana pungguk yang kesiangan dan tidak lagi melihat bulan, seperti Dian Purnomo yang malas posting dan blog walking tapi berharap webnya ramai dikunjungi orang. Owh… sunggu jauh api dari panggang. Hihihi… kalimat-kalimat tersebut adalah efek saya selesai membaca Robohnya Surau Kami digabung dengan Sang Pemimpi.

All of the comments are spam!! Mereka semua menawarkan viagra!! Hiih!!! Benci benci benci!! Do I look like one who need viagra? Am I that disappointed? Eh, ada juga sih yang enggak nawarin viagra, tapi menawarkan hal-hal nggak jelas gitu. Yang paling nyebelin adalah kalau mereka pura-pura bilang gini: I don’t usually post a comment, but I like your posting, atau ada lagi yang begini, how much do you pay for the blog, tapi link web-nya adalah ke sebuah situs porno. Nyebeliiiinnn!!!

 Now the question is, anyone… Saya yakin banyak yang mengalami tervirus spam seperti saya. Tahu cara membuat mereka tidak nyangsang ke web kita? Soalnya nggak mempan di comment, mereka tetep aja ninggalin pesen di shout box. Alamak jannnnn…

Kalau ada yang punya tips membuang mereka dari kehidupan perblogan dan perweban ini, please info ya.

← Hottest Female Blogger Award
kalau joko anwar bugil, dian purnomo?? →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. SPAM kalo dikomen emang bisa dimoderasi, tapi kalo di shoutbox sepertinya gak bisa, ya? CMIIW.

    SPAMMER itu seperti salesman yang besok hari harus udah mencapai target penjualan, yang kalo nggak tercapai dia terancam impoten seumur hidup.

    dan yang terjadi adalah…… KALAP!! 😡

  2. wah..emang parah tuh mbak kl email ato web kita dikunjungi spam2 ga penting..yah emang sih setahuku g bisa di cegah tp bisa di deleted kan?? yah meskipun korban capek tangan dan emosi tingkat tinggi hehehe..

  3. Numpang ninggalin comment yah… hehe…

    artikel yang menarik.. aku juga sebel banget nih ama yang namanya SPAM.

    emang gak kira2 deh tu SPAMMER, bikin penuh email aja.

  4. Saya sepakat ditanggal Akismet. Penagkal yang ampuh untuk SPAM. Saking ampuhnya kadang yang bukan spampun tertangkap Akismet ini he he. Dan mudah untuk dikelola dan dipasangnya. Trims atas kunjungannya. Salam kenal.

  5. Kedal ing rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  6. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  7. blogku kok dah otomatis diprotect sama akismet ya…gak mudeng aku.pernah sekali ada spam, tapi cuma dinotis ama wordpress : ada spam satu tuh, tapi dah dipithes akismet. jd penasaran, ganteng gak tu akismet

  8. sedih juga ya mbak, Terlanjur senang karena banyak komentar yang masuk, eh ternyata cuman spam. hehe…
    tips ngurangin spam, gimana ya? waduh nggak tau aku mbak. coz belum pengalaman ma Spam. hehe..
    Met Idul Fitri ya mbak, mohon maaf lahir dan batin

  9. Umm… saya juga pakai akismet tuh mbak… Jadi spam – spam yang kayak gitu, langsung diberesin ketika nyasar 🙂

  10. shout box itu gak pake moderasi sih coy, setauku ya gak bisa, tapi nanti tak cari2 dulu carane.
    yang di komen udah ada beberapa IP yang tak ban.
    hiks…seharian cuma ngapusin spam2 yang bejibun. Sapi tenan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi: f. Perawan Tua

Aku terus dibesarkan sebagai ‘anak nakal’ ibu. Sedikit sekali kenangan yang kuingat tentang bagaimana aku dan ibu bisa tersenyum bersama. Hampir semua yang kulakukan adalah kesalahan. Membantu mengangkat padi untuk menghindarkannya dari siraman hujan saja, tetap salah. Aku seharusnya tidak meletakkan mereka di dalam rumah lah, bukan begitu cara mengangkat...

Read More →

Ambar Margi: e. (bukan) Suami Takut Istri

Pernah terpikir di kepalaku bahwa bapak adalah sosok suami takut istri. Dia tidak pernah membelaku atau Yanto dari pukulan-pukulan yang dihadiahkan ibu pada kami. Tapi bukan karena itu. Bapak tidak pernah menyentuh ibu karena menurutnya merawat anak adalah hak ibu. Anak-anak ada di bawah kekuasaan ibu, sementara urusan lain bapak...

Read More →

Ambar Margi; c. Nakal

Sejak kecil aku tidak pernah tahu apa kesalahanku. Ibuku selalu bilang, “Jangan nakal! Dasar anak nakal! Awas kalau nakal!” Tapi dia tidak pernah menjelaskan padaku, nakal itu apa. Waktu aku bermain lompat tali dengan teman-teman di depan rumah, ibu memanggilku. Aku mendengar tapi enggan mendatanginya. Aku hanya berteriak “Iyooo…” menyahut...

Read More →

Ambar Margi; b. Perempuan di Titik Nol

Suatu hari ada seorang perempuan datang ke penjara dan mengebonku untuk berbicara dengannya. Bon adalah istilah untuk para napi, jika ada petugas yang memanggil kami untuk keperluan apapun. Ada yang besuk, mau disidang, diminta tolong memijat, disuruh membersihkan ruang petugas, semua istilah awalnya sama, dibon! Aku benci istilah itu, mengingatkanku...

Read More →

Ambar Margi; Bungkus Kacang

Dulu, aku sama sekali tidak suka membaca. Sejak kelas satu SD dan baru disuruh membaca “ini budi” dan seluruh keluarganya saja, aku sudah berusaha untuk lari dari kelas. Menurutku membaca sangat melelahkan. Karena huruf-huruf yang sama itu seperti berlompatan begitu saja dari kertas. Apalagi membaca koran, jungkir balik rasanya, harus...

Read More →

Posesif

Wajah sang perempuan sudah lebam-Lebam, lehernya berkalung bekas cekikan, tapi dia tetap menemani orang yang meninggalkan bekas luka itu, dengan alasan, "Tanpa saya, apa jadinya dia." Familiar dengan cerita seperti itu? Atau pernah berada di dalam lingkaran gelap itu? Menonton film Posesif membuat saya serasa ditarik pada kejadian 20 tahun...

Read More →

Sekolah Kids Zaman Now

Sudah seminggu ini anak saya terlihat lebih sering murung di dalam kamar dan menolak menjawab kalau ditanya kenapa. Ini sungguh mengkhawatirkan buat saya. Ada banyak kemungkinan buruk yang sudah bermain-main di kepala saya, sembari membayangkan diri saya sendiri ketika seusia dia. Enam belas tahun. Salah satu masa rawan. Hal hal...

Read More →