healthy local food festival
March 2nd, 2010
Kalau anda sudah membaca tentang slow food dan apa saya yang ada di dalamnya, posting ini relate dengan hal tersebut.

Hari Sabtu besok, tanggal 6 Maret 2010, untuk anda yang tinggal di Jogja, atau kebetulan sedang jalan-jalan ke Jogja, monggo… saya persilahkan untuk mampir ke Studio Radio FeMale jogja, karena di halaman kami akan digelar Healthy Local Food Festival. Ini adalah hasil kerja bareng Radio FeMale, UGM, dan banyak pihak lain.
Acaranya apa aja sih? Selain anak-anak yang perform dengan kelincahan mereka di panggung, akan ada juga demo membuat makanan dari bahan-bahan lokal. Ada demi membuat mie dari ubi ungu, demo membuat kue dari tepung pisang, tepung sukun, dan masih banyak lagi.
Saya tunggu kehadiran anda ya, hari Sabtu, 6 Maret 2010, dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Pastikan perut tidak terlalu diisi penuh dulu dari rumah ![]()
grebeg sampah 2010
March 1st, 2010
Udah pada tahu kan, kalau tanggal 21 Februari ditetapkan oleh pemerintah negara kita sebagai hari Peduli Sampah? Pasti udah tahu lah ya… Nah, di Jogja, tanggal 28 Februari kemarin, ada sebuah acara hebat bernama Grebeg Sampah. Acaranya dibuat di TPA (tempat pembuangan akhir) Piyungan.
Jadilah saya, DJ dan Felix datang ke sana di hari H-1. Tenang… kita ke sana bukan untuk menjadi mata-mata, melainkan karena salah lihat hari
But it’s a blessing in disguised teteup. Jadi ketika hari H acara, kita nggak perlu nyasar lagi. *ngeles* Tapi kalau kami tidak datang di H-1 itu, maka kami tidak akan melihat sebuah cerita nyata tentang para pahlawan lingkungan kita, yang berebut dengan sapi, untuk memilah sampah plastik dan organik. Video lengkapnya bisa anda klik di sini, sementara itu saya membayangkan setiap hari saya nyampah dan tidak memikirkan akibatnya buat anak cucu saya.

Baiklah, pembicaraan tentang para pahlawan sampah akan saya muat di tulisan lain. Sekarang saya mau posting tentang acara yang digagas sama mas Agus dari LSM Lestari dulu saja. Acara digelar di tanah yang lebih rendah dari gunungan sampah TPA Piyungan seperti gambar di atas tadi. Baunya? Read the rest of this entry »
kampung eco-tourism Jethak - Godean
February 8th, 2010
Hari Rabu lalu saya diundang oleh seorang sahabat dari Borda yaitu bapak DJ untuk mengunjungi sebuah desa eco tourism di daerah Jethak - Godean. Saya yang terbiasa mengisi kepala saya dengan ’sesuatu’ sebelum pergi ke suatu tempat, memaksa untuk membuatnya kosong dulu. We can only pour water into an empty glass, katanya kan?

Kami berangkat bersama 8 engineer dari Vietnam, Kamboja, Filipin, Laos dan satunya lagi saya lupa, juga dua orang teman yang menerangkan ini itu, mas Ari dan Oni ya kalo ndak salah? Sebelum berangkat, waktu masih di kantornya Borda, saya sudah diterangkan bahwa kita nanti akan mengunjungi sebuah WC umum yang dibangun super canggih, karena di bawahnya ada penampung kotoran, pengolah air, yang membuat kotoran mereka yang terbuang bisa diolah menjadi gas, dan airnya bisa didaur ulang untuk digunakan lagi. Huff… semoga saya tidak salah. Karena penjelasannya teknis sekali. Saya hanya bengong waktu diterangkan. Saya pikir, sudahlah, nanti kalau sudah di lokasi saya pasti paham. Saya juga terbiasa tampak pinter kok.
Read the rest of this entry »
Slow Food
January 31st, 2010
Sadar nggak, bahwa saat ini kita sudah dituntun untuk hidup dalam budaya cepat? Dandan sambil makan, ngetik sambil nerima telpon, ngobrol sama teman di cafe sambil twitteran sama entah siapa, main game di kantor sambil dengerin orang ngomong di meeting, bahkan yang paling parah, naik motor sambil SMS-an. Ah, so…
Kenapa semua itu terjadi? Karena kayaknya 24 jam udah nggak cukup lagi buat kita. Bahkan kalau 24 jam itu kita pakai tanpa tidurpun, rasanya masih kurang. Ada aja yang mesti dikerjakan, semuanya berkejaran. Sehingga muncullah fast lifestyle. Dimana para ibu tidak lagi sempat memasakkan anak-anaknya sayur bayem dan sop cakar, dimana resto cepat saji menjadi tujuan makan siang, pagi dan malam, dimana setiap lemari pendingin di rumah menyediakan sosis dan nugget. Semua yang serba cepat menjadi solusi. Instant generation katanya.

Tapi, pernah terbayang nggak, apa saja kandungan gizi yang ada di makanan cepat saji itu? Bagaimana produsen memastikan kehigienisannya pernahkah menjadi pemikiran? Saya dulu tidak. Tapi belakangan gaya. Suka mikir-mikir aja sendiri. Kok ya, saya tega memasukkan makanan ke dalam mulut saya, tanpa saya tahu asalnya. Fiuh… Apalagi setelah saya ketemu dengan teman-teman hebat di Jogja, prof. Mur, mbak Ambar, mas Deka, cs, yang memperkenalkan dan mengajak saya bergabung dengan komunitas slow food. Read the rest of this entry »














