kemana kemana kemana?

Kemana saya selama ini ya? Tulisan terakhir saya di blog ini adalah tertanggal 1 Agustus 2011. Owh owh owh.. sungguh saya sudah menyia-nyiakan kado ke-32 dari sepupu saya, berupa website ini. Maafkan… mas Yusuf & mb Yeni. Sampai akhirnya saya disenggol dengan manis oleh seorang sahabat, terima kasih mbak Itta di Semarang yang mengingatkan akan keberadaan dianpurnomo.com ini.

Jadi, kemana saja saya selama ini, sama sekali tidak penting. Tapi apa yang saya temui sepanjang perjalanan saya sok sibuk ke sana ke sini, amat sangat penting. Saya menyadari satu hal. Bahwa semakin banyak hal berkumpul di kepala kita, belum tentu semakin mudah dia menulis. Hehehe… *pembelaan diri*

Karena memang  benar, melihat perempuan dan anak dipenjarakan, well… koruptor juga dipenjarakan sih (beberapa), tapi mereka mendapatkany banyak kemudahan, baik dari mulai lokasi pemenjaraan, fasilitas plus-plus, sampai pembebasan bersyarat maupun remisi. Sementara anak-anak dan perempuan yang dipenjarakan mengalami diskriminasi dan terus menerus dipersulit untuk mendapatkan hak-hak mereka.

Itu masalah yang serius, yang saya terus menerus kelah-keluhkan. Belum lagi masalah-masalah perkawinan anak di bawah umur. Fiuh… ada apa sih dengan kampung kecil bernama dunia ini? Kenapa di beberapa tempat, ukuran untuk kemandirian dan kematangan harus ditandai dengan perkawinan? Dipikir kalau sudah menikah lalu masalah hidup sudah selesai? Dapat salam dari Krisdayanti! Let me tell you something ya, menikah itu gerbang baru yang PR banget untuk dihadapin. Kalau memang nggak siap, nggak usah masuk ke sana. Apalagi yang kalau alasannya demi nafsu. Masih punya tangan kan? Manfaatkan. Aduh, maaf saya super emosi, membayangkan anak-anak dibawah umur dikawinkan. Mendingan duit buat kawinnya dipake buat bayarin sekolah.

Lihat foto di atas itu, nggak pantas kan, anak di bawah umur seperti saya, menikah dengan orang setua itu? 🙂

Udah ah, saya mau nyari Ayu Tingting lagi. Kemana… kemana… kemana…

Foto yg pertama saya ambil dari sini ya

← Kantor Imigrasi Depok
putih langsat →

Author:

Dian adalah penulis Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam dan 8 novel serta kumpulan cerita lainnya. Peraih grant Residensi Penulis Indonesia 2019 dan She Creates Change Green Camp 2020 ini lahir tahun 1976, belajar komunikasi di Universitas Diponegoro dan STIK Semarang, lalu lanjut belajar perlindungan anak di Kriminologi UI. Dia adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara, ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan beberapa anak lain. Saat ini Dian menghabiskan banyak waktunya menjadi penulis lepas dan konsultan untuk isu perlindungan anak dan kekerasan berbasis gender.

  1. Dion… salah!! coba tebak lagi dia ada di mana? Atau jangan2 suamiku ini ada dimana2 ya.. gawat!

    mas Antyo.. rasanya gimanaaaaaa gitu ya? hiks.. 🙂

  2. Eeeeeeeeh ayo rutin lagi ngeblog-nya! 😀

    Hahahaha, saya jadi inget hubungan Raffi Ahmad dan Yuni Shara… 😆 Aneh deh, mana mungkin bisa sih, pria ganteng muda dan mapan bisa pacaran dengan wanita hampir 40 tahun mungil dan janda? 🙁

    Eh, nyambung gak sih, ama topik perkawinan gadis dengan kakek2? 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Sve što trebate znati o igrama na sre?u uz PSK platformu

Igranje casino igara postalo je iznimno popularno u Hrvatskoj posljednjih godina. Kada posjetite psk hr, otvarate vrata svijetu bogate zabave i brojnih mogu?nosti za dobitak. Ova platforma nudi intuitivno su?elje koje je prilago?eno svim tipovima korisnika, od po?etnika do iskusnih profesionalaca.Raznolikost ponude i pogodnostiPonuda igara obuhva?a širok spektar naslova koji...

Read More →

Unlocking the Excitement of Rocket Play Casino Experience

Choosing the right platform for your gaming journey is essential for long-term enjoyment. For those looking for thrills, rocket play online casino provides an immersive environment that caters to both casual players and high rollers alike. With a modern interface and seamless navigation, the site ensures that every session feels...

Read More →

Perpus Provinsi Kalimantan Selatan yang Inspiratif

Beberapa hari lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi acara diskusi literasi di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Selatan. Sungguh sebuah kesempatan yang sangat berharga buat saya. Awal menerima undangan ini saya pikir kena prank. Masa’ iya sih ada Perpustakaan Provinsi bikin acara seperti ini, pikir saya. Tapi rupanya ibu Kepala Dinas ini...

Read More →

Berkah Dalem

Selamat merayakan Natal teman-teman, Berkah Dalem. Biasanya kalimat itu yang saya kirimkan ke sahabat dan teman-teman saya melalui WhatsApp untuk memberikan ucapan selamat Natal. Pagi tadi saya menyegarkan kembali ingatan tentang frasa Berkah Dalem, yang menurut beberapa referensi artinya Tuhan memberkati, yang menurut sejarah diambil dari kata Deo Gratia, berkah...

Read More →

44 Years of Practice

Lima tahun lalu saya dapat quote keren banget tentang usia 40, seperti ini: Gambar dari darlingquote.com Lalu tahun-tahun itu berlalu dan saya lupa apa yang jadi resolusi saya di ualng tahun saya ke-40 itu. Saya hanya ingat mengirimkan surat pada 40 orang yang pernah dan masih menggoreskan makna pada hidup...

Read More →

The Class of 94 and Beyond

Ilusi bahwa saya adalah Supergirl, Harley Quin, Black Widow, Queen of Wakanda patah sudah. Tanggal 25 Juni menerima hasil antigen positif. Tidak disarankan PCR sama dokter karena dia melihat riwayat orang rumah yang pada positif, “Save your money, stay at home, have fun, order as many foods as you like,...

Read More →

Domba New Zealand dan Pahlawan Perubahan Iklim

Pada suatu hari di bulan November 2016 bersama teman-teman dari tim Alzheimer Indonesia kami mendapat kesempatan untuk mengikuti konferensi di Wellington, New Zealand. Kok baru ditulis sekarang? Huft.. Seandainya kemalasan ada obatnya, saya antri beli dari sekarang. Ada banyak hal yang membuat orang mudah sekali jatuh hati pada Wellington, udaranya...

Read More →

Perjalanan ‘Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam’ Menemukan Jodohnya

Jodoh, rezeki dan maut ada di tangan Tuhan, katanya. Tapi kalau kita berharap Tuhan turun tangan untuk dua item pertama, nyesel sendiri lho ntar. Antriannya panjang, Sis. Ada tujuh milyar orang di muka bumi ini. Cover Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Maka saya menjemput paksa jodoh tulisan saya pada...

Read More →