cerpen lama
March 19th, 2008
Musim panas di Laredo benar-benar mengingatkanku akan Indonesia. Bahkan mungkin Laredo jauh lebih panas dibandingkan negara tempatku dilahirkan. Biarpun begitu, berlibur di Laredo mengikuti kata hati, adalah sesuatu yang tidak akan kusesali.
Semua bermula ketika Dewa, seorang pria yang kupacari selama setahun terakhir membatalkan lamarannya. Sangat memalukan. Seorang perempuan yang sudah waktunya kawin, setelah bertahun-tahun menundanya, hanya untuk menemukan lelaki yang tepat, akhirnya justru ditolak. Menurut ibuku ini yang namanya karma.
“Makanya to Il, ibu kan sudah bilang sejak dulu, jangan suka mempermainkan laki-laki. Kalau sudah begini, bukan cuma kamu kan yang malu. Semua keluarga ikut tercoreng mukanya.” Read the rest of this entry »
