KING

June 30th, 2009

I’m talking about two kings today. The 1st king is the king that passed away last Friday. Wish he’d rest in peace. Let’s not talking about how he died, cos everyone will. Let’s talk about how he lived. How he created something. How he sang, dance, moon walking and care about other people’s life.

Yes, the king of pop’s coming home. Some might say that he’d better be died, cos he’s life is no longer good. Full of gossip and fitnah. But who we are to judge? Let’s just pray for him cos we’re on the next queue. The fact that I lost him, is felt the morning I 1st heard the news from Aya. I used to love and admire him like hell. I sing all the song he sang. I know all about him. I collect his pictures, singles, and all that. I don’t give a damn about his skin color change, hair, attitude. Hhhh… typically falling in love person. The world has lost its star last week. Read the rest of this entry »

garuda di dadaku

June 22nd, 2009

Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang..
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang.. (nyanyikan dengan nada lagu apuse)

Hhhh… film tentang mimpi seorang Bayu untuk masuk timnas U-13 yang akhirnya terwujud (weekkk… spoiler) ini memerindingkan bulu kudukku. Segala sesuatu yang berhubungan dengan terwujudnya mimpi selalu bikin mataku berkaca-kaca.

Aku dan Rani adalah dua orang yang agak anti menonton di urutan depan (siapa yang enggak siiiihhh) tapi untuk film-film tertentu, kami bahkan rela kalau harus duduk di anak tangga. Dan Jum’at malam lalu, aku, Rani dan teman-teman dari Greenpeace kebagian urutan depan. Read the rest of this entry »

debat capres semalam

June 19th, 2009

Tadi malam awalnya saya tidak berniat menonton TV, seperti malam-malam yang lain. Tapi karena di-SMS Rani disuruh liat metro TV yang menayangkan tentang betapa memprihatinkannya kondisi hutan kita, maka akhirnya saya ngungsi ke kamar mb Rini. Maklum, TV saya sudah 2 bulan ini saya ungsikan ke kos Rani. Mencoba hidup tanpa TV.

Maka semalam sebelum menyaksikan hutan kita dibakar secara kejam, saya malah nyasar ke debat capres. Nah, berhubung saya bukan Anies Bawasdan yang canggih politik, bukan juga Helmi Yahya yang pandai mengolah kata, apalagi Desi Anwar yang tenang tapi menghanyutkan, maka saya malah melihat hal-hal yang mungkin tidak anda lihat. Seperti percakapan berikut ini misalnya:

  • A : *nyinyir* hidiiihhhh… ada yang bajunya ngembar-ngembarin. nggak punya warna sendiri ya?
  • B : yes!! bajuku lebih keren… nggak perlu salah melangkah, nggak nyrimpet-nyrimpeti…
  • C : aduh!! aku salah kostum. *tetap berusaha tersenyum* kok nggak ada yang ngasih tau kalau acara hari ini ada dress code-nya sih. *tetap senyum*

Anies : yak… waktu anda 10 menit untuk menyampaikan apapun yang anda ingin sampaikan.

  • A : 10 meneeeettt???
  • B : hhmm… pasti ada yang panik. nggak biasa ngomong sih
  • C : sip! aku tinggal menyimpulkan apa yang udah mereka omongin sebelumnya. atau… bikin sesuatu yang beda sama mereka. yippiie…

Udah ah, itu aja yang saya liat semalam di debat capres, yang awalnya dibilang akan menjadi tonggak sejarah, tapi menurut saya kok agak terlalu adem ayem. Mau tepuk tangan aja pake diatur-atur. Katanya negara demokrasih!!

Hari ini membunuh waktu dengan chatting sama teman lama yang sekarang sedang menangguk berlian di Jakarta. Seperti biasa, setelah pertanyaan masalah kerjaan mulai membosankan, bergeserlah ke arah gebetan.

  • Aku: Eh, kamu kapan mau mencari gadis lugu untuk dinikahi?
  • Dia: Nanti… akan ada masanya mbak. Tapi nggak sekarang. (dia lagi gebet-gebetan sama seseorang kabarnya)
  • Aku: Ih, jangan lama-lama… Aku aja udah mulai mengincar laki-laki untuk dinikahi. Tapi bukan yang lugu.
  • Dia: kalau nyari cowok mah, emang nggak boleh yang lugu mbak. Cari yang masih kenceng atuh…
  • Kami: hwakakakakaka
  • Aku: Aku mau cari yang agamanya bagus.
  • Dia: *manggut-manggut* Read the rest of this entry »

Message for President

June 11th, 2009

Jadi Minggu ini judulnya adalah pulang balik ke sekolah-sekolah (baca: SD) untuk mengambil surat-surat dari murid-murid itu, tentang apa yang diharapkan dari presiden yang akan datang.

 

Na… namanya juga anak SD jaman sekarang ya neekkk… berharap mereka masih polos kayak jaman tante ini, susah bener kayaknya. Bayangin aja, nulisnya tuh udah panjang kali lebar, terus permintaannya adalah: Read the rest of this entry »

alexa

June 8th, 2009

Jangan mikir kalau ini adalah alexa yang nama band itu ya… Well, that alexa band is not bad at all. But this is the other alexa I have in mind. Jadi pada suatu hari, pernah dipresentasikan sebuah data-data yang bikin pusing. Tapi tertangkap sebuah nama website yang cukup menyita mata. It’s www.alexa.com the web information company.

Jadi, website itu menyajikan rangking sebuah website. If you want to know your web rating, simply click the site and type the name of web that you’d like to know on find sites about coloumn. And this is my result for www.dianpurnomo.com :

Rating: 4.109.101 (Ih, emang berapa sih, jumlah website di seluruh dunia inihh??) Sementara itu di negaraku sendiri, si dianpurnomo.com ini masuk rangking 147.835. Mmm… itulah yang memicu hari ini aku menulis di fb, sedang dalam upaya menaikkan rating dianpurnomo.com. hehe… Tapi hasilnya malah diketawain sama kompetitor tidak langsung, liyak. Menyebalkan.

Sementara kalau dibandingkan sama web kecintaan sejuta umat, facebook, maka sangat mengagumkan perbedaannya. Facebook menempati urutan ke-4 di muka bumi ini, dan menduduki rating nomer 2-4 di hampir seluruh negara, kecuali China. Di China fb ada di urutan 66, sementara di negara tercinta kita ini, fb ada di urutan pertama.Silahkan berbangga hati, bahwa terbukti Indonesia memang negara yang sangat ramah, dan menjaga tali silaturahmi dengan erat. Ahik ahik ahik (sambil jungkit-jungkit kayak ulet). Tapi kalau mau diartikan bahwa orang Indonesia pada rajin buka fb karena kurang kerjaan, juga boleh-boleh aja lho. Hiii… siap-siap dituntut sama para pemakai fb.

Aduh, sekarang aku harus berpikir keras untuk membuat sensasi agar webku dikunjungi banyak orang. Halah!!! mau bikin sensasi kok ngomong-ngomong!!

Saya yakin, begitu search google nama Prita Mulyasari dan atau Manohara, anda akan menyemukan banyak sekali tulisan tentang dua perempuan ini. Kalau Manohara, saya ndak bisa banyak nulis, karena pasti yang ada di TV jauh lebih menjelaskan ya? Saya sendiri mengaku sudah hampir tidak pernah menonton TV belakangan ini.

 

Manohara: http://galz25.wordpress.com/2009/04/23/

Prita: facebook

Saya pengen nulis tentang mbak Prita saja. Pagi ini, pas ngecek home-nya fb, ternyata teman-teman yang berstatus berhubungan dengan Prita banyak sekali. Diantaranya adalah Jeng Tikabanget dan eyangnya Naveen ini. Read the rest of this entry »

ekspresinya dong!!

June 2nd, 2009

Kemaren tiga hari di Semarang menyelesaikan masalah hidup, ternyata cukup recharging juga. Berawal dari kemrucek ngeprint tulisan 131 lembar, lalu menyelesaikan tulisan 1500 kata untuk lomba penulisan HIV/AIDS, ngobrol ngalur ngidul sama Rahma, Ditto, Nina, mas Agung dengan inspirasi Syeh Pujinya, belanja benang dan berakhir dengan menjadi guru merajut di Sanggung Barat, tempat tante Sanya memaksaku mengajarinya bikin crochet. Fiuh… Tapi seru juga, ilmu yang masih beginner-nya udah bisa kepake juga.

Paginya dong, bangun tidur dhek Aya memotretku dan protes berkali-kali. “Dhek Dian jatuh cinta dong! Biar mukanya berseri-seri kayak jaman dulu itu.” Ihhh… nggak terima dong, dibilang muka nggak berseri-seri, langsung minta dijepret berkali-kali (nggak pake karet lho) dan ternyata hasilnya tak jauh berbeda. Tapi aku masih bisa ngeles, “Aku tuh lagi jatuh cinta sekarang. Jatuh cinta banget malah, karena nggak bisa ekspresif kayak dulu lagi.” Ini dia kesempatan Aya untuk membalas, “Kalau kamu takut mengekspresikan perasaan, mungkin emang kamu nggak jatuh cinta sama dia.” Read the rest of this entry »