royalti
April 14th, 2008
cie cie… ada yang baru nerima royalti, gitu kata aya di status ym-nya beberapa hari yang lalu. weitz!! langsung pura-pura nggak liat ah… padahal sebenernya seneng banget.
jadi, pada suatu malam, mmm… kalo gak salah kamis malam yang lalu, mau jalan sama aya. pengen minum doang sih sebenernya, trus mesti ngambil duit di atm karena tempat minum/makan yang mau kita datengin itu masih old school banget, gak main kartu, gak bisa diutangin. maunya cash. so, aku dan aya mengambil uang di atm. ternyata saldo yang ada di rekeningku agak jauh lebih tinggi dari perkiraan. Read the rest of this entry »
what a day
April 2nd, 2008
Look at the smile? It’s mine. I start the morning with that smile. Hiii… Aya said, that’s the best smile I’ve ever had. Soalnya dia lebih sering liat aku cemberut ketimbang senyum. Hehe, peace, Aya!! Trust me, deep in my heart, I’m a smiler. Amin..
What makes me smile?
Pagi ini begitu sampe kantor aku telpon Gagas Media. Mencari Ima, bagian penghitungan penjualan buku dan pengirim royalty. This is the end of my second semester of Angel of Mine. Pasti berharap mendengar kabar baik dong. And God loves me, as always. Ima emang udah gak di Gagas. She resigned. Maka aku dipertemukan dengan suara Ayu. Read the rest of this entry »
angel of mine
January 14th, 2008
sumpah!! ini bukan judul lagunya brandy! bahkan ada niatan menjiplak saja tidak. beneran!! kebetulan aja windy, editorku berpikir bahwa judul ini adalah yang paling mewakili isi novel keduaku ini, dan terdengar lebih catcy dibanding judul-judul lain yang kuajukan. hehe… mau tau judul-judul lain yang kuajukan? diantaranya adalah:
sengsara membawa nikmat, orang sombong mati gosong, emang enak jadi perawan, hehe… jadi sekarang tahu kan, kenapa windy memilih judul angel of mine untuk jadi judul novel ini. Read the rest of this entry »
andini
January 11th, 2008

ini adalah novel pertamaku. pertama yang terbit maksudnya. sebelumnya sih udah ada beberapa tulisan lain yang disimpan di buku tulis bergaris ataupun di komputer. keberanian buat memunculkan sebuah karya ini berangkat dari kepepet sih sebenernya. tahun 2006 adalah tahun pertama jadi pengangguran. di rumah aja, mau ngapain ya? hehe.. inilah keluhan standar dari para ibu seperti aku. eh, bongkar-bongkar lemari. ketemulah sepucuk surat yang gak pernah kukirim. buat mantan pacar. cuma dari surat yang ditulis di loose leaf berwarna hijau muda itu, terbersitlah untuk membuatnya menjadi sebuah novel.
