Slow Food
January 31st, 2010
Sadar nggak, bahwa saat ini kita sudah dituntun untuk hidup dalam budaya cepat? Dandan sambil makan, ngetik sambil nerima telpon, ngobrol sama teman di cafe sambil twitteran sama entah siapa, main game di kantor sambil dengerin orang ngomong di meeting, bahkan yang paling parah, naik motor sambil SMS-an. Ah, so…
Kenapa semua itu terjadi? Karena kayaknya 24 jam udah nggak cukup lagi buat kita. Bahkan kalau 24 jam itu kita pakai tanpa tidurpun, rasanya masih kurang. Ada aja yang mesti dikerjakan, semuanya berkejaran. Sehingga muncullah fast lifestyle. Dimana para ibu tidak lagi sempat memasakkan anak-anaknya sayur bayem dan sop cakar, dimana resto cepat saji menjadi tujuan makan siang, pagi dan malam, dimana setiap lemari pendingin di rumah menyediakan sosis dan nugget. Semua yang serba cepat menjadi solusi. Instant generation katanya.

Tapi, pernah terbayang nggak, apa saja kandungan gizi yang ada di makanan cepat saji itu? Bagaimana produsen memastikan kehigienisannya pernahkah menjadi pemikiran? Saya dulu tidak. Tapi belakangan gaya. Suka mikir-mikir aja sendiri. Kok ya, saya tega memasukkan makanan ke dalam mulut saya, tanpa saya tahu asalnya. Fiuh… Apalagi setelah saya ketemu dengan teman-teman hebat di Jogja, prof. Mur, mbak Ambar, mas Deka, cs, yang memperkenalkan dan mengajak saya bergabung dengan komunitas slow food. Read the rest of this entry »
anti social urge
October 30th, 2009
Karena berniat untuk menjadi orang yang sehat supaya tubuhnya bisa diajak mewujudkan mimpi-mimpi, beberapa minggu terakhir ini, selain bangun super pagi, saya juga tidak lagi pergi ke laundry. Hahaha… ini sih alasan karena mau ngirit aja. Saya mencuci baju sendiri, lalu menghidupkan musik dengan volume standard yang bisa saya nikmati tapi tidak mengganggu orang lain, joget-joget sebagai ganti jogging pagi hari, tinju-tinju sana-sini untuk melepaskan emosi, duduk sebentar, membuat susu, menghabiskannya, lalu ngantuk lagi. Jam 8 pagi saya sudah mulai berjalan kaki menyusuri Lempuyangan sampai ke kantor saya di dekat Kridosono. Jangan bayangkan jarah yang jauh ya. Tidak lebih dari 10 menit saya berjalan kaki ke sana sambil ngobrol dengan teman seperjalanan saya, mbak Rini. Tapi sepanjang 10 menit itu, selalu ada hal baru yang saya dapatkan.
Hari ini saya beruntung berpapasan dengan ratusan murid SMA 11 bersama guru-guru mereka, yang beramai-ramai bersepeda. Diantaranya bahkan ada yang memakai becak. Bukan becak dengan mereka sebagai penumpang lho. Tapi becak yang mereka genjot sendiri, dengan teman-teman sebagai penumpangnya, dan saya yakin di titik tertentu mereka akan berhenti dan minta gantian genjot dengan yang lain. Fiuh… masa SMA memang luar biasa indah. Halah! Bukan itu intinya. Di barisan paling belakang dari ratusan murid SMA 11 Jogja itu, saya baru mendapatkan penjelasan dari rombongan sepeda tersebut. Yak, sebuah mobil dengan spanduk di belakangnya bertuliskan SAVE OUR EARTH. Owhhh… mengagumkan. Sebuah kampanye yang indah.
Di hari lain, saya mendapatkan mulut saya harus bungkam dulu karena sebuah motor melintas dengan knalpot racing yang suaranya memekakkan gendang telinga saya. Aduuuhhh… Kamu ada masalah ya nak? Ingin rasanya saya menanyakan itu. Apa sih, yang ada di pikirannya ketika memasang knalpot racing tapi memakai motornya tidak untuk racing. Tadinya saya hanya mengklasifikasikan tindakan-tindakan tersebut sebagai tindakan gaya-gayaan, tapi berikutnya, ketika teman-teman macam pemilik knalpot racing itu mulai mengganggu kehidupan orang lain, mereka mulai masuk kategori egois. Yet, anti social. Dan saya mengenal orang-orang anti social itu dimana-mana dalam bentuk: Read the rest of this entry »
stand up and take action
October 21st, 2009
Hari Sabtu, 17 Oktober 2009 adalah hari yang membuat perut saya semalaman sebelumnya merasa mulas, otot-otot menjadi tegang dan mengalami kesulitan tidur. Ah… itu seperti ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta, tapi tidak. Saya sedang luar biasa tegang menjelang event STAND UP & TAKE ACTION hari Sabtunya. Satu persatu SMS datang. Ada yang membatalkan diri karena sesuatu dan lain hal, ada yang memberi semangat dan mengkonfirmasi kalau baru saja mengirimkan sejumlah uang untuk membantu terlaksananya program. Semuanya membuat perut saya semakin teraduk.
Jam 10 pagi saya sudah beredar. Ke kantor polisi untuk mengantarkan tembusan surat ijin. Ke toko buku untuk membeli spidol yang ternyata masih kurang juga di lapangan. Lalu saya berhenti di kantor dan lagi-lagi SMS datang untuk membatalkan diri di sana-sini. Saya sampai menitik air mata. Belum sampai nangis sih. Dan senangnya punya teman yang memberi semangat. “We’ve come this far, and we ain’t gonna stop, Cur.” Gitu katanya.

Jam 3 sore, akhirnya berkumpulah sekitar 50 orang di kantor FeMale. Read the rest of this entry »
STAND UP, TAKE ACTION
October 15th, 2009
Stand Up and Take Action 2009, 16 sampai 18 October 2009
Bergabunglah dengan jutaan orang di dunia, untuk mengajak politisi berjanji mengakhiri kemiskinan
Hari ini, jutaan orang di seluruh dunia masih kelaparan
Setiap menit ada perempuan yang meninggal karena melahirkan
Negara-negara kaya adalah negara penyumbang polusi terbesar
Trilyunan rupiah terbuang untuk kepentingan mereka
Sementara dana untuk menyelesaikan masalah kelaparan masih belum terealisasi
Tahun lalu lebih dari 116 juta orang bangkit dan bertindak untuk mengakhiri kemiskinan
Tahun ini bergabunglah, dan bergerak bersama di STAND UP & TAKE ACTION
Stand up again at www.standagainstpoverty.org
Pesan ini disampaikan oleh 103,7 fm radio FeMale Jogja untuk memperingati hari pangan sedunia

Begitulah bunyi PSA yang diputar Radio FeMale Jogja untuk memperingati hari pangan sedunia yang menurut wikipedia jatuh pada tanggal 16 Oktober ini. Dan bukan berhenti di pesan layanan masyarakat, FeMale radio mengajak komunitas di Jogja dan sekitarnya untuk bersama-sama berdiri dan berjanji akan melakukan ’sesuatu’ untuk mengurangi jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Read the rest of this entry »
4laY 9en3rati0n
September 29th, 2009
Bisa membaca judul di atas? Alhamdulillah kalau masih bisa membacanya. Iya, Alay adalah singkatan dari Anak Lebay. Lebay sendiri mengandung makna berlebihan. Sementara generation pastinya menunjukkan sebuah generasi. Kalau disambung-sambungkan, Alay Generation ini adalah sebuah generasi yang biasanya terdiri atas anak-anak yang masih masuk kategori ABG yang suka melebih-lebihkan segala sesuatu.
Misalnya saja mereka lebay dalam hal menulis. Well, setidaknya itu informasi yang saya dapat dari bapaknya Vanya. Karena secara sikap dan tingkah laku, saya tidak mengerti kelebay-annya di bagian mana. Owh, otak saya baru saja berpikir agak keras, saya bisa membayangkan bentuk lebay dalam tataran tingkah laku. Anda tahu tokoh Fitri Tropika? Yak! Seperti itulah lebay dalam tingkah laku menurut saya. Mata merem melek sambil ngomong, tangan sikut sana sini, kadang megang kepala kalau lagi bilang pusing atau c-pE d3h, terus memberi penekanan pada semua kata dalam sebuah kalimat. Jadi bagi petingkah laku lebay ini, semua hal adalah PENTING! Namanya juga lebay ya boookkk… Read the rest of this entry »
SPAM
September 17th, 2009
Minggu lalu, pulang dari training di Solo, saya dengan gembira hati melihat di dashboard web ini. Ada 99 comments menanti. Ih, mengembang penuh hidung saya. Gila nih… Sebentar lagi rank alexa akan naik, dan harga jual makin tinggi. Bangga sekali saya. Tapi bagaikan diterjang ombak berkecepatan ratusan kilometer per jam, hidung saya langsung mengempis di detik selanjutnya, begitu saya meng-klik comment-comment tersebut. Semuanya adalah SPAM.

Ibarat pecinta yang ditolak kekasih hati, laksana pungguk yang kesiangan dan tidak lagi melihat bulan, seperti Dian Purnomo yang malas posting dan blog walking tapi berharap webnya ramai dikunjungi orang. Owh… sunggu jauh api dari panggang. Hihihi… kalimat-kalimat tersebut adalah efek saya selesai membaca Robohnya Surau Kami digabung dengan Sang Pemimpi. Read the rest of this entry »
ICAAP 9 day 2
August 28th, 2009
Di ICAAP 9 - Bali kemarin, saya paling hobi keluar masuk kelas-kelas Oral Presentation. Saya sendiri tadinya mengajukan abstraksi untuk Oral Presentation, tapi karena diterimanya Poster Presentation, ya sudah tak apa juga. Poster kan nggak harus all the time ditungguin, maka saya jalan-jalan ke kelas Oral yang lain. Nah, saya satu kelas Oral Presentation yang nancep di kepala saya adalah, tentang kekerasan terhadap perempuan. Waktu itu seharusnya presenter 4 orang, tapi dua orang yang India couldn’t make it, maka cuma dua orang saja. Salah satunya adalah dr. Vu Song Ha dari Vietnam yang sekarang berkorespondensi rutin dengan saya.

DR. Ha ini menceritakan hasil study yang dilakukan sama organisasinya dia, regarding kasus kekerasan yang dilakukan suami di sebuah kota di Vietnam. Fiuh… saya sampe nangis di dalam ruangan itu. As well as other women did. Bayangin aja, beberapa istri itu, ada yang dipaksa melayani suaminya terlalu sering. Kalau menolak mereka akan dipukul, atau di-abuse verbally, dengan bilang, “Heh! Kamu tahu kan, aku nggak cuma tidur sama kamu! Masih untung kamu aku ‘jatah’, jadi jangan pernah nolak lagi!” God… kemana hatinya? Ada lagi yang setiap kali berhubungan selalu melakukan sesuatu yang menyakiti si istri. Padahal umur perempuan itu sudah 45 tahun. Read the rest of this entry »
ICAAP 9 day 1
August 27th, 2009
Ada banyak sekali oleh-oleh yang saya bawa sepulang dari ICAAP 9 (International Congress on AIDS in Asia and the Pacific) di Bali awal Agustus lalu. Maka ijinkanlah saya membuat satu lagi kategori sebagai bukti dari komitmen saya terhadap HIV/AIDS di muka bumi ini.

Hari pertama saya di sana, ikut pre congress forum yang berjudul Woman Including Lesbian Forum. Ada kurang lebih 100 perempuan di dalam ruangan itu. Selesai prosesi standard sambutan dari kepala keamanan dan seorang panitia dari Malaysia, langsung muncul pertanyaan dari peserta: “Kenapa di ruangan ini begitu banyak laki-laki? Padahal ini Woman Forum.” Lalu terjadi pro kontra. Bu Erna dari WHO berpendapat bahwa laki-laki boleh tetap tinggal untuk memberikan dukungan mereka terhadap gender equity, sementara seorang jurnalis dari India tetap keberatan, kecuali suara itu muncul dari laki-laki sendiri.
Sadly, nggak ada laki-laki yang buka suara. Malah dua orang bilang di forum kalau mereka akan keluar, jika memang tidak dikehendaki keberadaannya. Lalu seorang pria malah memegang mic dan bilang, “Without man, there will be no woman.” Waduh… tambah seru lah, insiden pagi itu. Antara memang si bapak itu sangat patriarkis, atau bisa jadi dia nggak paham sama yang diucapkannya. Jadi mari kita maafkan dia.
don’t let them terrorize us
July 21st, 2009
Another bomb, another terror, another victim, another broken heart. Gosh!! I cried when I saw the terrorist bombed Marriot and Carlton on TV. How dare they did it again and again. I wonder if they had heart or not.
How many people has to die because of what the terrorist did, how many children left crying for their dying parents, how many wound this country has to face. My deep condolences for the family of the victim, for Indonesia and for the people who responsible for the bombing.

I remember one of Angelina Jolie’s movie. A Mighty Heart. Read the rest of this entry »
nilai jodoh dalam pelajaran sekolah
June 17th, 2009
Hari ini membunuh waktu dengan chatting sama teman lama yang sekarang sedang menangguk berlian di Jakarta. Seperti biasa, setelah pertanyaan masalah kerjaan mulai membosankan, bergeserlah ke arah gebetan.
- Aku: Eh, kamu kapan mau mencari gadis lugu untuk dinikahi?
- Dia: Nanti… akan ada masanya mbak. Tapi nggak sekarang. (dia lagi gebet-gebetan sama seseorang kabarnya)
- Aku: Ih, jangan lama-lama… Aku aja udah mulai mengincar laki-laki untuk dinikahi. Tapi bukan yang lugu.
- Dia: kalau nyari cowok mah, emang nggak boleh yang lugu mbak. Cari yang masih kenceng atuh…
- Kami: hwakakakakaka
- Aku: Aku mau cari yang agamanya bagus.
- Dia: *manggut-manggut* Read the rest of this entry »














