Sarasvati (1)
January 18th, 2012
Teman-teman, di beberapa posting yang akan datang, saya akan sering bercerita tentang Sarasvati. Selamat membaca..
Siapakah Sarasvati sebenarnya?
Sarasvati adalah Dewi Ilmu Pengetahuan, yang sering kali digambarkan duduk di atas sebuah lotus, atau berdiri di atas seekor angsa putih, dengan tangan kanan memegang semacam rantai bebatuan untuk berdoa, sementara tangan kiri memegang batu. Oh iya, Sarasvati memiliki lebih dari dua tangan. Ada yang menggambarkan dengan 8 tangan, ada yang menggambarkan denan 4 tangan. Yang jelas, dua diantara tangan-tangan itu memainkan alat musik yang disebut sebagai vina. Vina adalah semacam gitar tapi dengan leher lebih panjang, sementara badannya bundar kecil. Alat ini juga menggunakan senar untuk dipetik.
Makna simbol-simbol itu antara lain:
Lotus atau teratai yang adalah penggambaran dari kebenaran yang sesungguhnya
Rantai untuk berdoa mewakili kedalaman spiritual
- Buku atau disebut pustaka adalah mewakili ilmu pengetahuan pada umumnya
- Sementara vina mewakili seni atau keindahan.
Jadi secara keseluruhan, Sarasvati ini mewakili ilmu pengetahuan, kebijakan, keindahan seni yang selama ini diagung-agungkan oleh manusia.
Itu adalah Dewi Sarasvati yang sesungguhnya. Ada Sarasvati lain lagi yang saya juga ingin perkenalkan pada teman-teman.
Sarasvati yang saya maksud adalah Lembaga Pendampingan dan Bantuan Hukum untuk Perempuan bernama Sarasvati. Kantornya ada di Yogyakarta, tetapi pada prakteknya bisa juga membantu teman-teman di Semarang, Solo, dan beberapa kota lain.
LPHBP Sarasvati berangkat dari kepedulian terhadap perempuan yang sering kali berada dalam posisi marginal, terstigma, dan tidak mendapatkan keadilan di banyak tempat - termasuk hukum, karena gender. Kegiatan yang kami lakukan selama ini adalah,
- pendampingan hukum untuk perempuan di dalam penjara, bekerja sama dengan Penjara Khusus Perempuan Semarang, untuk memberikan konseling pada penghuninya,
- pendampingan psiko sosial dan bantuan hukum untuk perempuan di luar penjara. Ada banyak kasus perempuan yang sudah kami bantu di beberapa kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta dan,
- rumah transisi. Kami menyebutnya WRP atau white rose palace atau rumah mawar putih. Kenapa rumah mawar putih, karena rumah yang kami tempati ini dulunya adalah sebuah bengkel dan rumah makan bernama Mawar Putih. Kami dipinjami rumah tersebut untuk membantu perempuan-perempuan yang memang membutuhkan bantuan.
Siapa saja mereka dan siapa saja yang ada di dalam Sarasvati, akan saya tulis selanjutnya..
Terima kasih sudah membaca.
Salam
glory glory Manchester United
May 23rd, 2011
Malam ini saya merasa biasa saja menonton kemenangan Manchester United (MU) atas sebuah perhelatan berjudul Liga Primer. Karena saya bukan penggemar MU dan di atas itu semua, saya bahkan sama sekali bukan penggemar sepak bola. Saya menonton sepak bola belakangan ini, karena saya sedang dekat dengan orang yang berhasil memaksa saya menemaninya menonton setiap laga MU.
Tapi malam ini, melihat seluruh kru yang terlibat membangun MU menjadi sebuah tim hebat berdiri di tengah lapangan, menyaksikan satu per satu manusia-manusia berseragam merah dengan senyum bahagia, melihat wajah datar Van der Saar ketika berpamitan, karena dia tak mampu menahan laju usia, menyaksikan angka 19 sebagai lambang berapa kali MU sudah menjuarai Liga tersebut, membuat saya tidak kuasa untuk ikut terharu.
Lebih dari kemenangan-kemenangan yang pernah diraih oleh MU, saya lebih merasa disentuh dengan keras oleh orang-orang yang mendapat kehormatan membawa piala ke tengah lapangan. Seorang laki-laki berseragam tentara dengan dua kaki yang sudah diganti logam, mata tertutup satu, beberapa bekas luka lain di wajahnya, seorang lagi di sebelahnya berjalan tidak setegap tentara pada umumnya. Saya curiga dia juga memiliki salah satu kaki yang sudah diganti. Ya, mereka adalah korban-korban perang yang hari itu mendapatkan penghormatan dengan membawakan piala kemenangan untuk juara Liga Primer tahun ini. Saya menelan ludah.
Boleh dong, kalau saya bermimpi suatu saat negeri ini memiliki hal-hal indah dari peristiwa yang saya saksikan malam ini di televisi?
- Sebuah tim - tidak hanya sepak bola - yang solid dan jujur dan berjuang sampai titik darah penghabisan.
- Sebuah penghormatan terhadap mereka yang berjasa pada bangsanya. Maaf OOT, saya jadi ingat penghargaan yang diberikan oleh RCTI pada Taufik Kemas sebagai wakil rakyat tahun ini. Oh… kalau dibandingkan dengan Jusuf Kalla dan kandidat-kandidat lainnya, saya rasa pak Taufik masih harus berjuang lebih keras untuk mendapatkannya. Anyway…
- Sebuah loyalitas. Saya ingat Ryan Giggs sudah bermain di MU sejak saya belum boleh nonton bola karena terlalu malam acaranya.
Saya rindu itu semua. Karena ketika saya menengok kembali ke negeri saya. Saya merasa masih jauh dari itu semua. Saya jadi berdo’a semoga ponakan saya yang minta dibelikan seragam MU abal-abal beberapa hari lalu, akan menjadi pemain bola yang tangguh dan orang yang jujur suatu saat kelak.Gambar dari sini
satu abad perjuangan perempuan
March 10th, 2011
Tanggal 8 Maret lalu kita memperingati hari perempuan sedunia. Ada apa dengan satu abad peringatan hari perempuan dalam hidup saya? Saya melakukan rutin saja, dan menulis renungan ini untuk mengingatkan diri saya sendiri dan teman-teman bahwa sesungguhnya kita masih terus menghadapi masalah-masalah yang belum ditemukan penyelesaiannya. Memang kondisi perempuan saat ini jika dibandingkan dengan 100 tahun yang lalu jelas berbeda. Banyak hal yang sudah dicapai dalam sejarah perjuangan perempuan. Tapi bahwa kita belum selesai mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan, hak asasi perempuan, terutama masalah kesehatan, dan khususnya HIV.

Sampai detik ini perempuan masih memiliki resiko besar terpapar HIV. Dan menurut WHO, angka kematian tertinggi untuk perempuan usia 15 - 44 tahun adalah karena HIV. Faktor biologis, kurangnya akses informasi & layanan kesehatan, masalah ekonomi, ketimpangan kuasa relasi antara laki-laki dan perempuan membuat perempuan semakin beresiko terpapar HIV.
Menurut PlusNews, ada 5 cara untuk mengurangi resiko terpapar HIV untuk perempuan.
- Pendidikan, menurut UNAIDS, perempuan yang buta huruf 4 kali lebih percaya bahwa tidak ada cara untuk mencegah penularan HIV, sementara data membuktikan bahwa perempuan di Afrika dan Amerika Latin yang mengenyam pendidikan lebih tinggi, memiliki kecenderungan untuk menunda hubungan seks pertama mereka, dan mempunyai kemampuan untuk memaksa pasangannya memakai kondom. Read the rest of this entry »
lindungi anak dari kejahatan dunia maya
January 18th, 2011
Beberapa hari lalu, sahabat saya baru saja mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh US Embassy tentang crime over children. Iya, kejahatan yang mengancam anak-anak kita, dari mulai trafficking, kekerasan fisik, emosional, ekonomi sampai seksual, dan sebagainya yang dilakukan oleh orang dewasa. Sekarang saya mau berkonsentrasi dengan kejahatan yang mungkin menimpa anak kita, sehubungan dengan keramaian dunia maya ini dulu saja.
Sebenarnya bukan dari dunia maya saja, anak-anak kita perlu dilindungi, tapi dari dunia manapun, anak kita membutuhkan perlindungan. Yang saya sebut dengan anak adalah, siapapun yang berusia di bawah 18 tahun, baik anak kandung ataupun bukan (bisa adik, keponakan, anak tetangga, anak teman bahkan anak yang tidak kita kenal tapi bersinggungan dengan kita). Read the rest of this entry »
Seorang teman menelpon saya malam hari dengan suara cemas, dia menceritakan tentang anaknya yang kedapatan membuka website porno di komputer yang sudah sedemikian rupa dipasang di ruang keluarga. Yang jadi masalah adalah, anak itu baru berusia sembilan tahun. Seusia dengan anak saya.
Sahabatnya teman yang lain belum lama juga curhat tentang peristiwa yang baru saja dialaminya. Dia dipanggil oleh kepala sekolah anak lelakinya, karena si anak lelaki dipergoki sedang melakukan masturbasi di kamar mandi sekolah. Taman kanak-kanak lebih tepatnya. Ketika ditanya sedang apa, jawabnya, “Meniru yang dilakukan sama om-om di filmnya mama.”


Kita mendengar seruan tentang keterbukaan sudah sejak awal dekade 90-an. Waktu itu saya sendiri masih berusia belasan, dimana tidak berbeda dengan anak-anak yang saya ceritakan tadi, penuh rasa penasaran, penuh dengan pertanyaan tentang seksualitas. Read the rest of this entry »
05 07 10
July 5th, 2010
setengah usia ini terlalu sepi kulalui sendiri tanpamu
maukah kamu menjaga kesehatan,
agar kita bisa terus berpegang tangan,
mengarungi sisa jalan ini berdua saja?
(hasil dari menunggu di RS Betesdha Jogja, 05 07 10)
dan demi waktu
May 10th, 2010
Aduh, itu lirik lagunya siapa ya? Ungu? Apa Gigi? Atau Chrisye? MMm… saya nggak terlalu ingat lah. Yang jelas, waktu juga sedang menjadi issue hangat dalam kehidupan saya saat ini. Berkejaran dengan waktu, menunggu saat untuk bilang: INI LHO, YANG GUE TUNGGU SELAMA INI. Sambil menghala nafas lega.
Semenjak selesai membaca the Secret dan Sang Pemimpi, saya selalu yakin bahwa setiap kali sebuah kalimat berbentuk keinginan terucap dari mulut saya, artinya di kerumunan awan, sudah ada satu bungkusan do’a buat saya. Saya yakin banget itu. Misalnya gini nih, pagi ini saya bilang: Tuhan… saya mau proses mengurus hidup saya ini dipermudah ya. Maka Tuhan langsung membungkusnya menjadi kado buat saya. Terus suatu hari saya pernah bilang: Tuhan, saya mau dikasih pasangan yang baik dong, paham sama pemikiran saya yang suka gila, bisa mengerti kalau saya hidup di dalam keluarga besar yang unik, bisa berjalan di sebelah saya membawa berbagai papan peringatan, kali-kali saya ngaco di jalan, saya mau saya juga bisa mengerti dia, saya mau dia berbicara dengan bahasa yang sama dengan saya. Saya yakin Tuhan sudah membungkuskannya sejak pertama kali saya meminta itu, entah berapa tahun yang lalu. Hanya saja, Tuhan tidak pernah memberitahukan kapan waktu yang tepat untuk menjatuhkan kado itu.

Kenapa Tuhan merhasiakan waktu penjatuhan kado itu coba? Karena somehow Tuhan tahu, bahwa begitu kita mendapatkan kado berupa terkabulnya do’a, maka di belakangnya manusia sudah akan siap permintaan-permintaan selanjutnya. Hihi… sibuk bener ya, Tuhan…
Jadi, saya pikir Ade benar. Sekarang ini, kita tidak perlu kuatir sama apapun kecuali waktu. Semua udah ada yang ngatur. Semua keinginan kita sudah dibungkuskan dengan rapi, pake pita malah. Berarti, sekarang saya akan menambah satu do’a wajib lagi buat Tuhan.
Tuhan… beri saya waktu untuk sempat menangkap dan menikmati kado-kado dari-Mu ya…
Eh, kalau saya sering kali menyebut nama Ade, dia adalah salah satu kado dari Tuhan buat saya. Gambar saya dapat di sini
hari ini
April 27th, 2010
maaf sayang,
aku hanya bisa mencintaimu hari ini
karena besok masih lagi rahasia
hari ini,
aku penuhi kepalaku dengan gambarmu,
kuisi mulutku dengan namamu
“sayang… mari bercinta, sehari ini saja”

sayangku,
maafkan aku
yang hanya tubuh menua
mulut yang terlalu banyak berjanji
mata yang selalu berusaha merangkum dunia
telinga yang berkedik mencuri kata
jiwa yang terus haus
jadi,
maaf sayang
aku hanya bisa mencintaimu hari ini
karena esok terlalu jauh buatku
karena minggu, bulan, tahun dan windu
hanya memasungkan belenggu di kakiku
sekarang,
ijinkan aku mendekapmu sehari ini
biarkan aku menciummu dari pagi sampai dini hari
sayang,
kalau beruntung,
kita akan bercinta lagi esok hari…
YK, 2 days prior to d-day
gambar dari sini
manusia = mahluk sosial
April 26th, 2010
Kemaren saya ngobrol dengan Ade tentang Manusia, yang katanya adalah mahluk Sosial. Dia sangat mendukung pendapat itu. Well, saya juga pernah mendapatkan pelajaran yang sama jaman SD dulu. Manusia selalu membutuhkan manusia lain. Kemarin saya hampir membantah. Saya pernah mendengar cerita dari mbak Hanny, tentang seorang nenek yang ditemuinya di New Zealand, yang hidup seorang diri, dan dia baik-baik saja. Kita juga pernah nonton film-nya om Kevin Costner yang sendirian menjelajahi lautan Bumi di Water World dan film-nya mbak Jodie Foster yang judulnya Nell kalau nggak salah. And not to forget, film Into the Wild yang menceritakan tentang petualangan mas Chris McCandless untuk menemukan kediriannya, tanpa orang lain.
Semua tokoh di film itu bisa hidup sendiri. Semuanya. Sampaiiiiiiii….

Sampai tibalah saatnya mereka menemukan bahwa di dunia ini ada sesuatu yang lain yang bisa diraih, selain hanya mengenyangkan perut saja, atau mencapai tujuan fisik saja. Apakah itu? Mari saya mencoba sok-sok menganalisa:
- Ingin bahagia,
- Ingin alam yang tentram dan damai,
- Ingin menguasai sesuatu,
- Ingin merubah dunia kecil kita menjadi tempat yang lebih baik,
- Ingin diakui keberadaannya,
- Ingin merasakan kasih, dan masih banyak lagi tentunya
Weleh… kok memberat ya topik bahasan tentang mahluk sosial ini? Tapi memang benar kan? Read the rest of this entry »
EARTH HOUR, matikan lampu hari ini, nyalakan masa depan
March 24th, 2010
Tahun lalu saya masih tinggal di Semarang waktu Earth Hour tanggal 28 Maret 2009 digelar. Yang saya lakukan adalah berdiam diri di kamar dengan teman-teman untuk menikmati kegelapan. Esok harinya menonton TV dan menyaksikan keindahan demi keindahan dalam kegelapan di seluruh dunia. Maka tidak berlebihan kalau ada yang bilang, matikan lampu anda, biarkan bumi menyala. Atau kampanye di salah satu negara, matikan lampu sekarang, nyalakan masa depan.

Tahun ini saya dan felix sahabat saya bahkan lebih sibuk dari tahun-tahun sebelumnya, karena felix mendapat kehormatan untuk mengurus upacara earth hour di Tugu Golong Gilig Jogja. Dari mulai perijinan, woro-wiri mengajak pak Herry Zudianto sang walikota ikut berperan serta, keterlibatan teman-teman volunteer, pojok onthel dan genk chantique juga sebagian besar warga Jogja ada di tangan kami. Seberapa keras kami berteriak, itu berpengaruh pada berapa banyaknya orang yang akan tersapu dan mengikuti earth hour. Read the rest of this entry »













