lindungi anak dari kejahatan dunia maya
January 18th, 2011
Beberapa hari lalu, sahabat saya baru saja mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh US Embassy tentang crime over children. Iya, kejahatan yang mengancam anak-anak kita, dari mulai trafficking, kekerasan fisik, emosional, ekonomi sampai seksual, dan sebagainya yang dilakukan oleh orang dewasa. Sekarang saya mau berkonsentrasi dengan kejahatan yang mungkin menimpa anak kita, sehubungan dengan keramaian dunia maya ini dulu saja.
Sebenarnya bukan dari dunia maya saja, anak-anak kita perlu dilindungi, tapi dari dunia manapun, anak kita membutuhkan perlindungan. Yang saya sebut dengan anak adalah, siapapun yang berusia di bawah 18 tahun, baik anak kandung ataupun bukan (bisa adik, keponakan, anak tetangga, anak teman bahkan anak yang tidak kita kenal tapi bersinggungan dengan kita). Read the rest of this entry »
kemana aja?
January 15th, 2011
Iya, kemana aja ya saya? Sudah lama tidak membuka blog sendiri, apalagi punya orang. Pertama karena jaringan internet yang saya punya sekarang super kacau, kedua karena saya sedang mengerjakan sesuatu yang menyita pikiran dan hati saya. Itu yang saya mau ceritakan sekarang. Beberapa waktu belakangan ini, tepatnya sejak bulan November 2010, saya bergabung dengan teman-teman peneliti dari departemen Kriminologi UI. Wah, luar biasa menyeberang ya hidup saya. Dari hingar bingar radio, pindah ke urusan yang sangat serius. Dan saya sangat menikmati, sekaligus hanyut di dalamnya.
Selama tiga bulan ini saya sudah membantu teman-teman peneliti untuk menginterview warga Lapas Wanita Semarang dan Malang. Ada hal yang saya cermati di kedua tempat itu, setiap selesai interview hari pertama, saya selalu tidak bisa tidur. Ini sudah keempat kalinya dan polanya selalu sama. Perempuan-perempuan yang selama ini oleh media diberitakan dan digambarkan sebagai pembunuh berdarah dingin, pedagang manusia, perantara bisnis narkoba, pembuat uang palsu, penipu dan bahkan pembunuh, di kedua penjara itu (saya lebih suka menyebutnya penjara, karena memang itulah kondisi yang sesungguhnya), tidak dapat saya lihat sisi kejahatannya. Read the rest of this entry »
Seorang teman menelpon saya malam hari dengan suara cemas, dia menceritakan tentang anaknya yang kedapatan membuka website porno di komputer yang sudah sedemikian rupa dipasang di ruang keluarga. Yang jadi masalah adalah, anak itu baru berusia sembilan tahun. Seusia dengan anak saya.
Sahabatnya teman yang lain belum lama juga curhat tentang peristiwa yang baru saja dialaminya. Dia dipanggil oleh kepala sekolah anak lelakinya, karena si anak lelaki dipergoki sedang melakukan masturbasi di kamar mandi sekolah. Taman kanak-kanak lebih tepatnya. Ketika ditanya sedang apa, jawabnya, “Meniru yang dilakukan sama om-om di filmnya mama.”


Kita mendengar seruan tentang keterbukaan sudah sejak awal dekade 90-an. Waktu itu saya sendiri masih berusia belasan, dimana tidak berbeda dengan anak-anak yang saya ceritakan tadi, penuh rasa penasaran, penuh dengan pertanyaan tentang seksualitas. Read the rest of this entry »
right to know day
September 28th, 2010
Hah? apaan tuh? Saya mau menceritakan sedikit sejarahnya ya. Karena hari ini bertepatan dengan Right to Know Day, atau kita bahasa Indonesiakan menjadi Hari Berhak Tahu kali ya. Atau kita singkat menjadi RTK Day saja mungkin biar enak.
Secara internasional, RTK Day ini bermula hari ini, 28 September 2002, di Sofia, Bulgaria, di acara pertemuan internasional untuk kebebasan mendapatkan akses terharap informasi.Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa setiap individu memiliki hak untuk mendapatkan akses informasi dari pemerintah, dan juga untuk mempromosikan bahwa akses terhadap informasi adalah salah satu hak dasar manusia.
Prinsip-prinsip dasar RTK adalah: Read the rest of this entry »
what i learn from cats
September 22nd, 2010
Hya… akhirnya saya berbicara tentang kucing. Kenapa? Karena ketika lebaran kemarin, saya berinteraksi dengan kucing banyak sekali di rumah kucing. Sebenernya dari kecil, saya nggak terlalu punya banyak interaksi sama kucing, karena bapak saya nggak suka kucing. Kucing yang saya pelihara bersama teman-teman kos jaman kuliah juga berakhir nggak jelas, dan kami tangisi bersama kehilangannya.
Jadi, apa yang saya pelajari dari kucing? Ini dia:
- Loving, caring dan cinta kebersihan, dari mana saya bisa mengambil kesimpulan loving and caring? Pernah merhatiin kucing yang suka ngendus-endus
pantatkucing lain nggak? Mereka bukan penjilat seperti manusia lho, mereka itu binatang yang cinta kebersihan, maka mereka peduli sama kucing lain, gak peduli itu anaknya atau bukan. Mmm.. sekarang saya baru tahu kenapa kucing saya dulu mati, karena dua hari sekali saya mandikan. Padahal ternyata kucing punya mekanisme mandi sendiri yang cakep banget. Ya dengan menjilat itu. Fiuh… seandainya saya tahu dari dulu ya. - Perfect mother. Nah ini nih yang seru. Waktu di rumah kucing, ada 3 ibu kucing yang sedang melahirkan. Kucing ke-3 ini yang paling galak, dia bisa mencakar dan ngajak berantem siapa aja yang mendekat ke kandangnya. Perhatiin juga bahwa ibu kucing suka membawa anak-anaknya pindah-pindah tempat. Buat apa? Supaya aman dari pemangsa. Wow…


Beautiful. Aha… kalau ini no doubt. Sejak kecil saya selalu mengasosiasikan kucing dengan Cleopatra. Mungkin karena dari gambar-gambar di Asterix Obelix, saya selalu melihat Cleopatra lagi duduk sama kucing ya, maka sejak saat itu saya beranggapan kalau kucing adalah binatang yang cantik. Dan saya sudah memutuskan bahwa kucing tercantik di rumah kucing adalah: MUMU… (gambarnya ntar di paling bawah ya)

- Cute. Coba lihat dua kucing ini. Lucu bukan. Ini tips untuk anda yang tidak terlalu suka kucing, tapi ingin bisa menikmatinya. Carilah masa-masa dimana usianya menginjak 1 - 2 bulan. Percayalah, di masa itu kukunya belum terlalu tajam, giginya masih gigi susu, sehingga kalau menggigit gak terlalu sakit, kalau ngerobek celana kita juga gak bakalan berhasil. Yang ada, lucuuuuu… aja. Nah, ini dia gambar Domba dan Dombi, kucing andalan rumah kucing saat ini. Lucu kan? Read the rest of this entry »
family vs prosperity
September 15th, 2010
Di masa-masa orang pada sibuk mudik dan reunian dengan keluarga atau sahabat lama, tahun ini saya mendapatkan keluarga baru di kota yang juga baru buat saya. Kalau kata Jason Mraz, win some learn some. Nangis udah pasti, karena jauh dari orang tua dan anak, tapi jadi belajar sesuatu. Jadi ingat juga di salah satu perjalanan ke Vienna, ada satu hal yang menarik.
Di Vienna, tempat wisata pertama yang saya kunjungi di sela-sela training adalah Stephandom. Itu adalah sebuah komplek wisata yang terdiri dari gereja tua St. Stephan, museum Sisi, Opera House, tempat belanja suvenir (di sini istilahnya Tabak), maupun benda-benda bermerk yang juga bisa kita temui di Indonesia. Tapi bedanya di sana, hampir semua toko sudah tutup jam 6 sore. Halah? Padahal saya start jalan dari hotel aja jam 6.30 pm. Nggak bisa cuci mata di toko-toko dong.
Ini adalah contoh jalan yang lengang karena toko-toko di sisi kiri kanannya tutup.
Dan sayapun masang badan di depan tabak yang tutup
Read the rest of this entry »
summer in prague
September 7th, 2010
Udah lama nggak posting, buka-buka foto bulan Juli lalu, jadi kepengen sharing pemandangan dan kenarsisan waktu jalan-jalan di Praha. Sambil menguatkan rasa kangen sama teman-teman seperjuangan yang ketemuan di sana.
So everyone, this is Prague in middle of summer 2010
Ini adalah pemandangan Praha dilihat dari Kastil Praha. Padat juga ya?
Sementara pemandangan ini, didapatkan dari belakang apartemen mas Azis, sahabat saya dari KBRI yang luar biasa baik menjadi tuan rumah dan bapak angkat para anak dari Indonesia :D. Read the rest of this entry »
ngamen kreatif
August 19th, 2010
Masih di rangkaian oleh-oleh dari Eropah nih… Salah satu hal yang paling menarik dalam perjalanan saya ke Austria, Bratislava dan Praha adalah para pengamen. Saya tinggal di Indonesia sejak lahir dan pengamen adalah pemandangan yang saya lihat sehari-hari setiap saat dimanapun. Dari mulai saya kecil, pengamen datang ke rumah-rumah, sampai sekarang pengamen yang tersebar di Malioboro dan jalan-jalan lain di Jogja, dan dimanapun. Persamaan para pengamen di Indonesia adalah mereka menyanyi. Entah suaranya bagus atau enggak, nadanya pas atau ngaco, pokoknya berani mati aja. Nyanyi. Well, belakangan sih, ada pengamen yang kreatif dengan menari tarian-tarian daerah. Acung jempol buat mereka.
Nah, ini dia nih, beberapa ide kreatif untuk ngamen supaya nggak melulu nyanyi-nyanyi aja.
Pengamen ini saya temui di Charles Bridge, atau kalau di Praha akan ditulis Karluv Most. Usia bapak-bapak musisi ini udah lebih tua dari bapak saya semua, saya yakin. Artinya 60 tahunan ke atas lah. Tapi mereka main musiknya luar biasa jago. Musik yang dimainkan jazz, kadang-kadang nakal-nakal dikit mainin salsa. Orang-orang yang nonton berkeliling aja di sekitarnya. Bahkan di sebelah saya, ada ibu-ibu yang ngajak anak lelaki kecilnya, baru 10 tahunan gitu untuk dancing. Seru kan? Terus orang yang appreciate ngelemparin koin aja gitu di kotak yang ada di depan mereka itu.
vaksin HIV sudah ditemukan
August 11th, 2010
Wow.. Saya bisa terkenal kalau orang hanya membaca judul postingan ini. Tapi apa yang saya tulis sebagai judul di atas beneran lho… Jadi, tolong dibaca sampai akhir ya
Di Vienna selama konferensi AIDS bulan lalu, vaksin adalah salah satu hilite yang banyak dibahas di sana. Dan ketika media gathering dengan teman-teman media di Yogyakarta minggu lalu, pak Slamet mengemukakan wacana menarik tentang vaksin. Di luar betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk penelitian vaksin HIV, betapa banyak pro-kontra tentang vaksin dan sebagainya, sebenarnya ada sebuah vaksin yang paling mujarab untuk HIV, yaitu INFORMASI.

Kenapa informasi? Read the rest of this entry »
vienna landmark
August 9th, 2010
Setiap kali berada di sebuah tempat, saya selalu berupaya untuk bisa foto-foto di landmark kota tersebut. Termasuk waktu saya berkunjung ke Bantul. Saya pernah foto di perempatan jalan, dengan Tugu Bantul sebagai back ground. Bangga rasanya, pernah mencium tanah bumi pertiwi ini sejengkal demi sejengkal. Halah! Lebay.
Dan itu juga yang saya lakukan waktu berada di 3 kota yang berbeda di Central Europe kemarin. Saya mau share foto-fotonya ya…

Ini adalah Gedung parlemen Vienna. Di depannya ada patung dewa-dewa Yunani. Dan dalam rangka menyambut KOnferensi AIDS Internasional di sana kemarin, Gedung Parlemen ini sengaja memasang pita merah segede-gede gaban di pilar-pilarnya. Gedung ini salah satu rute march di hari ke-3 konferensi, yang diakhiri dengan konser Annie Lennox. Sayang saya nggak ada koleksi foto konsernya. Karena begitu sampai di gedung parlemen, bawaannya pengen langsung pulang. Capek













