Belajar dari Lula
December 8th, 2009
Tentu saja bisa Lula siapa saja, termasuk Lula Kamal dan Lula Maya. Oh, itu Luna Maya ya? Tapi yang kali ini saya maksudkan adalah Lula da Silva, atau Luiz Inacio Lula da Silva nama lengkapnya. Dia adalah presiden Brazil saat ini. Kurang lebih sama dengan presiden kita yang sudah terpilih untuk kedua kalinya, Lula juga sedang menjalani periode ke-2nya sebagai presiden. Tapi bedanya adalah, saya merasa di keterpilihan keduanya ini, presiden kita dihajar semakin banyak masalah dan tampaknya masih belum berbuat banyak. Well, mungkin sudah, hanya saja hasilnya yang belum tampak. Owh… semoga ini tidak terdengar seperti membela diri sekali ya. Sementara Lula sudah menunjukan ke mata dunia sampai akhirnya istilah BRIC (Brazil,Russia, India, China) yang muncul di tahun 2001, bisa benar-benar dirintis jalannya, sehingga ekonom Jim O’Neill tidak hanya melontarkan ide kosong saja tentang 4 negara yang dikatakan akan melesat perekonomiannya dan mengalahkan negara-negara G7 sekarang. Karena negara-negara tersebut memang terbukti melesat. Termasuk Brazil.

Dan itulah kenyataannya. Kalau saja singkatan BRIC itu, I-nya stands for Indonesia, mungkin saat ini saya tidak akan membuat tulisan ini. Sayangnya, I dalam BRIC adalah masih India, dan bukan Indonesia. B-nya jelas untuk Brazil, itulah kenapa saya menulis ini. Membayangkan seandainya Indonesia dipimpin oleh seorang negarawan semacam Lula itu, saya sudah bisa mencium aroma sorak sorai yang tulus dari rakyat ketika menyambut presidennya berkunjung. Saya yang akan berada di baris terdepan. Dan bukan teriakan demo menuntut ini itu ketika pemimpin yang seharusnya mereka kagumi datang.
Lula yang berangkat dari keluarga miskin, yang bahkan orang tuanya hanya mampu menyekolahkan dia sampai kelas 4 SD saja, bisa mewakili rakyat dalam arti sesungguhnya. Memberikan subsidi pada perempuan yang sedang memiliki tanggungan untuk pendidikan anak, dan bukan memberikan BLT yang mengakibatkan kericuhan di sana-sini, kesimpangsiuran data, ketidakmerataan, dan sebagainya. Lula juga (kabarnya) paham banget setiap inci daerah di Brazil. Mmmm… saya tidak memaksa presiden kita untuk paham daerah-daerah di Indonesia semua sih, karena pasti terlalu besar untuk anda, tapi setidaknya kenalilah setiap masalah yang ada di negara ini. Bukan hanya datang ke daerah terpencil dan marginal ketika sedang kampanye, menjanjikan ini itu dan begitu saja lupa seolah-olah tidak pernah ada janji pada mereka.
Saya rindu seorang pemimpin, yang walaupun ditengah terpaan gosip buruk (who doesn’t sih) tapi dia tetap bekerja membuat kepercayaan masyarakatnya kembali. Saya juga rindu presiden yang tidak hanya pandai membuat jargon dan membaca naskah pidato di depan khalayaknya saja. Saya rindu presiden yang berbuat sesuatu. Saya rindu presiden yang berani membuat point-point bodoh seperti ini:
- Hentikan impor beras
- Temukan penjahat bank Century dan gantung di depan mata saya, meski misalnya ternyata dia harus menggantung orang terdekatnya
- Berikan layanan kesehatan gratis untuk orang miskin
- Berikan pendidikan gratis untuk mereka yang tidak mampu
- Hentikan mempekerjakan orang asing, sebagai gantinya, sekolahkan anak-anak negeri agar pandai, dan ajak kembali ke negeri ini untuk membangun bangsa
- Tegakkan keadilan, meski itu artinya harus memerah muka karena banyak kesalahan di sana-sini
- Selesaikan kasus Lapindo, adili penjahatnya
- Adili para penjahat lingkungan
Ada yang mau menambahi?















December 8th, 2009 at 2:23 pm
numpang nambahin yah…
-Hukum saya jika saya salah….!
salam kenal….
December 8th, 2009 at 2:27 pm
Sepertinya sampe kiamat negeri kita akan begini2 terus.
semua orang sepertinya sudah pesimis dan apatis, yang semula optimis pun jadi terbawa-bawa pesimis
December 8th, 2009 at 2:33 pm
dari 4 negara itu, mereka punya modal yang penting yang juga di miliki oleh Indonesia, Sumber daya manusia yang besar dan murah.
dan saya nggak cukup punya pengetahuan untuk bisa melihat dengan jelas dimana letak perbedaannya sehingga keempat negara itu bisa dengan cepat melesat.
December 8th, 2009 at 2:38 pm
@Ridho: saya akan ingatkan anda untuk menghukum diri sendiri
@Wempi: ayo… jangan pesimis. sisakan orang yang masih mau berjuang di negeri ini!!
@kane: kok kamu mesti domoderasi? lagi dimana?
December 9th, 2009 at 9:51 am
pemimpin yg simpatik dan jujur serta mengayomi memang susah mbak…jangankan sekelas presiden sekelas direktur atau ketua yayasan aja susahnya minta ampun…
semoga indonesia bisa lebih maju….
December 9th, 2009 at 1:27 pm
Pasal yang dianut Pemerintah Indonesia
Pasal 1. Pemimpin tidak pernah salah
Pasal 2. Kalau pemimpin salah kembali ke Pasal 1.
December 9th, 2009 at 1:31 pm
@Ria: wah wah, tampaknya curhat nih Ria
@Indra: itu namanya mbuled kalo ndak salah ya, bahasa enggresnya? kqkkqkq
December 9th, 2009 at 8:53 pm
semua pasti bangga ya mbak jika punya pemimpin seperti Lula da Silva. semangat mbak, saya dukung penuh 8 point di atas.
maaf ya mbak, baru bisa mampir
December 10th, 2009 at 8:54 pm
Wah…keren deh BRIC, saya do’akan kelak bisa jadi BRICI (Indonesia baru ikutan di belakang)
Saya menambahkan :
11. Kalau anda memiliki masalah, silakan sampaikan kepada saya.
Yang ini presiden atau tempat curhat seeh?? hehe
December 11th, 2009 at 4:52 am
presiden yang sanggup ngelakuin poin2 itu harus berani orangnya, ga plin-plan, dan mungkin orang kaya tapi lurus. jadi ga tergoda korupsi
December 11th, 2009 at 7:55 am
jangan digantung, masih kurang asik tuh…
biar tambah seru dipancung aja…
gue mau deh jadi algojonya, hehehe
December 11th, 2009 at 8:40 am
@Kaka: mmm… mungkin itu kalau presidennya adalah psikolog, hehe
@Elia: berani. termasuk berani untuk menjadi presiden yg tidak simpatik. dimusuhi para koruptor tapi dicintai rakyat.
@Yos: mmm… bagaimana kalau dikelitikin sampe kaku? wuih… kok psiko banget ya kita?
December 12th, 2009 at 1:37 am
Saya juga punya kerinduan yang sama.
Kalau boleh menambahi, saya merindukan presiden yang berani membela kepentingan rakyatnya di atas kepentingan asing, juga presiden yang berani menempatkan hukum di atas segala bidang termasuk politik.
December 12th, 2009 at 8:11 pm
entahlah..entah lakon apa yang sedang terjadi di negeri ini!
December 13th, 2009 at 12:39 am
blognya bagus….
salam kenal yah mba…
December 14th, 2009 at 8:33 am
@Pushandaka: tentu saja anda boleh menambahkan. dan saya setuju!
@Yess: mari kita hentikan lakon membingungkan ini. ganti dalang!!
@Incekrajo: salam kenal juga
December 14th, 2009 at 11:39 am
smoga indonesia jadi lebih baik aja deh…
setuju ya bro???
hhhehehe
December 14th, 2009 at 2:11 pm
wogh, bener itu, hentikan impor beras. lha jepang aja *klo nggak salah* nggak perlu impor beras, masak kita yang negara luas gini butuh impor? wedew, jangan2 ni KKN dari pengusaha2 importir nih.
December 14th, 2009 at 4:00 pm
sudah langka orang kayak beliau ini yah
Hi salam kenal just blogwalking doang. main dong ke blog saya
http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/nais-inpo-gan/mrlist/1234/
http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/news/mrlist/1233/
dijamin bikin KETAGIHAN..!!!
salam
(^_^)
December 15th, 2009 at 11:26 am
dan itu, bu… kalo bisa sih presiden jangan gampang curcol gitu…
December 15th, 2009 at 11:37 am
@Willy: jempooolll…
@Andyan: nah lho… harusnya malu kan kita..
@kaskuser: baiklah, kami akan jalan2
@Yoan: hahahaha… sepakat!! udah curhat, salah lagi!
December 15th, 2009 at 7:03 pm
begitu banyaknya beda ya presiden ini dengan presiden kita..*sedih sama negara yang ga kunjung teratur*:(
December 15th, 2009 at 8:45 pm
nggak ada yang salah dengan Presiden kita.
yang salah adalah orang2 yang nggak mau memoderatkan POV nya ke orang lain. termasuk ke presidennya sendiri yang terpilih dengan kemenangan mutlak
note : I’m not SBY Fans. ehehehe.
December 16th, 2009 at 5:13 pm
Ayo menggugat pasal 33 UUD.
Katanya setiap kekayaan bumi dikuasai oleh negara dan dieprgunakan sebesar2nya untuk kemakmuran rakyat. Kenyataannya apa? Wah banyak sekali kekayaan bumi air dan tanah kita yang dikuasai oleh negara(asing) dan rakyat kita msh banyak yg ngantri BLT atau ngais2 sampah utk makan sementara emas Freeport dipakai utk operasional intelijen Amerika.
Presiden yah? Hehehe.. Andai pemilu berikut bisa terlaksana lebih cepat, penasaran soalnya ama calon baru.. hehehe..
December 16th, 2009 at 5:25 pm
@Stey: jadi presiden yuwk…
@kane: POV itu apa?
@Shantoy: Aku juga kepikiran gitu bu… Percepatan Pemilu. kqkqkq
December 20th, 2009 at 8:19 pm
POV…Point of View.