grebeg sampah 2010
March 1st, 2010
Udah pada tahu kan, kalau tanggal 21 Februari ditetapkan oleh pemerintah negara kita sebagai hari Peduli Sampah? Pasti udah tahu lah ya… Nah, di Jogja, tanggal 28 Februari kemarin, ada sebuah acara hebat bernama Grebeg Sampah. Acaranya dibuat di TPA (tempat pembuangan akhir) Piyungan.
Jadilah saya, DJ dan Felix datang ke sana di hari H-1. Tenang… kita ke sana bukan untuk menjadi mata-mata, melainkan karena salah lihat hari
But it’s a blessing in disguised teteup. Jadi ketika hari H acara, kita nggak perlu nyasar lagi. *ngeles* Tapi kalau kami tidak datang di H-1 itu, maka kami tidak akan melihat sebuah cerita nyata tentang para pahlawan lingkungan kita, yang berebut dengan sapi, untuk memilah sampah plastik dan organik. Video lengkapnya bisa anda klik di sini, sementara itu saya membayangkan setiap hari saya nyampah dan tidak memikirkan akibatnya buat anak cucu saya.

Baiklah, pembicaraan tentang para pahlawan sampah akan saya muat di tulisan lain. Sekarang saya mau posting tentang acara yang digagas sama mas Agus dari LSM Lestari dulu saja. Acara digelar di tanah yang lebih rendah dari gunungan sampah TPA Piyungan seperti gambar di atas tadi. Baunya? Read the rest of this entry »
free hugs jogja
February 15th, 2010
Saya sudah sekian abad tidak melakukan hal-hal spesial untuk diri saya sendiri atau pasangan di hari Valentine. Paling hal-hal yang saya lakukan adalah for the sake of media thingy, karena saya kerja di media. Tapi tahun ini, saya berkenalan dengan teman-teman yang luar biasa membuat saya harus meluncur jauh untuk menjadi lebih muda dari seharusnya. Jadi tahun ini, saya dengan senang hati melakukan sesuatu di hari Valentine. Judulnya adalah Free Hugs Campaign. Aha… tentunya anda pernah mendengar kampanye itu kan? Oprah pernah mengundang di penggagas kampanye ini, yang sempat di-banned di beberapa negara, karena tidak semua negara atau kota common dengan budaya ‘berpelukan’ ala teletubies. Dan kami mengalaminya. Susah ternyata menunjukkan kasih sayang dengan pelukan.

So, here we are, saya, DJ, Erny, Felix, Andrew, Ricky, Jati, Nina and her baby boy, kakak Vin, Ipong dan Nicky yang datang jauh-jauh dari negeri Inyong-inyong. Kami memulai dari pasar tumpah UGM. Berdiri setengah jam, diusir penjaga karena dikira jualan nggak jelas, lalu pindah ke trotoar. Read the rest of this entry »
Slow Food
January 31st, 2010
Sadar nggak, bahwa saat ini kita sudah dituntun untuk hidup dalam budaya cepat? Dandan sambil makan, ngetik sambil nerima telpon, ngobrol sama teman di cafe sambil twitteran sama entah siapa, main game di kantor sambil dengerin orang ngomong di meeting, bahkan yang paling parah, naik motor sambil SMS-an. Ah, so…
Kenapa semua itu terjadi? Karena kayaknya 24 jam udah nggak cukup lagi buat kita. Bahkan kalau 24 jam itu kita pakai tanpa tidurpun, rasanya masih kurang. Ada aja yang mesti dikerjakan, semuanya berkejaran. Sehingga muncullah fast lifestyle. Dimana para ibu tidak lagi sempat memasakkan anak-anaknya sayur bayem dan sop cakar, dimana resto cepat saji menjadi tujuan makan siang, pagi dan malam, dimana setiap lemari pendingin di rumah menyediakan sosis dan nugget. Semua yang serba cepat menjadi solusi. Instant generation katanya.

Tapi, pernah terbayang nggak, apa saja kandungan gizi yang ada di makanan cepat saji itu? Bagaimana produsen memastikan kehigienisannya pernahkah menjadi pemikiran? Saya dulu tidak. Tapi belakangan gaya. Suka mikir-mikir aja sendiri. Kok ya, saya tega memasukkan makanan ke dalam mulut saya, tanpa saya tahu asalnya. Fiuh… Apalagi setelah saya ketemu dengan teman-teman hebat di Jogja, prof. Mur, mbak Ambar, mas Deka, cs, yang memperkenalkan dan mengajak saya bergabung dengan komunitas slow food. Read the rest of this entry »
HIV Test
January 26th, 2010
Minggu lalu saya berhasil mengajak sahabat-sahabat saya untuk tour de Hospital untuk mendapatkan HIV Test. Jam setengah 3 sore kami datang ke RS Sarjito. Well, sebenarnya kami sudah siap membawa ’sangu’ di kepala kami tentang rumah sakit pemerintah. Label lambat, hening dan kumuh sudah tertempel di kepala kami. Maafkan… tapi, memang seperti itu rasanya yang terbayang di kepala kami pertama kali mendengar nama Rumah Sakit Pemerintah. Iya kan? Ngaku aja!
Nah, begini nih, perbincangan kami dengan ibu resepsionis.
- Dian: Sore bu, untuk VCT dimana ya?
- Ibu itu: VCT untuk apa ya?
- Dian: (dalam hati) emang ada berapa VCT? (diucapkan) VCT untuk test HIV mungkin, bu…
- Ibu itu: Oh… VCT di ruang edelweiss mbak. Tapi udah tutup. Cuma sampai jam 12 siang. Datang aja lagi besok. Tapi kalo besok cuma sampai jam 11.
- Dian: Ooooo… (Beneran kagum) Emang buka dari jam berapa bu?
- Ibu itu: Jam 8.
- Dian: Oooo… Terima kasih bu.

Lalu kepala saya benjol karena dijitakin tiga sahabat saya. Mereka yang sudah meluangkan waktu dan tentu saja nyali untuk melakukan VCT, semangatnya langsung dipadamkan dengan fakta VCT yang buka cuma setengah hari. “Tulis di surat pembaca nggak!!” Kata mereka. Hihi… saya ketawa aja. Mereka cuma membuat semangat saya jatuh saja, itu adalah ekspresi cinta mereka pada saya. Saya tahu pasti itu. Karena buktinya, waktu saya arahkan ke Panti Rapih, mereka bertiga langsung mengangguk setuju tanpa perlawanan. Tentu saja setelah perut mereka diisi masing-masing 4 potong pisang goreng seberang Sarjito dan teh manis di sana.
Saya langsung terbayang bahwa kejadian semacam ini bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja. masih bagus teman-teman saya tetap bersemangat untuk test. Kebayang aja kalau orang sudah disuruh test ogah-ogahan entah karena takut entah karena malas entah karena nggak peduli, eh… giliran sampe di tempatnya, ternyata sudah tutup pula tempatnya. Untuk balik lagi dijamin nggak sebersemangat sebelumnya. Fiuh… Read the rest of this entry »
gitu aja kok repot
December 31st, 2009
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini plipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribu
Tanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman hati
Di hari baan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti Read the rest of this entry »
bee
October 14th, 2009
Lebah?
Bukan
Tapi dia memang terus berdengung di kepalaku. Suaranya nyaring membangunkan malamku. Meramaikan siangku.

Mengganggu?
Tidak
Dia hanya mengusik kupu-kupu di rongga perutku. Mengaduknya seperti adonan udara, air dan jiwa.
Apa katanya?
Aku akan menjagamu dari ujung kaki sampai kepala. Aku menyayangimu.
Percaya?
Ini pinjaman dari semesta. Seluruh dunia adalah kumpulan kesementaraan. Tapi tidak semua orang beruntung sepertiku. Jadi, kunikmati saja. Aku menengadah, lalu dia yang jatuh ke tanganku. Dan dia bukan belenggu.
Bahagia?
Tidak kau lihat semu di wajahku?
Lalu mau kemana?
Langkahku tidak berubah. Masih dengan impian dan cita-cita yang sama. Bahkan sekarang jadi lebih berwarna, karena ada BEE.
Kota Baru, pagi 14 Oktober 2009
gambar diperoleh di sini
sewindu anakku
October 6th, 2009
delapan tahun sudah kau menghirup asap dunia
pahit manisnya kau sendiri satu masa nanti akan menamai
sementara dalam ingatanku
masih kurva lembut di dalam sana
bergeser ke sana ke mari
memberi bukti bahwa duniaku tidak sendiri
delapan tahun lalu, disaat sempalan nyawa ini merasa ingin berhenti menunaikan tugasnya
kembali berdetak tak mau berhenti
berpacu memompa ASI agar ada jiwa lain yang suatu hari nanti juga berlari
melawan!
hari ini
smakin pasti kupercaya
bukan aku yang menyelamatkan jiwamu
tapi kau yang menarikku kembali dari keterpurukan
terima kasih ya Haq
Kau pinjamkan rasa berjaya karena buah hati
masih memanggilku ibu
hingga detik ini
rindu
August 25th, 2009
Semalam, eh… maksudnya sepagi, tidak ada yang spesial di hari saya. Bangun sahur, makan bareng sama teman-teman kos, lalu rumpi sana sini, teteuuupp… menunggu sholat subuh, lalu berangkat tidur lagi.
Yang membuat saya menulis adalah karena saya terbangun sebelum weker saya berbunyi jam 7 pagi. Saya bangun dalam keadaan menangis sesenggukan. Saya bermimpi menjalani perpisahan dengan anak saya. Lagi. Dalam dunia nyata saya memang tidak tinggal bersama Vanya saya. Dia bersama eyangnya dan bapaknya. Satu dua bulan sekali kami bertemu dan adegan yang paling membuat saya benci dari pertemuan itu adalah ketika kami harus berpisah. Saya pun menangis ketika menulis ini.

(http://www.myhotcomments.com/graphics/22183)
Nah, kembali ke mimpi saya tadi pagi. Saya bermimpi sedang menunggu bis seperti biasa, dan Vanya - juga saya - sudah pasti dalam keadaan hati yang sama mellow-nya. Read the rest of this entry »
my baby’s poetry
July 16th, 2009
How can I not be so proud of my little baby. She wrote lots of poetry. And there are that I’ve got today:

And also this one: Read the rest of this entry »
Vanya kelas 2 & the Marie Antoniette Award
July 13th, 2009
Alhamdulillah. Hatur nuhun, matur nuwun. tararengkyu, danke, thank God, untuk semua barokah. Hari ini Vanya memulai perjuangan hari pertamanya di kelas 2 SD. Can’t remember my own experience on that day
Udah terlalu lama soalnya.
Vanya hari ini dimasukkan ke kelas unggulan. Owh… tentu saja setiap orang tua bangga, kalau anaknya pintar. Juara. Tapi saya kok malah mengalami kekhawatiran di satu sisi yang lain ya. Sisi manusia saya mungkin. Halah! Analisa yang ngawur. Saya bilang sama bapaknya, Vanya nggak usah terlalu dipaksa jadi anak pinter (walaupun dia nggak pernah dipaksa) aku lebih suka dia jadi anak baik.













