Bapak Pulang

Beberapa kali saya menulis draft tulisan tentang Bapak, tetapi selalu terdistrak, sampai akhirnya terlambat. Sekarang Bapak sudah tidak akan membaca tulisan ini. Tapi memang Bapak tidak perlu membacanya. Bapak tahu apa yang dilakukannya dan dirasakan oleh anak-anaknya. Saya dilahirkan di kota kecil Salatiga, dikelilingi oleh orang-orang tua yang membentak anaknya,...

Read More →

Ambar Margi; m. Aku atau Kamu?

Setelah hari-hari berat pulang balik rumah – rumah sakit yang kujalani, akhirnya ada juga cerita gembira yang bisa kubagi. Bapak pulang dari rumah sakit. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Operasinya berjalan lancar. Air yang dikeluarkan dari paru-parunya dua botol minuman ukuran sedang. Aku tidak habis pikir dari mana asal air...

Read More →

Ambar Margi; k. Leo

Dengan semua selipan-selipan yang diberikan pada kami, hanya bapak yang tampak tidak terlalu senang. Dia tidak marah, tidak juga menolak, tapi aku melihat raut yang berbeda padanya. Entahlah, mungkin nalurinya sebagai pencarai nafkah di rumah yang tersenggol. Aku tidak tahu. Belakangan ini Bapak memang jauh berbeda. Bukan hanya karena kehadiran...

Read More →

Ambar Margi; h. Sandal Jepit

Yudi, nama suamiku. Dia adalah orang pertama yang berada sedekat ini denganku. Sebelumnya aku tidak pernah merasakan pelukan dari orang yang kusayangi. Aku tidak pernah memiliki pacar, seperti teman-temanku yang kutahu sejak kelas 5 SD sudah berdekatan dengan teman lelaki lain. Aku lebih suka menghabiskan waktu untuk lompat karet dan...

Read More →

Ambar Margi; g. Kawin Muda

Hari itu akhirnya datang juga. Hari dimana akhirnya aku menyerah karena sudah satu tahun berlalu sejak bujukanku pada simbah. Dua laki-laki yang disodorkan pertama padaku, kutolak mentah-mentah. Bangkotan! Sama sekali tidak menarik. Untung mereka tidak langsung datang bersama keluarga dan membawa mahar yang menyilaukan perut keluargaku, jadi aku masih bisa...

Read More →