Koin Keadilan Prita
December 8th, 2009
Beberapa hari ini saya mengalami kerinduan yang memuncak terhadap media. TV (terutama TV One), Internet dan koran. Saya ketinggalan berita karena sedang menyepi di sebuah tempat.
Begitu terpapar media lagi, saya mengapati undangan untuk bergabung dengan koin peduli Prita di facebook, ada website koinkeadilan, dan sebagainya. Tadi pagi dan tadi malam bahkan di TV One terus menerus dibahas tentang pengumpulan koin peduli ini, disamping juga issue makar yang akan terjadi tanggal 9 nanti. Well, bahkan sampai muncul kekhawatiran yang dilontarkan oleh pembawa acara TV One tadi pagi sambil bercanda, “Jangan sampai koin keadilan ini menutupi issue tanggal 9 nanti ya.” Hehe…

Saya langsung menengok celengan kaleng yang saya beli 3 tahun lalu bersama anak saya di Malioboro. Uangnya sangat saya cintai karena semua koin. Terutama yang koin seribuan. Nggak pernah bisa penuh karena menemukan koin 1000-an susah sekali sekarang. Saya langsung terpikir untuk ikut menyumbangkan koin itu. Kalau kemaren-kemaren saya masih berpikir, “kenapa koin?”, setelah mendapat jawabannya tadi malam, saya jadi semangat.
Padi ini saya searching mencari posko pengumpulan koin di Jogja dan belum ketemu, maka dengan ini saya bersama teman-teman akan menyatakan kesediaan membantu menjadi posko pengumpul koin keadilan.
Silahkan menelpon
- saya di 0274-925 3226, atau email ke dian.purnomo@gmail.com
- Jogja Family Radio dengan mas Deka
- atau ke cafe AngkringQ di Jl. Kaliurang Km 5,3 Jogja
Mari kita bantu membuka mata negara hukum ini, dengan kekuatan koin. Kekuatan rakyat kecil. Kekuatan recehan.
Matur nuwun. Saya tunggu siapapun yang berniat membantu.
Gandhi - Hitler - Einstein
September 28th, 2009
by: DyerMaker
Ini bukan cerita yang layak dipercaya, hanya saya sesuaikan dengan tema yang just Dian’s two cents dari blog ini.
Syahdan, halaah, di depan pintu surga dan neraka terjadi sebuah keributan kecil, terlihat di sana terdapat beberapa malaikat berkumpul. Ternyata mereka sedang meributkan sesuatu yang ternyata bersumber pada protes beberapa orang yang ngotot memberikan argumen kalo orang itu pantas masuk surga dibandingkan neraka. Oh ternyata selain malaikat-malaikat yang berkumpul tadi terdapat beberapa orang terlihat diantaranya adalah Gandhi, Hitler, dan Einstein. Mereka terlihat sedang antri untuk ditentukan masuk neraka atau surga.

Keributan berawal dari ngototnya gandhi. Malaikat bilang kalo dia harus masuk neraka karena dia tidak beriman kepada Tuhan penguasa surga dan neraka ini. Dan Gandhi ngotot kalo seumur hidupnya dia selalu berbuat kebaikan kepada orang lain, jangankan ke orang lain lah kepada musuhnya aja di berbuat baik kok. Makanya, masih cerita dia, dia menerapkan perlawanan yang berbeda kepada inggris, bukan dengan angkat senjata membabi buta. Dan Gandhi merasa ini harus jadi pertimbangan kalo dia emang layak masuk surga. Ahh malaikat pusing. Gandhi disuruh tunggu dipojokan ruang, sambil diberi sebungkus kacang dan saluran discovery. Read the rest of this entry »














