dan demi waktu

Aduh, itu lirik lagunya siapa ya? Ungu? Apa Gigi? Atau Chrisye? MMm… saya nggak terlalu ingat lah. Yang jelas, waktu juga sedang menjadi issue hangat dalam kehidupan saya saat ini. Berkejaran dengan waktu, menunggu saat untuk bilang: INI LHO, YANG GUE TUNGGU SELAMA INI. Sambil menghala nafas lega.

Semenjak selesai membaca the Secret dan Sang Pemimpi, saya selalu yakin bahwa setiap kali sebuah kalimat berbentuk keinginan terucap dari mulut saya, artinya di kerumunan awan, sudah ada satu bungkusan do’a buat saya. Saya yakin banget itu. Misalnya gini nih, pagi ini saya bilang: Tuhan… saya mau proses mengurus hidup saya ini dipermudah ya. Maka Tuhan langsung membungkusnya menjadi kado buat saya. Terus suatu hari saya pernah bilang: Tuhan, saya mau dikasih pasangan yang baik dong, paham sama pemikiran saya yang suka gila, bisa mengerti kalau saya hidup di dalam keluarga besar yang unik, bisa berjalan di sebelah saya membawa berbagai papan peringatan, kali-kali saya ngaco di jalan, saya mau saya juga bisa mengerti dia, saya mau dia berbicara dengan bahasa yang sama dengan saya. Saya yakin Tuhan sudah membungkuskannya sejak pertama kali saya meminta itu, entah berapa tahun yang lalu. Hanya saja, Tuhan tidak pernah memberitahukan kapan waktu yang tepat untuk menjatuhkan kado itu.

Kenapa Tuhan merhasiakan waktu penjatuhan kado itu coba? Karena somehow Tuhan tahu, bahwa begitu kita mendapatkan kado berupa terkabulnya do’a, maka di belakangnya manusia sudah akan siap permintaan-permintaan selanjutnya. Hihi… sibuk bener ya, Tuhan…

Jadi, saya pikir Ade benar. Sekarang ini, kita tidak perlu kuatir sama apapun kecuali waktu. Semua udah ada yang ngatur. Semua keinginan kita sudah dibungkuskan dengan rapi, pake pita malah. Berarti, sekarang saya akan menambah satu do’a wajib lagi buat Tuhan.

Tuhan… beri saya waktu untuk sempat menangkap dan menikmati kado-kado dari-Mu ya… 🙂

Eh, kalau saya sering kali menyebut nama Ade, dia adalah salah satu kado dari Tuhan buat saya. Gambar saya dapat di sini 

← hari ini
baharui komitmen untuk HIV/AIDS →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. Selamat menunggu kadonyalah…

    cuma satu hal yang saya tahu tentang kado dari-Nya…
    “Kado itu selalu datang tepat pada waktu-Nya”

    Hanya saja saya juga tahu satu hal lagi,
    “Kadang-kadang manusia tak mengambil kado itu tepat pada waktu-Nya”..!

  2. wah… kalau saya bisanya cuma minta, sering lupa bersyukur…. semoga Tuhan juga memberi saya waktu untuk menikmati kado-kadoNya…

  3. itu judul lagu ungu mbak.. hheee. ga penting ya. 😛
    setiap doa pasti akan dijawab oleh Tuhan.. entah langsung ataupun melalui perantara yg tanpa kita sadari.

  4. Selamat menunggu kadonyalah…

    cuma satu hal yang saya tahu tentang kado dari-Nya…
    “Kado itu selalu datang tepat pada waktu-Nya”

    Hanya saja saya juga tahu satu hal lagi,
    “Kadang-kadang manusia tak mengambil kado itu tepat pada waktu-Nya”..!

    aku suka comment ini, dan setuju 🙂

  5. tuhan itu memang baik ya, selalu sibuk membuat kado untuk orang2 yg meminta padanya. walaupun memang kapan dikasihnya ndak tau 😀

    aku juga lagi nunggu kado sesuatu, semoga akan di berikan tepat pada waktunya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

figur

Edisi Figur ini akan menjadi chapter baru di dalam hidup blog saya, di mana semua yang ada di dalam kategori ini merupakan persembahan penuh pada orang-orang yang: - Benar-benar ada (bukan tokoh fiksi) - Sangat saya cintai - Berpengaruh dalam hidup saya - Lucunya nggak termaafkan - Memiliki kehidupan yang...

Read More →

Tips Tetap Waras di Dunia yang Menggila

Terpapar informasi-informasi getir tentang terorisme dan bagaimana anak ikut dieksploitasi dilibatkan didalamnya, lalu anak-anak kembali menjadi korban, mau gila rasanya. Lebih gila lagi karena membaca komen-komen di media sosial baik yang pedih getir prihatin dengan kejadian ini, maupun yang nyinyir salah tempat dan akhirnya malah ditangkap yang berwajib. Tergoda untuk...

Read More →

Ambar Margi; n. Ujian Pertama

Hari itu matahari bersinar ragu-ragu di kota kecil kami. Aku adalah seorang istri salihah di antara para lelaki di dalam keluarga besar kami. Hari itu aku memakai celana panjang warna hijau tentara, kemeja hitam berhias bunga merah di dada, kerudung merah dengan manik-manik keperakan menempel di kepalaku. Bukan jilbab. Helaian...

Read More →