bagaimana menghilangkan kebencian?

Semalam saya mengalami kesulitan tidur. Salah… salah… begini yang benar, semalam saya terbangun beberapa kali. Karena ternyata saya tidak terlalu mengalami kesulitan untuk memejamkan mata lagi. Setiap kali terbangun, wajah yang pertama kali muncul adalah orang yang membuat kebencian bercokol dengan tentram di hati saya selama beberapa bulan terakhir ini. Saya...

Read More →

menjaga hati

kemaren, setelah seharian bersimpuh (halah) di depan laptop untuk membuat bab I, jam setengah 8 malam telpon Vanya. Ternyata dia sedang menonton SuperStar, aduh!! anakku ini, sedihnya aku dia melihat acara seperti ini. Tapi ya sudahlah... Ini adalah salah satu telpon terpanjangku dengannya. Kami membahas para juri itu, si madam,...

Read More →

H-A-T-I

Selamat pagi sayang... Ini sarapanmu untuk hari ini H-A-T-I Kenapa diam, sayang? Aku menunggu sampai agak dingin Agar mudah kubelah menjadi dua Satu untukmu, satu untuknya Kau hebat sekali bisa membagi dua hatimu Tolong pastikan, belahannya sama Karena aku tidak mau mendapat sisa dengan ukuran yang tak serupa (lebih…)

Read More →

so close

From Disney’s Enchanted movie Composed by: Alan Menken Sung by: Jon McLaughlin You’re in my arms And all the world is gone The music playing on For only two So close together And when I’m with you So close to feeling alive A life goes by Romantic dreams must die...

Read More →

What are you gonna be when you’re old?

Dijamin akan membosankan membacanya. So get ready for it. Tanggal 29 Februari jam 3 sore saya dan sahabat saya, Rani menghadiri (cie… menghadiri) undangan peluncuran buku terbaru NH Dini, Argenteuil, Hidup Memisahkan Diri. Pertama kali kami memasuki ruangan, kami dibagikan goody bag berisi sebuah buku, majalah kadaluwarsa dan sebungkus tissue....

Read More →

Elizabeth the Virgin Queen

Boleh dong judulnya diganti menjadi Dian Purnomo the (no more) Virgin President? Pada suatu hari setelah tinggal di Semarang selama belasan tahun, saya menyadari kalau di kota ini begitu banyak orang yang narsis. Mmm... tepatnya semenjak masa kampanye calon pemimpin. Dari mulai bupati, walikota sampai gubernur. Tadinya saya pikir kenarsisan itu hanya dimiliki oleh...

Read More →

the Police vs the Dream

Seharusnya the Police konser gak cuma sampe di Singapura, tapi juga mampir ke Jakarta. Terlalu menyakitkan mendengar teman-teman yang menyaksikan konser itu sampai ke negeri Singa. Termasuk "teman" saya Samuel Mulia yang menulis kesaksiannya di Kompas Minggu lalu. Hiks... seperti yang kita duga bahwa stamina Sting, Copeland dan Summer masih...

Read More →

pre wedding

kawin lagi?? nggak kapok iyan?? iiihhh... kenapa harus kapok? kawin kan enak. tapi aku lebih suka proses menuju kawin itu sendiri. pedekate, lamar-lamaran, sayang-sayangan, berasa dunia milik berdua, foto-foto bareng, nulis surat, sms-an, belum bikin tanggal kawinan udah bikin foto pre wedding. hehehe... jadi, maafkanlah aku wahai orang-orang yang pernah...

Read More →

sepatu Vanya

Hari Senin seperti biasa, agendaku dan WitRani adalah membaca kolom Samuel Mulia, sebelum memulai aktifitas rutin. Dan minggu ini, Samuel menulis tentang kanvas. Tadinya kupikir Samuel mulia mau mengkritik pada pelukis atau seniman rupa yang lain. Tapi ternyata Samuel was writing about kids-parents stuffs. Tentang trial dan eror yang dilakukan...

Read More →