Semalem habis nonton Sex & the City 2 bareng sama Felix, Flora, Yessi yang terpisah kursi, Rangga dan Lia. Ugh!! genk cantik jarang lengkap belakangan ini memang.

Dari banyak hal yang saya dapat - as well as yang saya nggak dapat - di film itu, saya paling suka pertentangan yang dialami sama Carrie Bradshaw dengan dirinya sendiri, untuk jujur sama Mr. Big suaminya, atau untuk menyimpan kesalahannya sebagai rahasia pribadi dan cukup menyesalinya saja.

Oh, Anda belum nonton filmnya? Saya kasih bocoran dikit ya… Mbak Carrie jalan-jalan ke Abu Dhabi dan ketemu sama mantan pacarnya, Aidan Shaw. Mereka janjian buat dinner, dan just like that, ngobrol ini itu, ngomongin keluarga masing-masing, eh… terus tau-tau, mak cepluk gitu aja… They’re kissing under the romantic ceiling of Uni Emirates Arab whatever building gitu. Mbak Carrie merasa berdosa dong. Dia lari, menemui teman-temannya, dan minta pendapat apakah harus jujur sama Mr. Big dan mengambil resiko hubungan mereka memburuk atau mendingan keep it as a secret.

Kalau Anda? Pilih yang mana? Jujur dan mengambil resiko tidak dipercaya lagi sama pasangan seumur hidup, atau simpan buat diri sendiri peristiwa itu dan berjanji nggak akan mengulangi? Tapi terus menerus merasa bersalah sendiri? Aduh… saya juga ikut bingung dalam hitungan menit ketika itu. Kalau saya jadi mbak Carrie, saya ngomong nggak ya, sama pasangan saya? It’s just a kiss. It’s an accident. It won’t happen again. It’s just Aidan. It didn’t mean anything. I still love my partner. Dan masih banyak lagi alasan untuk membuat kita nggak lapor sama pasangan kalau kita baru saja melakukan kesalahan. Read the rest of this entry »

petisi OCEANS

May 25th, 2010

Hari ini saya mau bercerita tentang laut. Kenapa laut? Karena di twitter sedang ramai hastag berjudul #petisiOCEANS. Begini begini ceritanya… Pada suatu hari, Disney membuat sebuah film yang luar biasa indah, berjudul Earth. Gaungnya sukses besar, tapi angka yang masuk ke kantong Disney berapa? Mungkin nggak terlalu banyak dibanding pemasukan yang dihasilkan oleh Titanic. Nah… sekarang ini Disneynature membuat sebuah film lain berjudul Ocean. Ceritanya tentang apa? Tentu saja seperti judulnya, tentang kehidupan alam bawah laut.Film ini kabarnya diproduksi selama 3 tahun, mengambil lokasi di 50 lebih spot bawah laut yang berbeda-beda. Jangan tanya berapa kameramen dan menghabiskan berapa banyak kamera selama masa produksinya ya… ;-)

Lalu apa masalahnya, kenapa sampai ada #petisiOCEANS? Karena kabarnya, ini film dihentikan penayangannya karena nggak laku. Well yeah, kalau yang diharapkan adalah penghasilan ratusan juta dari mereka yang menonton film, tentu saja harapan itu nggak akan tercapai, karena ini memang film dokumenter yang menyuguhkan keindahan bawah laut yang mungkin tidak semua dari kita berkesempatan melihatnya sendiri. Kalau yang diharapkan oleh penonton adalah spesial efek macam Avatar yang luar biasa, memang film ini membuat kita tidur di menit ke-5.

Tapi apa iya sebuah film harus selalu menjadi etalase spesial efek atau pertunjukan grafik kenaikan di deretan box office? Kalau iya, bahwa cuma itu tujuan dari membuat sebuah film, maka saran saya adalah mencelupkan artis terkenal dan mensyutnya dari sana sini di bawah laut. Terus habis itu tetep dikasih judul OCEANS. Tapi, HEIII!!! Film ini memang bukan tentang pameran kecanggihan gambar. Bahwa syutingnya menghabiskan banyak sekali uang karena peralatan yang dibutuhkan juga super canggih, itu bukan bagian yang ingin dipamerkan. Emang enak nyuruh cumi-cumi akting. Mereka nggak bisa akting! Mereka semua protagonis. Mereka semua nggak perlu naskah sama sekali. Mereka hanya mau menunjukkan bahwa mereka ada. Bukan cuma manusia ini lho yang ada dunia. Kalau mereka tidak pernah kita lihat, bukan berarti mereka bisa kita abaikan. Mereka ada agar hidup ini seimbang lho…

Menurut yang sudah pernah menonton, film ini bercerita dengan sangat baik tentang alam yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita. Saya memang belum pernah menonton. Itulah kenapa saya berteriak-teriak dengan tulisan ini. Bayangkan kalau film OCEANS ini tidak sampai di Jogja, saya harus menonton dimana? Menunggu bajakannya? TIDAK!! Saya mau nonton layar lebarnya. Saya mau menenggelamkan pikiran saya ke dalam laut bersama jutaan ikan dan terumbu karang juga mahluk lainnya itu. Saya mau mensyukuri berkah yang diberikan Tuhan dengan melihat film itu secara utuh. Saya mau meninggikan derajat kecintaan saya terhadap bumi dengan menonton film itu.

Ayo, siapa yang ikut saya?

Gambar dari sini ya

Yogyakarta, 16 Mei 2010

Malam Renungan AIDS Nusantara 2010

  Malam itu sekitar 600-an orang berkumpul di Main Hall Balai Kota Yogyakarta. Ibu-ibu dan anak-anak kecil yang digandengnya, suami-suami, remaja cantik dan ganteng, teman-teman dari Vesta, Diadjeng, Dimas, Kebaya, Victory, beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas di Yogyakarta, mahasiswa, media dan masih banyak lagi. Kami semua berkumpul di sana malam itu untuk sebuah tujuan, mengenang mereka yang lebih dulu meninggalkan kita karena AIDS dan bersama-sama membaharui komitmen, untuk bergandeng tangan memutus mata rantai penyebaran HIV. Bukan untuk membatasi hak hidup mereka yang memiliki HIV di tubuhnya. Acara diramaikan dengan dance yang menarik tentang bagaimana kita bisa bersama-sama menghadapi HIV dengan cinta dan kasih sayang. Kemudian ada puisi karya pak Slamet yang dibacakan mb Diah dengan cantik, juga penyalaan lilin sebagai tanda kepedulian dan keikutsertaan untuk menghentikan penyebaran HIV.

Malam itu saya bertemu dan berinteraksi dengan banyak teman, diantaranya adalah seorang sahabat yang baru saja mengalami sebuah drama. Dia tinggal di Jogja dan baru saja mengungkap status HIV-nya, dan ternyata warga di sekitarnya justru mendidiskriminasi sahabt saya tersebut dan keluarganya. Fiuh… Yang paling pedih, anak sahabat saya yang masih balita, ikut menerima diskriminasi itu. Si kecil ditutup aksesnya untuk bermain dengan anak-anak lain sebayanya, istri dan keluarganya dipaksa untuk melakukan test, dan berbagai tindakan diskriminatif lainnya.Hal ini jelas melanggar hak asasi sahabat saya dan keluarganya.

Tapi tentu saja kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan warga di sekitar tempat tinggal sahabt saya tersebut. Mungkin selama ini mereka tidak mendapatkan informasi yang tepat mengenai HIV/AIDS, mungkin yang ada di kepala mereka tentang HIV/AIDS adalah penyakit menular yang dengan bersentuhan bisa mentransfer virus ke orang lain, atau mungkin juga yang mereka tahu tentang HIV bahwa orang yang terkena adalah mereka yang dikutuk oleh Tuhan, karena perbuatan mereka yang “dianggap” negatif.

Padahal, siapapun bisa terpapar HIV. Pasien dokter gigi yang terpapar karena peralatan kurang steril yang baru saja dipakai merawat pasien ODHA, orang yang mendapat transfusi dari darah yang terpapar HIV, petugas kesehatan yang banyak berinteraksi dengan HIV, istri yang berhubungan hanya dengan satu suami (tapi ternyata suami terpapar HIV), bayi yang dikandung oleh ibu dengan HIV, bayi yang disusui oleh ibu HIV, mereka yang bergantian jarum ketika memakai narkoba, orang yang berganti-ganti pasangan seksual dan terpapar karena aktifitasnya itu, dan sebagainya. Siapa saja dari kita memiliki kans untuk terpapar HIV, termasuk orang yang melakukan diskriminasi terhadap ODHA maupun keluarganya. Read the rest of this entry »

dan demi waktu

May 10th, 2010

Aduh, itu lirik lagunya siapa ya? Ungu? Apa Gigi? Atau Chrisye? MMm… saya nggak terlalu ingat lah. Yang jelas, waktu juga sedang menjadi issue hangat dalam kehidupan saya saat ini. Berkejaran dengan waktu, menunggu saat untuk bilang: INI LHO, YANG GUE TUNGGU SELAMA INI. Sambil menghala nafas lega.

Semenjak selesai membaca the Secret dan Sang Pemimpi, saya selalu yakin bahwa setiap kali sebuah kalimat berbentuk keinginan terucap dari mulut saya, artinya di kerumunan awan, sudah ada satu bungkusan do’a buat saya. Saya yakin banget itu. Misalnya gini nih, pagi ini saya bilang: Tuhan… saya mau proses mengurus hidup saya ini dipermudah ya. Maka Tuhan langsung membungkusnya menjadi kado buat saya. Terus suatu hari saya pernah bilang: Tuhan, saya mau dikasih pasangan yang baik dong, paham sama pemikiran saya yang suka gila, bisa mengerti kalau saya hidup di dalam keluarga besar yang unik, bisa berjalan di sebelah saya membawa berbagai papan peringatan, kali-kali saya ngaco di jalan, saya mau saya juga bisa mengerti dia, saya mau dia berbicara dengan bahasa yang sama dengan saya. Saya yakin Tuhan sudah membungkuskannya sejak pertama kali saya meminta itu, entah berapa tahun yang lalu. Hanya saja, Tuhan tidak pernah memberitahukan kapan waktu yang tepat untuk menjatuhkan kado itu.

Kenapa Tuhan merhasiakan waktu penjatuhan kado itu coba? Karena somehow Tuhan tahu, bahwa begitu kita mendapatkan kado berupa terkabulnya do’a, maka di belakangnya manusia sudah akan siap permintaan-permintaan selanjutnya. Hihi… sibuk bener ya, Tuhan…

Jadi, saya pikir Ade benar. Sekarang ini, kita tidak perlu kuatir sama apapun kecuali waktu. Semua udah ada yang ngatur. Semua keinginan kita sudah dibungkuskan dengan rapi, pake pita malah. Berarti, sekarang saya akan menambah satu do’a wajib lagi buat Tuhan.

Tuhan… beri saya waktu untuk sempat menangkap dan menikmati kado-kado dari-Mu ya… :)

Eh, kalau saya sering kali menyebut nama Ade, dia adalah salah satu kado dari Tuhan buat saya. Gambar saya dapat di sini 

hari ini

April 27th, 2010

maaf sayang,
aku hanya bisa mencintaimu hari ini
karena besok masih lagi rahasia
hari ini,
aku penuhi kepalaku dengan gambarmu,
kuisi mulutku dengan namamu
“sayang… mari bercinta, sehari ini saja”

sayangku,
maafkan aku
yang hanya tubuh menua
mulut yang terlalu banyak berjanji
mata yang selalu berusaha merangkum dunia
telinga yang berkedik mencuri kata
jiwa yang terus haus

jadi,
maaf sayang
aku hanya bisa mencintaimu hari ini
karena esok terlalu jauh buatku
karena minggu, bulan, tahun dan windu
hanya memasungkan belenggu di kakiku

sekarang,
ijinkan aku mendekapmu sehari ini
biarkan aku menciummu dari pagi sampai dini hari

sayang,
kalau beruntung,
kita akan bercinta lagi esok hari…

YK, 2 days prior to d-day

gambar dari sini

manusia = mahluk sosial

April 26th, 2010

Kemaren saya ngobrol dengan Ade tentang Manusia, yang katanya adalah mahluk Sosial. Dia sangat mendukung pendapat itu. Well, saya juga pernah mendapatkan pelajaran yang sama jaman SD dulu. Manusia selalu membutuhkan manusia lain. Kemarin saya hampir membantah. Saya pernah mendengar cerita dari mbak Hanny, tentang seorang nenek yang ditemuinya di New Zealand, yang hidup seorang diri, dan dia baik-baik saja. Kita juga pernah nonton film-nya om Kevin Costner yang sendirian menjelajahi lautan Bumi di Water World dan film-nya mbak Jodie Foster yang judulnya Nell kalau nggak salah. And not to forget, film Into the Wild yang menceritakan tentang petualangan mas Chris McCandless untuk menemukan kediriannya, tanpa orang lain.

Semua tokoh di film itu bisa hidup sendiri. Semuanya. Sampaiiiiiiii….

Sampai tibalah saatnya mereka menemukan bahwa di dunia ini ada sesuatu yang lain yang bisa diraih, selain hanya mengenyangkan perut saja, atau mencapai tujuan fisik saja.  Apakah itu? Mari saya mencoba sok-sok menganalisa:

  • Ingin bahagia,
  • Ingin alam yang tentram dan damai,
  • Ingin menguasai sesuatu,
  • Ingin merubah dunia kecil kita menjadi tempat yang lebih baik,
  • Ingin diakui keberadaannya,
  • Ingin merasakan kasih, dan masih banyak lagi tentunya

Weleh… kok memberat ya topik bahasan tentang mahluk sosial ini? Tapi memang benar kan? Read the rest of this entry »

Dua Sisi Bintang

April 1st, 2010

Kemuning atau lebih suka dipanggil Kuning, menemukan dirinya menjomblo entah untuk yang kesekian kalinya. Sementara sang ibu sudah mulai mengejar-ngejar anak perempuan semata wayangnya ini untuk menikah, karena ketiga kakak laki-lakinya masih belum ada tanda-tanda memiliki hubungan yang serius dengan pacar-pacar mereka.

Buat Kuning, dikejar-kejar menikah sudah tidak lagi terlalu mengganggu hidupnya, tapi justru orang baru yang dicintainylah, yang mengganggu hidupnya. Namanya Bintang. Umurnya memang lebih muda dari Kuning, tapi dia menemukan banyak kecocokan dengan Bintang. Suka menulis puisi, bisa membantu mengerjakan tugas-tugas di cafe yang sedang dikelolanya, dan yang lebih penting adalah, Kuning merasakan cinta pada Bintang. Tapi tidak mudah untuk begitu saja memutuskan untuk memacari Bintang. Pertama karena Bintang sudah punya pacar, kedua, karena Bintang adalah seorang perempuan.

Devon, sahabat Kuning mati-matian menolak dan menentang Kuning untuk mendekati Bintang, sementara Kuning merasa cinta mati pada Bintang, cinta terlarangnya. Apa yang akan dilakukan Devon untuk menghalangi sahabatnya pacaran dengan Bintang? Apakah Kuning akan tetap memaksakan diri untuk pacaran dengan Bintang, yang berarti dia sudah menyakiti pacar Bintang, dan juga menyakiti sahabatnya?

Bagaimana dengan Bintang sendiri? Yang ternyata juga menyukai Kuning? Apakah cinta terlarang ini akan berlanjut dan berakhir bahagia? Temukan jawabannya di Dua Sisi Bintang, novel yang saya tulis sejak tahun 2005 dan baru diterbitkan lima tahun kemudian ini.

Cara mendapatkannya gampang, order ke saya, dengan harga Rp 40,000.- dan untuk 100 pembeli pertama, masih ada diskon lho. 20%…

Ayo ayo… Buruan… Nanti akan ada kuisnya juga lhoo ;-)

Tahun lalu saya masih tinggal di Semarang waktu Earth Hour tanggal 28 Maret 2009 digelar. Yang saya lakukan adalah berdiam diri di kamar dengan teman-teman untuk menikmati kegelapan. Esok harinya menonton TV dan menyaksikan keindahan demi keindahan dalam kegelapan di seluruh dunia. Maka tidak berlebihan kalau ada yang bilang, matikan lampu anda, biarkan bumi menyala. Atau kampanye di salah satu negara, matikan lampu sekarang, nyalakan masa depan.

Tahun ini saya dan felix sahabat saya bahkan lebih sibuk dari tahun-tahun sebelumnya, karena felix mendapat kehormatan untuk mengurus upacara earth hour di Tugu Golong Gilig Jogja. Dari mulai perijinan, woro-wiri mengajak pak Herry Zudianto sang walikota ikut berperan serta, keterlibatan teman-teman volunteer, pojok onthel dan genk chantique juga sebagian besar warga Jogja ada di tangan kami. Seberapa keras kami berteriak, itu berpengaruh pada berapa banyaknya orang yang akan tersapu dan mengikuti earth hour. Read the rest of this entry »

Berapa orang yang jiwanya terancam dalam perjalanan ke toilet? Pernahkah anda bayangkan? Bukan cerita lama bahwa perempuan dan anak-anak mendapatkan perlakuan tidak senonoh ketika menuju ke kali tempat mereka mencuci, mandi dan gosok gigi. Tanggal 22 Maret diperingati dunia sebagai hari air. Seberapa peduli kita sama urusan yang satu ini?

Saya bersyukur melihat banyaknya jumlah orang yang peduli siang ini (21 Maret 2010). Di MCK Jethak II, Sidoakur, Godean, Jogja, 674 orang ikut mengantri di toilet artifisial dalam acara GREBEG AIR yang kita buat di sana. Semua tumpah di sana, dari mulai teman-teman Pojok Onthel Jogja, warga desa, Borda, crew FeMale Jogja, teman-teman dari UGM, Sanata Darma, Atma Jaya, PLPT, Lingkungan Hidup Sleman, PT Niaga Merapi, Wartawan dari segala penjuru Indonesia, pedagang, teman-teman Capoeira, drum band TK Prima Gama dan masih banyak lagi.

Yang bikin acara seru adalah, karena di situ tidak dipungut bayaran, terus bebas berbasah-basahan, ada lomba mural, lomba tangkap ikan yang hasilnya boleh dibawa pulang dan dimasak sendiri, lomba sepak bola lumpur, performance capoeira, gejog lesung, kotekan, aksi cuci tangan, dan masih banyak lagi. Read the rest of this entry »

grebeg air 2010

March 14th, 2010

Nah lho… kok jadi latah. Abis Grebeg Sampah, terus jadi ada Grebeg Air juga? Well, kali ini saya tidak malu meniru. Karena hal baik memang untuk ditiru. Terima kasih idenya, mas Agus, yang sudah membuat Grebeg Sampah begitu hebat dan nancep di kepala saya dan DJ dari Borda.

So, here we go, teman-teman. Borda Indonesia dan Radio FeMale Jogja akan mengadakan sebuah kegiatan seru, untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh tanggal 22 Maret. Kegiatan kita bernama GREBEG AIR, yang diadakan

  • Minggu, 21 Maret 2010
  • Jam 8am - 1 pm
  • Di Desa Wisata Sidoakur, Jethak, Godean

Apa saja acara yang ada di sana?

  • Kompetisi Mural
  • Tangkap Ikan
  • Futsal Lumpur
  • Gerakan Cuci Tangan
  • Sosialisasi pembuatan barang recycle dari plastik, pembuatan kompos, biopori, pemilahan sampah, daaaannn…
  • PEMECAHAN REKOR ANTRIAN TOILET TERPANJANG DI DUNIA

Acara ini sepenuhnya GRATIS. Terbuka untuk umum, jadi silahkan ajak siapapun untuk datang. Konfirmasi acara bisa di saya: 0274 925 3226

  • Translate My Blog

  • Dian Purnomo

    Create Your Badge

  • Name

    URL or Email

    Message


    -->