vienna landmark
August 9th, 2010
Setiap kali berada di sebuah tempat, saya selalu berupaya untuk bisa foto-foto di landmark kota tersebut. Termasuk waktu saya berkunjung ke Bantul. Saya pernah foto di perempatan jalan, dengan Tugu Bantul sebagai back ground. Bangga rasanya, pernah mencium tanah bumi pertiwi ini sejengkal demi sejengkal. Halah! Lebay.
Dan itu juga yang saya lakukan waktu berada di 3 kota yang berbeda di Central Europe kemarin. Saya mau share foto-fotonya ya…

Ini adalah Gedung parlemen Vienna. Di depannya ada patung dewa-dewa Yunani. Dan dalam rangka menyambut KOnferensi AIDS Internasional di sana kemarin, Gedung Parlemen ini sengaja memasang pita merah segede-gede gaban di pilar-pilarnya. Gedung ini salah satu rute march di hari ke-3 konferensi, yang diakhiri dengan konser Annie Lennox. Sayang saya nggak ada koleksi foto konsernya. Karena begitu sampai di gedung parlemen, bawaannya pengen langsung pulang. Capek
Kontes: Oleh-oleh dari Vienna
June 24th, 2010
Hai, ini masih dalam rangka promosi novel ke-3 saya DUA SISI BINTANG saya bikin kontes nih… Ikutan ya…
Caranya gampang kok. Saya cuma pengen lihat foto anda barengan sama si novel itu, boleh pura-pura lagi baca, boleh dipegang aja, atau mau atraksi yang lebih seru barengan sama novel itu juga terserah. Nah, foto itu silahkan di upload di web anda, lalu link-kan ke saya. Atau kalau mau yang lebih gampang, up load di facebook dan tag-kan ke sana. Ini link facebook saya.
Nah, kriteria yang menang adalah, mereka yang mendapatkan like dan komen terbanyak. Saya akan bawa 3 oleh-oleh dari Austria untuk 3 pemenang.
Mmm… kalau ada yang masih belum punya novelnya, silahkan hubungi saya ya. Boleh di sini, boleh di twiter saya, boleh di facebook saya. Silahkan…
Road to Europe
June 21st, 2010
Pada suatu hari saya selalu bercita-cita untuk berkesempatan pergi ke Eropa. Any country, dulunya sih begitu cita-citanya. Negara apa aja yang penting Eropa. Tapi kemudian jadi spesifik setelah keseringan membaca Femina dan majalah-majalah jalan-jalan. Saya jadi sangat ingin pergi ke Belanda, Jerman dan Swiss.
Tapi untuk mewujudkan impian jalan-jalan ke negara-negara Eropa, tidak semudah memimpikannya. Saya juga bukan orang yang beruntung dalam hal mengikuti undian berhadiah. Jadi saya memang harus menyusun strategi untuk bepergian ke sana dengan modal yang saya miliki. Jangan tanya modalnya apa ya? Pokoknya modalnya bukan duit aja


Lalu terbentanglah jalan itu sedikit demi sedikit. Saya mengawalinya lebih dari lima tahun lalu dengan meletakkan gambar-gambar kampus di Eropa di buku impian saya, kemudian memasang peta-peta dunia di kamar saya, lalu membeli buku-buku perjalanan ke sana, as if saya udah mau berangkat. Ditertawakan orang udah nggak heran lagi, udah kebal. Pokoknya waktu itu saya percaya banget kalau saya akan mendapatkan beasiswa ke Eropa aja. Read the rest of this entry »













