H-A-T-I

Selamat pagi sayang…
Ini sarapanmu untuk hari ini
H-A-T-I
Kenapa diam, sayang?

Aku menunggu sampai agak dingin
Agar mudah kubelah menjadi dua
Satu untukmu, satu untuknya

Kau hebat sekali bisa membagi dua hatimu
Tolong pastikan, belahannya sama
Karena aku tidak mau mendapat sisa dengan ukuran yang tak serupa

Tidak mungkin kau kuberi sisa,
Aku mencintaimu

Juga mencintainya..

Maafkan sayang, aku harus melakukan ini semua.

Tak apa. Besok pagi, akan kembali kuhidangkan hati untukmu
Di sana, di dalam lemari dingin itu, ada banyak hati untukmu
Juga untuknya,

Terima kasih sayang, aku tahu aku memang pantas mencintaimu.
Brenda… Brenda… ini hati untukmu!! Hap! tangkap!!

← so close
menjaga hati →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. ?? ?

    artinya good job, hehehe πŸ˜†

    itu tandanya kamu cukup laku..punya dua cewek πŸ˜†

    8thx ya dah main keblog saya, jangan kapok 😎

    salam

  2. Hmm Tuh Syair pa puisi yah !!

    Yg jelas ikin Laper, “Laper Cinte”

    Btw, Webnya juga aku suka, soalna Simple.

    Tapi link ke Teman2 na mana Yah??

    Dah baca n nonton Ayat2 Cinte Lom?

  3. nice post!!!
    sayangnya saya ga pernah bisa membagi hati saya, yang tertinggal cuma patah dan berkeping, tapi ga pernah bisa membelah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →