glory glory Manchester United
May 23rd, 2011
Malam ini saya merasa biasa saja menonton kemenangan Manchester United (MU) atas sebuah perhelatan berjudul Liga Primer. Karena saya bukan penggemar MU dan di atas itu semua, saya bahkan sama sekali bukan penggemar sepak bola. Saya menonton sepak bola belakangan ini, karena saya sedang dekat dengan orang yang berhasil memaksa saya menemaninya menonton setiap laga MU.
Tapi malam ini, melihat seluruh kru yang terlibat membangun MU menjadi sebuah tim hebat berdiri di tengah lapangan, menyaksikan satu per satu manusia-manusia berseragam merah dengan senyum bahagia, melihat wajah datar Van der Saar ketika berpamitan, karena dia tak mampu menahan laju usia, menyaksikan angka 19 sebagai lambang berapa kali MU sudah menjuarai Liga tersebut, membuat saya tidak kuasa untuk ikut terharu.
Lebih dari kemenangan-kemenangan yang pernah diraih oleh MU, saya lebih merasa disentuh dengan keras oleh orang-orang yang mendapat kehormatan membawa piala ke tengah lapangan. Seorang laki-laki berseragam tentara dengan dua kaki yang sudah diganti logam, mata tertutup satu, beberapa bekas luka lain di wajahnya, seorang lagi di sebelahnya berjalan tidak setegap tentara pada umumnya. Saya curiga dia juga memiliki salah satu kaki yang sudah diganti. Ya, mereka adalah korban-korban perang yang hari itu mendapatkan penghormatan dengan membawakan piala kemenangan untuk juara Liga Primer tahun ini. Saya menelan ludah.
Boleh dong, kalau saya bermimpi suatu saat negeri ini memiliki hal-hal indah dari peristiwa yang saya saksikan malam ini di televisi?
- Sebuah tim - tidak hanya sepak bola - yang solid dan jujur dan berjuang sampai titik darah penghabisan.
- Sebuah penghormatan terhadap mereka yang berjasa pada bangsanya. Maaf OOT, saya jadi ingat penghargaan yang diberikan oleh RCTI pada Taufik Kemas sebagai wakil rakyat tahun ini. Oh… kalau dibandingkan dengan Jusuf Kalla dan kandidat-kandidat lainnya, saya rasa pak Taufik masih harus berjuang lebih keras untuk mendapatkannya. Anyway…
- Sebuah loyalitas. Saya ingat Ryan Giggs sudah bermain di MU sejak saya belum boleh nonton bola karena terlalu malam acaranya.
Saya rindu itu semua. Karena ketika saya menengok kembali ke negeri saya. Saya merasa masih jauh dari itu semua. Saya jadi berdo’a semoga ponakan saya yang minta dibelikan seragam MU abal-abal beberapa hari lalu, akan menjadi pemain bola yang tangguh dan orang yang jujur suatu saat kelak.Gambar dari sini
satu abad perjuangan perempuan
March 10th, 2011
Tanggal 8 Maret lalu kita memperingati hari perempuan sedunia. Ada apa dengan satu abad peringatan hari perempuan dalam hidup saya? Saya melakukan rutin saja, dan menulis renungan ini untuk mengingatkan diri saya sendiri dan teman-teman bahwa sesungguhnya kita masih terus menghadapi masalah-masalah yang belum ditemukan penyelesaiannya. Memang kondisi perempuan saat ini jika dibandingkan dengan 100 tahun yang lalu jelas berbeda. Banyak hal yang sudah dicapai dalam sejarah perjuangan perempuan. Tapi bahwa kita belum selesai mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan, hak asasi perempuan, terutama masalah kesehatan, dan khususnya HIV.

Sampai detik ini perempuan masih memiliki resiko besar terpapar HIV. Dan menurut WHO, angka kematian tertinggi untuk perempuan usia 15 - 44 tahun adalah karena HIV. Faktor biologis, kurangnya akses informasi & layanan kesehatan, masalah ekonomi, ketimpangan kuasa relasi antara laki-laki dan perempuan membuat perempuan semakin beresiko terpapar HIV.
Menurut PlusNews, ada 5 cara untuk mengurangi resiko terpapar HIV untuk perempuan.
- Pendidikan, menurut UNAIDS, perempuan yang buta huruf 4 kali lebih percaya bahwa tidak ada cara untuk mencegah penularan HIV, sementara data membuktikan bahwa perempuan di Afrika dan Amerika Latin yang mengenyam pendidikan lebih tinggi, memiliki kecenderungan untuk menunda hubungan seks pertama mereka, dan mempunyai kemampuan untuk memaksa pasangannya memakai kondom. Read the rest of this entry »
hari ini
April 27th, 2010
maaf sayang,
aku hanya bisa mencintaimu hari ini
karena besok masih lagi rahasia
hari ini,
aku penuhi kepalaku dengan gambarmu,
kuisi mulutku dengan namamu
“sayang… mari bercinta, sehari ini saja”

sayangku,
maafkan aku
yang hanya tubuh menua
mulut yang terlalu banyak berjanji
mata yang selalu berusaha merangkum dunia
telinga yang berkedik mencuri kata
jiwa yang terus haus
jadi,
maaf sayang
aku hanya bisa mencintaimu hari ini
karena esok terlalu jauh buatku
karena minggu, bulan, tahun dan windu
hanya memasungkan belenggu di kakiku
sekarang,
ijinkan aku mendekapmu sehari ini
biarkan aku menciummu dari pagi sampai dini hari
sayang,
kalau beruntung,
kita akan bercinta lagi esok hari…
YK, 2 days prior to d-day
gambar dari sini
the upcoming novel
February 19th, 2010
bagaimana menurut teman-teman?

Saya ulang lagi, bagaimana menurut teman-teman?
bee
October 14th, 2009
Lebah?
Bukan
Tapi dia memang terus berdengung di kepalaku. Suaranya nyaring membangunkan malamku. Meramaikan siangku.

Mengganggu?
Tidak
Dia hanya mengusik kupu-kupu di rongga perutku. Mengaduknya seperti adonan udara, air dan jiwa.
Apa katanya?
Aku akan menjagamu dari ujung kaki sampai kepala. Aku menyayangimu.
Percaya?
Ini pinjaman dari semesta. Seluruh dunia adalah kumpulan kesementaraan. Tapi tidak semua orang beruntung sepertiku. Jadi, kunikmati saja. Aku menengadah, lalu dia yang jatuh ke tanganku. Dan dia bukan belenggu.
Bahagia?
Tidak kau lihat semu di wajahku?
Lalu mau kemana?
Langkahku tidak berubah. Masih dengan impian dan cita-cita yang sama. Bahkan sekarang jadi lebih berwarna, karena ada BEE.
Kota Baru, pagi 14 Oktober 2009
gambar diperoleh di sini
sewindu anakku
October 6th, 2009
delapan tahun sudah kau menghirup asap dunia
pahit manisnya kau sendiri satu masa nanti akan menamai
sementara dalam ingatanku
masih kurva lembut di dalam sana
bergeser ke sana ke mari
memberi bukti bahwa duniaku tidak sendiri
delapan tahun lalu, disaat sempalan nyawa ini merasa ingin berhenti menunaikan tugasnya
kembali berdetak tak mau berhenti
berpacu memompa ASI agar ada jiwa lain yang suatu hari nanti juga berlari
melawan!
hari ini
smakin pasti kupercaya
bukan aku yang menyelamatkan jiwamu
tapi kau yang menarikku kembali dari keterpurukan
terima kasih ya Haq
Kau pinjamkan rasa berjaya karena buah hati
masih memanggilku ibu
hingga detik ini
7 things about me
July 6th, 2009
Thank you for Yoan and Natazya who tagged me with this kind of posting. I can’t believe you did that for me. Halah! Lebai! I’m not even sure if this is what I should do, anyway. So Nat & Yoan, lemme know if it’s wrong or right, ok? The original title was 7 Awesome Things About Me, but I change it into 7 thing about me. I have no idea if I’m allowed to do this. Ok, so here I am, posting about 7 things about me. First you have to know that I made a simple quest on ym to some best friends. And this is what I collected from their answers:
- Spoiled. Thank God it’s not boiled. Hihi… Well, Shantoy wrote that word about me. I have to admit, I am. I used to be the youngest child of my parent’s pair children. But then my lil brother born 17 years minus 1 day after me, followed by my lovely enemy sister, 2 years after that. I supposed to be not spoiled any more, but It’s not as easy as a click in a mouse. It will take another 17 years to be a real big sister. Which gonna happen next year. Fiuhhh…
- Unpredictable. This word also came from Shantoy. The only thing that people can predict about me, is… I’m gonna change my mind in a… minute, or even second.
- Yummy. I actually hope that this word is only coming from my kids. Read the rest of this entry »
Menulis Itu Mudah
April 1st, 2009
Dua minggu lalu diminta sama Rotary Kunthi untuk sharing masalah tulis menulis. Hmmm… sebenernya belum jagonya banget. Tapi, judulnya juga sharing. Jadi, kenapa kacang?
Waktu itu judul power point-ku adalah kayak judul postingan ini. Menulis Itu Mudah. Yes it is. Coba cek, berapa diantara kita yang tidak pernah menulis SMS, surat, atau membuat pekerjaan Mengarang untuk pelajaran Bahasa Indonesia waktu jaman sekolah dulu? Selama sekolahnya di Indonesia, pasti ada pelajaran mengarangnya. Iya kan?
Tapi giliran nggak jadi pelajaran, kita kan butuh alasan tuh, nah, ini dia alasan untuk pertanyaan:
Mengapa menulis
- Anak cucu kita akan mengenal secara langsung siapa moy
ang mereka. Kebayang nggak kalau Shakespeare dan Gibran nggak pernah nulis? Mungkin nama mereka cuma bertahan sampai orang-orang yang mengenal mereka secara langsung meninggal. So, itu alasan pertamaku menulis. Aku mau 7 turunan mengenal nenek Dian ini. Biar akrab. - Tinggalkan kenang-kenangan untuk bumi. See? Jangan sampah sama polusi aja yang kita tinggalin buat bumi ah. Hari gini!! Kita tinggalkan pengetahuan, cerita bagus, harapan, dan hal-hal positif dengan tulisan kita kayaknya seru.
- Aktualisasi diri. hhmmm… yang ini nggak perlu dijelasin kayaknya. Jelas, siapapun butuh pengakuan. Narsis!
- Menambah isi kantong. Pernah baca kan, postingan atau tulisan tentang royaltinya Andrea Hirata untuk Laskar Pelangi? Not to mention royaltinya JK Rowling untuk Harry Potter. Kenyang deh!!
soulmate
February 19th, 2009
“Maaf, aku nggak bisa bersenang-senang denganmu selama 5×24 jam tanpa interupsi.” Aku hampir saja berteriak mendengar Sulung mengatakan itu. Apa maunya dia? Dia sendiri yang memintaku mengambil cuti seminggu agar kita bisa menghabiskan waktu berdua saja di negeri antah berantah tanpa sedikitpun diganggu pekerjaan. Sekarang, disaat ijin sudah di tangan, dan tiket jelas-jelas tidak bisa dibatalkan, dia berdiri di depanku, di pintu lobi apartemen dan mengatakan itu.
I lost for words.
Hanya mataku saja yang mendadak berkabut.
Tapi Sulung tetap tidak berkata-kata. Dia menunggu reaksi verbalku.
“Jadi? Gimana ini?”
Hanya tiga kata. Itupun sudah maksimal. Kalau tidak air mataku yang akan menggantikan semua yang tak terucap.
“Aku mau seumur hidup.” Kata Sulung sambil mencari jawaban diantara kabut di dalam mataku.
Kabut itu hilang. Dia berganti menjadi hujan yang sangat lebat. Deras. Bukan cuma mataku yang basah, tapi seluruh tanah kering yang tandus di dalam hatiku, yang kupikir tidak akan pernah basah karena siraman air seperti ini, mendadak lembab, basah. Tidak ada lagi retakan di dalamnya. Entah sampai kapan. Aku tidak mau tahu. Hanya ini yang kutunggu selama ini. Pintu Sulung yang terbuka untukku. Menggantikan dia yang tak mungkin termiliki olehnya.
Aku menghambur ke peluknya.
“I do. I do. I do.” Read the rest of this entry »
facebok -> penutup
January 30th, 2009
karena frey, mas gat, shantoy, dan beberapa orang menanyakan kenapa gak pernah up date web, maka inilah jawaban saya. menurut mas gagat, ide yang baik untuk mempublish bab V saya, jadi sebelum dibantai dosen pembimbing, silahkan teman-teman membantainya duluan. habisnya saya ndak tau mau nulis apa je…
skripsi saya membahas facebook abis-abisan. jan, menyenangkan sekali to? sekarang skripsi udah selesai, saya sedang menyelesaikan proyek tulisan tentang kota semarang. jadi… web-nya malah agak terabaikan…

Temuan penelitian menunjukkan setiap informan pada awalnya tidak memiliki motivasi yang kuat untuk membuka sebuah account atau profile facebook, karena banyaknya website sejenis. Tapi ketika sudah memiliki profile dan memahami aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya, setiap informan pada akhirnya memilih website facebook sebagai web yang bisa menghubungkan mereka dengan jaringan yang juga ada di dunia nyata, dibandingkan website lain yang sejenis. Keempat informan adalah khalayak yang aktif mencari apa yang mereka inginkan sesuai dengan harapan mereka. Seperti yang dinyatakan oleh informan keempat, bahwa kalau orang tidak memiliki facebook, maka mereka sendiri yang rugi. Read the rest of this entry »













