narsis

pagi-pagi nunggu jemputan, ngapain lagi kalo gak narsis di depan kamera sendiri? dan ini dia hasilnya

kayaknya aku emang bagus difoto dari atas, atau… gini gini…

dari tengah deh…

yang ini dari bawah…

← what coffee are you?
vanya →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. aku hanyalah salah satu orang yang dipaksa untuk berkomentar…dengan ogah-ogahan maka aku nulis juga..dalam keadaan leher tengeng..pegel linu sepertinya sedang menggerogoti my back..maka sama mbak jamu aku dikasih cabe puyang..yg rasanya bikin aku puyeng..aku malah curhat sendiri ya…btw apik ki fotone..(fotone lho yee- hehehe)..bu aku sepertinya akan memotong rambutku seperti itu…biar mirip Meg Ryan juga…
    pisssssss….uwis yaaa

  2. Whuaaa…
    jangan bilang2 kalo aku memaksamu memberi komentar, biar orang lain taunya kamu melakukan ini dengan suka rela.
    masalah potong rambut? pasti keren… lakukanlah di salon eno tercinta kita itu

  3. Fotonya emang bagus sih. Tipe apa tuh?
    Biar lebih bagus, coba deh pose yang asik di kamar, trus di foto dari belakang. pasti akan keren sekali! Mukanya ga terlalu keliatan kan gak masalah toh?

    *ini adalah komentar yang muncul secara sukarela tanpa paksaan tanpa tendensi*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →