Ambar Margi; p. Bukan yang Mati yang Perlu Ditakuti

Uang yang kudapatkan dari Leo cukup untuk membuatku bisa membayar cicilan motor, memeriksakan bapak ke rumah sakit karena batuknya kembali menjadi dan membeli sabun, odol, gula, susu dan berat. Aku dan Yudi tenang. Tapi setiap malam kami berdua bermandi peluh. Aku terbangun dengan keringat membasahi seluruh tubuh karena “didatangi” mumi....

Read More →

Ambar Margi; m. Aku atau Kamu?

Setelah hari-hari berat pulang balik rumah – rumah sakit yang kujalani, akhirnya ada juga cerita gembira yang bisa kubagi. Bapak pulang dari rumah sakit. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Operasinya berjalan lancar. Air yang dikeluarkan dari paru-parunya dua botol minuman ukuran sedang. Aku tidak habis pikir dari mana asal air...

Read More →

Ambar Margi; l. Sang Pahlawan

Wangi sabun pel lantai. Langkah kaki perawat. Seno tidur sambil duduk tepat di depanku. Pelan-pelan semua inderaku terbangun. Beberapa penghuni kamar yang lain dan keluarganya juga sudah mulai bergerak. Bapak masih tidur. Bahagia melihatnya tidur, karena kalau terbangun yang kudengar hanya batuknya. Aku segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci...

Read More →

Ambar Margi; j. Malaikat itu Bernama Seno

Sayangnya, senyum di wajahku tidak berumur lama. Dengan serta merta, hanya dalam hitungan bulan, kami sudah mulai berjumpa dengan masalah baru. Musim hujan ketika itu. Jalanan desa menjadi kubangan yang membentang menghubungkan satu rumah dengan yang lainnya. Satu tikungan ke tikungan berikutnya, sawah yang lebih mirip genangan air sejauh mata...

Read More →

Selingkuh

Akhirnya saya memutuskan mengakhiri selingkuh setelah bermalam-malam mengalami kesulitan tidur dan produktivitas terganggu karenanya. Yang di atas itu adalah headline untuk mendapatkan traffic tinggi bagi website para artis atau politisi. Kalau saya, berita sesungguhnya adalah: Saya baru saja menyelesaikan membaca novel Selingkuh yang ditulis oleh Paolo Coelho setelah bermalam-malam lembur...

Read More →