angel of mine

sumpah!! ini bukan judul lagunya brandy! bahkan ada niatan menjiplak saja tidak. beneran!! kebetulan aja windy, editorku berpikir bahwa judul ini adalah yang paling mewakili isi novel keduaku ini, dan terdengar lebih catcy dibanding judul-judul lain yang kuajukan. hehe… mau tau judul-judul lain yang kuajukan? diantaranya adalah:

sengsara membawa nikmat, orang sombong mati gosong, emang enak jadi perawan, hehe… jadi sekarang tahu kan, kenapa windy memilih judul angel of mine untuk jadi judul novel ini.

angel of mine adalah cerita tentang anak remaja (halah!!) namanya Eye Kayla, yang beruntung sekali karena dia tidak pernah berhasil melepaskan diri dari perawan. ada aja sesuatu atau seseorang yang mengingatkannya atau nolong dia. ternyata si Kayla ini memang punya malaikat pelindung, yang sudah ada jauh sebelum dia lahir. hiii… serem gak sih? gak juga kok. malaikat itu juga menjawab pertanyaan, kenapa di punggung sebelah kiri Kayla ada tanda lahir menyerupai tato mata.

ayo dong, baca novel terbitan gagas media ini. terus kalo udah baca, kasih komentar duong… biar novel ke-3, 4, 5, dan seterusnya jadi lebih yahud!!

← scorci
redefine →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. cem mane carenye….menuangkan isi pikiran ke tulisan coz saye to banyak ide tapi kalau dah ke tulisan langsung macet….ho…ho…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →