healthy local food festival

Kalau anda sudah membaca tentang slow food dan apa saya yang ada di dalamnya, posting ini relate dengan hal tersebut.

desain by Mahendra

Hari Sabtu besok, tanggal 6 Maret 2010, untuk anda yang tinggal di Jogja, atau kebetulan sedang jalan-jalan ke Jogja, monggo… saya persilahkan untuk mampir ke Studio Radio FeMale jogja, karena di halaman kami akan digelar Healthy Local Food Festival. Ini adalah hasil kerja bareng Radio FeMale, UGM, dan banyak pihak lain.

Acaranya apa aja sih? Selain anak-anak yang perform dengan kelincahan mereka di panggung, akan ada juga demo membuat makanan dari bahan-bahan lokal. Ada demi membuat mie dari ubi ungu, demo membuat kue dari tepung pisang, tepung sukun, dan masih banyak lagi.

Saya tunggu kehadiran anda ya, hari Sabtu, 6 Maret 2010, dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Pastikan perut tidak terlalu diisi penuh dulu dari rumah 😉

← grebeg sampah 2010
healthy local food festival the report →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. @sausket: ayo, sambil liburan ke jogja yuwk

    @Bibi: hayuuukkk.. kita bikin di Bandung juga yuwk

    @DV: jauh Dv… berat di ongkir

    @ravi: tanpa bahan pengawet, tanpa pewarna, dan tanpa bayaaaarrr,, hehe

    @ sedjatee: hahaha… saya nggak mencantukmkan ah, biar pake telepati aja pesennya

  2. @bibi Erry: sudah mampir. nanti saya kerjakan ya jeung… nuwun

    @silvi: hahaha… di Jogja juga gretongan kok. yuwk, main sini dulu

  3. Ini yang saya suka dari Jogja, Mb Dian. Kreativitas yang nggak ada matinya. Acara ini sangat menggoda saya, tapi nggak mungkin deh saya ke sana… Btw, desain posternya bagus banget. warnanya tajam…

  4. @edwin: matur nuwun mas, nanti saya sampaikan ke desainernya. dan kapan aja ke jogja, monggo mampir, kita jalan2 bareng

    @PR: salam kenal juga, silahkan main2 ke jogja 😉

  5. Kunjungan di pagi hari sobat, menikmati sinar matahari dan segarnya cuaca mewarnai keindahan kehidupan. Senyum, sapa dan semangat untuk hal-hal positif, chayoo ^_^…V salam

  6. @chocovan: wuah… sampe sana busuk, gimana dong?

    @agoes: boyong aja, sambil liburan yuwk

    @d3pd: selamat pagi juga. smangat!!

  7. salam sobat
    wah hari ini ya,,,digelar Healty Local Food Festifalnya,,
    coba saya mudik Yogya ya,,bisa ikutan mas Dian..

  8. Salut untuk kegiatannya mbak.
    eh ada local food yang nggak sehat, dia adalah tempe bongkrek hihihihi.

  9. @Nura: iya jeng, hari ini…

    @Intan: tenang, aku up load gambarnya sesaat lagi

    @orange: next time datang ya…

    @Agnes: gak sehat tapi enak, hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi: f. Perawan Tua

Aku terus dibesarkan sebagai ‘anak nakal’ ibu. Sedikit sekali kenangan yang kuingat tentang bagaimana aku dan ibu bisa tersenyum bersama. Hampir semua yang kulakukan adalah kesalahan. Membantu mengangkat padi untuk menghindarkannya dari siraman hujan saja, tetap salah. Aku seharusnya tidak meletakkan mereka di dalam rumah lah, bukan begitu cara mengangkat...

Read More →

Ambar Margi: e. (bukan) Suami Takut Istri

Pernah terpikir di kepalaku bahwa bapak adalah sosok suami takut istri. Dia tidak pernah membelaku atau Yanto dari pukulan-pukulan yang dihadiahkan ibu pada kami. Tapi bukan karena itu. Bapak tidak pernah menyentuh ibu karena menurutnya merawat anak adalah hak ibu. Anak-anak ada di bawah kekuasaan ibu, sementara urusan lain bapak...

Read More →

Ambar Margi; c. Nakal

Sejak kecil aku tidak pernah tahu apa kesalahanku. Ibuku selalu bilang, “Jangan nakal! Dasar anak nakal! Awas kalau nakal!” Tapi dia tidak pernah menjelaskan padaku, nakal itu apa. Waktu aku bermain lompat tali dengan teman-teman di depan rumah, ibu memanggilku. Aku mendengar tapi enggan mendatanginya. Aku hanya berteriak “Iyooo…” menyahut...

Read More →

Ambar Margi; b. Perempuan di Titik Nol

Suatu hari ada seorang perempuan datang ke penjara dan mengebonku untuk berbicara dengannya. Bon adalah istilah untuk para napi, jika ada petugas yang memanggil kami untuk keperluan apapun. Ada yang besuk, mau disidang, diminta tolong memijat, disuruh membersihkan ruang petugas, semua istilah awalnya sama, dibon! Aku benci istilah itu, mengingatkanku...

Read More →

Ambar Margi; Bungkus Kacang

Dulu, aku sama sekali tidak suka membaca. Sejak kelas satu SD dan baru disuruh membaca “ini budi” dan seluruh keluarganya saja, aku sudah berusaha untuk lari dari kelas. Menurutku membaca sangat melelahkan. Karena huruf-huruf yang sama itu seperti berlompatan begitu saja dari kertas. Apalagi membaca koran, jungkir balik rasanya, harus...

Read More →

Posesif

Wajah sang perempuan sudah lebam-Lebam, lehernya berkalung bekas cekikan, tapi dia tetap menemani orang yang meninggalkan bekas luka itu, dengan alasan, "Tanpa saya, apa jadinya dia." Familiar dengan cerita seperti itu? Atau pernah berada di dalam lingkaran gelap itu? Menonton film Posesif membuat saya serasa ditarik pada kejadian 20 tahun...

Read More →

Sekolah Kids Zaman Now

Sudah seminggu ini anak saya terlihat lebih sering murung di dalam kamar dan menolak menjawab kalau ditanya kenapa. Ini sungguh mengkhawatirkan buat saya. Ada banyak kemungkinan buruk yang sudah bermain-main di kepala saya, sembari membayangkan diri saya sendiri ketika seusia dia. Enam belas tahun. Salah satu masa rawan. Hal hal...

Read More →