<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Dian Purnomo</title>
	<link>http://dianpurnomo.com</link>
	<description>and her two cents</description>
	<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 05:15:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>healthy local food festival the report</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/193</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/193#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 04:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[masterpiece]]></category>

		<category><![CDATA[radio thing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/193</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, puji Tuhan, akhrinya berjalan juga Healthy Local Food Festival di Jogja. Nggak percaya bahwa akhirnya panitia bisa sampai di tahap foto-foto akhir  

Peserta kurang lebih 1000 orang,  dengan 10 stand makanan. Dari mulai tahu kriz-krez, tahu gejrot, es krim ubi ungu, teh poci, wedang uwuh, gebleg, nasi wungu, cendol ganyong, sampai.. entah apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, puji Tuhan, akhrinya berjalan juga Healthy Local Food Festival di Jogja. Nggak percaya bahwa akhirnya panitia bisa sampai di tahap foto-foto akhir <img src='http://dianpurnomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://lh3.ggpht.com/_q5bNGNIkCS4/S5R72tyUcjI/AAAAAAAABA0/KrYftn5Lv4Q/2010-03-083.jpg" align="texttop" width="425" height="318" /></p>
<p>Peserta kurang lebih 1000 orang,  dengan 10 stand makanan. Dari mulai tahu kriz-krez, tahu gejrot, es krim ubi ungu, teh poci, wedang uwuh, gebleg, nasi wungu, cendol ganyong, sampai.. entah apa lagi, saya lupa. Semua tumplek bleg di pelataran Radio FeMale Jogja.</p>
<p><img src="http://lh4.ggpht.com/_q5bNGNIkCS4/S5R7xgnp0UI/AAAAAAAABAo/4N-ijyYSoMo/2010-03-08.jpg" align="texttop" width="418" height="312" /></p>
<p>Pengisi acaranya? Seru-seru dong mereka, ada murid-murid TK Primagama, TK dan SD Budi Mulia Dua, PAUD Roemah Kita, SMA Budi Mulia, dan SMA Gama. Acara dibuka oleh ibu Wakil Walikota, Tri Kirana. Dilanjutkan dengan penyerahan makanan lokal sehat ke anak-ana.</p>
<p><img src="http://lh3.ggpht.com/_q5bNGNIkCS4/S5R7z8pvGXI/AAAAAAAABAs/dq5YTWguEPY/2010-03-081.jpg" align="texttop" width="420" height="314" /></p>
<p>Terus yang demo makanan, ada mbak Purna dengan mie ubi jalar, mbak Ambar dengan pie ganyong dan cuppycake sukun, juga mbak Syari dengan aneka olahan wedang uwuh. Eh, ternyata wedang uwuh bisa dibuat jadi es campur segala lho&#8230; kreatif gilaa..</p>
<p><img src="http://lh3.ggpht.com/_q5bNGNIkCS4/S5R71O5yEVI/AAAAAAAABAw/tkjm_xqdvPU/2010-03-082.jpg" align="texttop" width="418" height="313" /></p>
<p>Over all, thanks to semua orang yang terlibat di kepanitiaan, untuk semua yang datang, thank God for pending the rain from falling. Next event will be on world water day. Be well prepared buddies!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/193/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>healthy local food festival</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/192</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/192#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 08:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[environment]]></category>

		<category><![CDATA[radio thing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/192</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda sudah membaca tentang slow food dan apa saya yang ada di dalamnya, posting ini relate dengan hal tersebut.

Hari Sabtu besok, tanggal 6 Maret 2010, untuk anda yang tinggal di Jogja, atau kebetulan sedang jalan-jalan ke Jogja, monggo&#8230; saya persilahkan untuk mampir ke Studio Radio FeMale jogja, karena di halaman kami akan digelar Healthy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau anda sudah membaca tentang <a href="http://dianpurnomo.com/archives/185" target="_blank">slow food</a> dan apa saya yang ada di dalamnya, posting ini relate dengan hal tersebut.</p>
<p><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs419.snc3/25249_337351944764_578099764_3438623_863349_n.jpg" alt="desain by Mahendra" align="texttop" width="343" height="483" /></p>
<p>Hari Sabtu besok, tanggal 6 Maret 2010, untuk anda yang tinggal di Jogja, atau kebetulan sedang jalan-jalan ke Jogja, monggo&#8230; saya persilahkan untuk mampir ke Studio Radio FeMale jogja, karena di halaman kami akan digelar Healthy Local Food Festival. Ini adalah hasil kerja bareng Radio FeMale, UGM, dan banyak pihak lain.</p>
<p>Acaranya apa aja sih? Selain anak-anak yang perform dengan kelincahan mereka di panggung, akan ada juga demo membuat makanan dari bahan-bahan lokal. Ada demi membuat mie dari ubi ungu, demo membuat kue dari tepung pisang, tepung sukun, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Saya tunggu kehadiran anda ya, hari Sabtu, 6 Maret 2010, dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Pastikan perut tidak terlalu diisi penuh dulu dari rumah <img src='http://dianpurnomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/192/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>grebeg sampah 2010</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/191</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/191#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 08:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[environment]]></category>

		<category><![CDATA[that two cents]]></category>

		<category><![CDATA[the precious ones]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/191</guid>
		<description><![CDATA[Udah pada tahu kan, kalau tanggal 21 Februari ditetapkan oleh pemerintah negara kita sebagai hari Peduli Sampah? Pasti udah tahu lah ya&#8230; Nah, di Jogja, tanggal 28 Februari kemarin, ada sebuah acara hebat bernama Grebeg Sampah. Acaranya dibuat di TPA (tempat pembuangan akhir) Piyungan.
Jadilah saya, DJ dan Felix datang ke sana di hari H-1. Tenang&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah pada tahu kan, kalau tanggal<strong> 21 Februari </strong>ditetapkan oleh pemerintah negara kita sebagai <strong>hari Peduli Sampah</strong>? Pasti udah tahu lah ya&#8230; Nah, di Jogja, tanggal 28 Februari kemarin, ada sebuah acara hebat bernama <strong>Grebeg Sampah</strong>. Acaranya dibuat di TPA (tempat pembuangan akhir) Piyungan.</p>
<p>Jadilah saya, <strong><a href="http://theunseenjogja.blogspot.com" target="_blank">DJ </a>dan <a href="http://felixofjogja.blogspot.com" target="_blank">Felix </a></strong>datang ke sana di hari H-1. Tenang&#8230; kita ke sana bukan untuk menjadi mata-mata, melainkan karena salah lihat hari <img src='http://dianpurnomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> But it&#8217;s a blessing in disguised teteup.  Jadi ketika hari H acara, kita nggak perlu nyasar lagi. *ngeles* Tapi kalau kami tidak datang di H-1 itu, maka kami tidak akan melihat sebuah cerita nyata tentang para pahlawan lingkungan kita, yang berebut dengan sapi, untuk memilah sampah plastik dan organik. Video lengkapnya bisa anda <a href="http://www.youtube.com/watch?v=2xOyoTe1RdQ" target="_blank">klik di sini</a>, sementara itu saya membayangkan setiap hari saya nyampah dan tidak memikirkan akibatnya buat anak cucu saya.</p>
<p><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs468.ash1/25677_378424374250_701144250_5127779_1218611_n.jpg" alt="http://www.facebook.com/photo.php?pid=5127780&amp;id=701144250" width="304" align="texttop" height="227" /></p>
<p>Baiklah, pembicaraan tentang para pahlawan sampah akan saya muat di tulisan lain. Sekarang saya mau posting tentang acara yang digagas sama mas <strong>Agus dari LSM Lestari </strong>dulu saja. Acara digelar di tanah yang lebih rendah dari gunungan sampah TPA Piyungan seperti gambar di atas tadi. Baunya?  <a href="http://dianpurnomo.com/archives/191#more-191" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/191/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>the upcoming novel</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/190</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/190#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 11:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[masterpiece]]></category>

		<category><![CDATA[my words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/190</guid>
		<description><![CDATA[bagaimana menurut teman-teman?

Saya ulang lagi, bagaimana menurut teman-teman?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana menurut teman-teman?</p>
<p><img src="http://lh4.ggpht.com/_q5bNGNIkCS4/S35za8vagII/AAAAAAAAAIw/ITUAnA8UFx8/s512/DP%20-%20DUA%20SISI%20BINTANG.jpg" align="bottom" width="384" height="512" /></p>
<p>Saya ulang lagi, bagaimana menurut teman-teman?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/190/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;ve got tagged</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/189</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/189#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 07:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[that two cents]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/189</guid>
		<description><![CDATA[Wah, setelah lama tidak mendapat tongkat estafet, akhirnya dapat lagi nih dari mas Edwin.  Saya dengan senang hati karena narsis berniat membuatnya sebaik mungkin. Hehe&#8230;
Ini dia daftar ‘interogasi’-nya  
1. Where is your cell phone?
Ada di meja saya. Kalau malam di dekat kasur karena kalau wekernya bunyi pagi-pagi bisa segera saya tabok sampai diam.
2. Relationship
Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, setelah lama tidak mendapat tongkat estafet, akhirnya dapat lagi nih dari mas <a href="http://www.sectoredwin.net/" target="_blank"><strong><span style="color: blue">Edwin</span></strong>.  </a>Saya dengan senang hati karena narsis berniat membuatnya sebaik mungkin. Hehe&#8230;<br />
Ini dia daftar ‘interogasi’-nya <img src='http://dianpurnomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>1. Where is your cell phone?</strong><br />
Ada di meja saya. Kalau malam di dekat kasur karena kalau wekernya bunyi pagi-pagi bisa segera saya tabok sampai diam.</p>
<p><strong>2. Relationship</strong><br />
Saya punya sahabat ber-13 kalau tidak salah. Namanya genk chantique. Rasanya seru aja, kayak jaman SMP dulu. Tapi saya berteman dengan banyak orang lain.</p>
<p><strong>3. Your hair?</strong><br />
Pendek, tipis, lurus. Pengen dipanjangin, tapi semua teman bilang, saya macam waria kalau rambutnya panjang. Jadi&#8230; saya memilih&#8230; tetap berusaha memanjangkannya <img src='http://dianpurnomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>4. Work?</strong><br />
Saya kerja di radio FeMale Jogja. Saya menulis dan menerbitkan novel saya, kalau itu juga bisa disebut sebagai pekerjaan. <a href="http://dianpurnomo.com/archives/189#more-189" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/189/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>free hugs jogja</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/188</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/188#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 02:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[that two cents]]></category>

		<category><![CDATA[the precious ones]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/188</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah sekian abad tidak melakukan hal-hal spesial untuk diri saya sendiri atau pasangan di hari Valentine. Paling hal-hal yang saya lakukan adalah for the sake of media thingy, karena saya kerja di media. Tapi tahun ini, saya berkenalan dengan teman-teman yang luar biasa membuat saya harus meluncur jauh untuk menjadi lebih muda dari seharusnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah sekian abad tidak melakukan hal-hal spesial untuk diri saya sendiri atau pasangan di hari Valentine. Paling hal-hal yang saya lakukan adalah <strike>for the sake of media thingy,</strike> karena saya kerja di media. Tapi tahun ini, saya berkenalan dengan teman-teman yang luar biasa membuat saya harus meluncur jauh untuk menjadi lebih muda dari seharusnya. Jadi tahun ini, saya dengan senang hati melakukan sesuatu di hari Valentine. Judulnya adalah <strong>Free Hugs Campaign</strong>. Aha&#8230; tentunya anda pernah mendengar kampanye itu kan? Oprah pernah mengundang di penggagas kampanye ini, yang sempat di-banned di beberapa negara, karena tidak semua negara atau kota common dengan budaya &#8216;berpelukan&#8217; ala teletubies. Dan kami mengalaminya. Susah ternyata menunjukkan kasih sayang dengan pelukan.</p>
<p><img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs148.snc3/17532_1208637017666_1280935251_30493399_2472905_n.jpg" align="texttop" width="419" height="314" /></p>
<p>So, here we are, <strong>saya, <a href="http://oralalikaroaku.blogspot.com" target="_blank">DJ</a>, Erny, <a href="http://felixofjogja.blogspot.com" target="_blank">Felix</a>, Andrew, Ricky, Jati, Nina</strong> and her baby boy, kakak <strong>Vin</strong>, <strong>Ipong </strong>dan <strong>Nicky </strong>yang datang jauh-jauh dari negeri Inyong-inyong. Kami memulai dari pasar tumpah UGM. Berdiri setengah jam, diusir penjaga karena dikira jualan nggak jelas, lalu pindah ke trotoar.  <a href="http://dianpurnomo.com/archives/188#more-188" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/188/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>kampung eco-tourism Jethak - Godean</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/187</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/187#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 10:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[environment]]></category>

		<category><![CDATA[masterpiece]]></category>

		<category><![CDATA[that two cents]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/187</guid>
		<description><![CDATA[Hari Rabu lalu saya diundang oleh seorang sahabat dari Borda yaitu bapak DJ untuk mengunjungi sebuah desa eco tourism di daerah Jethak - Godean. Saya yang terbiasa mengisi kepala saya dengan &#8217;sesuatu&#8217; sebelum pergi ke suatu tempat, memaksa untuk membuatnya kosong dulu. We can only pour water into an empty glass, katanya kan?

Kami berangkat bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Rabu lalu saya diundang oleh seorang sahabat dari Borda yaitu <a href="http://oralalikaroaku.blogspot.com" target="_blank">bapak DJ</a> untuk mengunjungi sebuah desa eco tourism di daerah Jethak - Godean. Saya yang terbiasa mengisi kepala saya dengan &#8217;sesuatu&#8217; sebelum pergi ke suatu tempat, memaksa untuk membuatnya kosong dulu. <em>We can only pour water into an empty glass</em>, katanya kan?</p>
<p><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs174.snc3/20179_303017008048_688008048_3352270_7351982_n.jpg" align="texttop" height="229" width="307" /></p>
<p>Kami berangkat bersama 8 engineer dari Vietnam, Kamboja, Filipin, Laos dan satunya lagi saya lupa, juga dua orang teman yang menerangkan ini itu, mas Ari dan Oni ya kalo ndak salah? Sebelum berangkat, waktu masih di kantornya Borda, saya sudah diterangkan bahwa kita nanti akan mengunjungi sebuah WC umum yang dibangun super canggih, karena di bawahnya ada penampung kotoran, pengolah air, yang membuat kotoran mereka yang terbuang bisa diolah menjadi gas, dan airnya bisa didaur ulang untuk digunakan lagi. Huff&#8230; semoga saya tidak salah. Karena penjelasannya teknis sekali. Saya hanya bengong waktu diterangkan. Saya pikir, sudahlah, nanti kalau sudah di lokasi saya pasti paham. Saya juga terbiasa <strike>tampak pinter</strike> kok. <img src='http://dianpurnomo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <a href="http://dianpurnomo.com/archives/187#more-187" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/187/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Slow Food</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/185</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/185#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[environment]]></category>

		<category><![CDATA[how to]]></category>

		<category><![CDATA[that two cents]]></category>

		<category><![CDATA[the precious ones]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/185</guid>
		<description><![CDATA[Sadar nggak, bahwa saat ini kita sudah dituntun untuk hidup dalam budaya cepat? Dandan sambil makan, ngetik sambil nerima telpon, ngobrol sama teman di cafe sambil twitteran sama entah siapa, main game di kantor sambil dengerin orang ngomong di meeting, bahkan yang paling parah, naik motor sambil SMS-an. Ah, so&#8230;
Kenapa semua itu terjadi? Karena kayaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sadar nggak, bahwa saat ini kita sudah dituntun untuk hidup dalam budaya cepat? Dandan sambil makan, ngetik sambil nerima telpon, ngobrol sama teman di cafe sambil twitteran sama entah siapa, main game di kantor sambil dengerin orang ngomong di meeting, bahkan yang paling parah, naik motor sambil SMS-an. Ah, so&#8230;</p>
<p>Kenapa semua itu terjadi? Karena kayaknya 24 jam udah nggak cukup lagi buat kita. Bahkan kalau 24 jam itu kita pakai tanpa tidurpun, rasanya masih kurang. Ada aja yang mesti dikerjakan, semuanya berkejaran. Sehingga muncullah fast lifestyle. Dimana para ibu tidak lagi sempat memasakkan anak-anaknya sayur bayem dan sop cakar, dimana resto cepat saji menjadi tujuan makan siang, pagi dan malam, dimana setiap lemari pendingin di rumah menyediakan sosis dan nugget. Semua yang serba cepat menjadi solusi. Instant generation katanya.</p>
<p><img src="http://clear.msu.edu/dennie/clipart/fast.gif" align="texttop" width="316" height="180" /></p>
<p>Tapi, pernah terbayang nggak, apa saja kandungan gizi yang ada di makanan cepat saji itu? Bagaimana produsen memastikan kehigienisannya pernahkah menjadi pemikiran? Saya dulu tidak. Tapi belakangan gaya. Suka mikir-mikir aja sendiri. Kok ya, saya tega memasukkan makanan ke dalam mulut saya, tanpa saya tahu asalnya. Fiuh&#8230; Apalagi setelah saya ketemu dengan teman-teman hebat di Jogja, prof. Mur, mbak Ambar, <a href="http://ryudeka.wordpress.com" target="_blank">mas Deka</a>, cs, yang memperkenalkan dan mengajak saya bergabung dengan komunitas slow food.  <a href="http://dianpurnomo.com/archives/185#more-185" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/185/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>HIV Test</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/184</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/184#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 04:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>

		<category><![CDATA[that two cents]]></category>

		<category><![CDATA[the precious ones]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/184</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu saya berhasil mengajak sahabat-sahabat saya untuk tour de Hospital untuk mendapatkan HIV Test. Jam setengah 3 sore kami datang ke RS Sarjito. Well, sebenarnya kami sudah siap membawa &#8217;sangu&#8217; di kepala kami tentang rumah sakit pemerintah. Label lambat, hening dan kumuh sudah tertempel di kepala kami. Maafkan&#8230; tapi, memang seperti itu rasanya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu lalu saya berhasil mengajak sahabat-sahabat saya untuk tour de Hospital untuk mendapatkan HIV Test. Jam setengah 3 sore kami datang ke RS Sarjito. Well, sebenarnya kami sudah siap membawa &#8217;sangu&#8217; di kepala kami tentang rumah sakit pemerintah. Label lambat, hening dan kumuh sudah tertempel di kepala kami. Maafkan&#8230; tapi, memang seperti itu rasanya yang terbayang di kepala kami pertama kali mendengar nama Rumah Sakit Pemerintah. Iya kan? Ngaku aja!</p>
<p>Nah, begini nih, perbincangan kami dengan ibu resepsionis.</p>
<ul>
<li>Dian: Sore bu, untuk VCT dimana ya?</li>
<li>Ibu itu: VCT untuk apa ya?</li>
<li>Dian: (dalam hati) emang ada berapa VCT? (diucapkan) VCT untuk test HIV mungkin, bu&#8230;</li>
<li>Ibu itu: Oh&#8230; VCT di ruang edelweiss mbak. Tapi udah tutup. Cuma sampai jam 12 siang. Datang aja lagi besok. Tapi kalo besok cuma sampai jam 11.</li>
<li>Dian: Ooooo&#8230; (Beneran kagum) Emang buka dari jam berapa bu?</li>
<li>Ibu itu: Jam 8.</li>
<li>Dian: Oooo&#8230; Terima kasih bu.</li>
</ul>
<p><img src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:s-nIzqsjP6rurM:http://robita.files.wordpress.com/2008/11/shin21.jpg" align="left" width="108" height="124" /></p>
<p>Lalu kepala saya benjol karena dijitakin tiga sahabat saya. Mereka yang sudah meluangkan waktu dan tentu saja nyali untuk melakukan VCT, semangatnya langsung dipadamkan dengan fakta VCT yang buka cuma setengah hari. &#8220;Tulis di surat pembaca nggak!!&#8221; Kata mereka. Hihi&#8230; saya ketawa aja. Mereka cuma membuat semangat saya jatuh saja, itu adalah ekspresi cinta mereka pada saya. Saya tahu pasti itu. Karena buktinya, waktu saya arahkan ke Panti Rapih, mereka bertiga langsung mengangguk setuju tanpa perlawanan. Tentu saja setelah perut mereka diisi masing-masing 4 potong pisang goreng seberang Sarjito dan teh manis di sana.</p>
<p>Saya langsung terbayang bahwa kejadian semacam ini bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja. masih bagus teman-teman saya tetap bersemangat untuk test. Kebayang aja kalau orang sudah disuruh test ogah-ogahan entah karena takut entah karena malas entah karena nggak peduli, eh&#8230; giliran sampe di tempatnya, ternyata sudah tutup pula tempatnya. Untuk balik lagi dijamin nggak sebersemangat sebelumnya. Fiuh&#8230; <a href="http://dianpurnomo.com/archives/184#more-184" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/184/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>fatwa haram rebonding</title>
		<link>http://dianpurnomo.com/archives/183</link>
		<comments>http://dianpurnomo.com/archives/183#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 11:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[that two cents]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dianpurnomo.com/archives/183</guid>
		<description><![CDATA[Pertama-tama saya ucapkan puji syukur yang tiada terkira kepada Allah yang maha kuasa, karena saya dikaruniai rambut lurus, kulit putih dan hidung mancung. Pernah nggak, anda mendengar ucapan seperti itu keluar dari seorang Putri dunia, Indonesia, Jawa Tengah, atau bahkan Putri daerah antah berantah? Seharusnya ucapan ini terlontar dari mulut mereka. Karena kalau tidak, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama-tama saya ucapkan puji syukur yang tiada terkira kepada Allah yang maha kuasa, karena saya dikaruniai rambut lurus, kulit putih dan hidung mancung. Pernah nggak, anda mendengar ucapan seperti itu keluar dari seorang Putri dunia, Indonesia, Jawa Tengah, atau bahkan Putri daerah antah berantah? Seharusnya ucapan ini terlontar dari mulut mereka. Karena kalau tidak, maka mungkin para putri cantik ini sudah masuk dalam kategori melakukan tindakan haram.</p>
<p>Beberapa waktu belakangan ini, ketika kasus Century mulai membosankan dan keriting, ada angin segar berupa fatwa haram rebonding rambut dan foto pre-wedding. Wuah&#8230; apa lagi ini? Saya gembira sekali melihat perkembangan berita yang tidak monoton lagi. Mulai dipanggillah para fotografer dan pemuka agama ke layar kaca. Berdebat sana-sini yang akhirnya membuat sang fotografer bilang: Ya udah deh&#8230; mulai sekarang saya akan mengarahkan klien saya untuk tidak foto berdekatan lagi. Yang saya belum lihat, adalah komentar putus asa para pengusaha salon nih&#8230;</p>
<p><img src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:HOgOPcaimbpMzM:http://azahar.files.wordpress.com/2009/11/straight.jpg" align="texttop" width="155" height="144" /></p>
<p>Lalu apa kabar dengan foto-foto yang ada di kolom-kolom majalah yang menunjukan kemesraan pasangan suami istri yang diperagakan oleh model? Sebentar lagi akan ada fatwa haram untuk ini pastinya. Lalu kalau semua perempuan bosan dengan rambut lurus, lalu model keriting menjadi sexy lagi, lalu ada fatwa haram mengeriting rambut. Begitu terus tanpa henti. Awh&#8230; melelahkan sekali. <a href="http://dianpurnomo.com/archives/183#more-183" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dianpurnomo.com/archives/183/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
