kaweeen kaween…

March 28th, 2008

“Umur udah hampir kepala tiga, kapan mau nikah?”
Atau,
“Mas Bagas anaknya pakdhe Anu itu lho, anaknya udah hampir dua. Padahal dia kan satu angkatan sama kamu to, waktu SMA?”
Bias juga bentuknya gini,
“Mumpung ibu masih kuat berdiri, jadi kalau salaman sama tamu banyak-banyak masih kuat. Ayo to, buruan nikah. Laki-laki seperti apa lagi yang kamu cari? Semua sama saja kok nantinya.”

Harus ya, nikah?
Jadi, prosesnya harus gini, lahir – sekolah – lulus – nyari kerja – kerja – nikah – punya anak – memaksa anaknya nikah – biar punya cucu.
Yakin, harus begini prosesnya?
Read the rest of this entry »

cerpen lama

March 19th, 2008

Musim panas di Laredo benar-benar mengingatkanku akan Indonesia. Bahkan mungkin Laredo jauh lebih panas dibandingkan negara tempatku dilahirkan. Biarpun begitu, berlibur di Laredo mengikuti kata hati, adalah sesuatu yang tidak akan kusesali.
Semua bermula ketika Dewa, seorang pria yang kupacari selama setahun terakhir membatalkan lamarannya. Sangat memalukan. Seorang perempuan yang sudah waktunya kawin, setelah bertahun-tahun menundanya, hanya untuk menemukan lelaki yang tepat, akhirnya justru ditolak. Menurut ibuku ini yang namanya karma.
“Makanya to Il, ibu kan sudah bilang sejak dulu, jangan suka mempermainkan laki-laki. Kalau sudah begini, bukan cuma kamu kan yang malu. Semua keluarga ikut tercoreng mukanya.” Read the rest of this entry »

If children live with criticism, they learn to condemn.

If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.

If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.

Read the rest of this entry »

ayat-ayat cinta

March 18th, 2008

 Berawal dari ketidakrespekan terhadap poligami *fiuh… finally, setelah bertahun-tahun aku menjadi pendukung poligami*, aku dan Rani menonton Ayat-ayat Cinta dengan setengah hati. Setengahnya lagi pake mata :P
Aduh, bingung mau komentar model apa nih, supaya tidak berkesan menghakimi, hhh… tapi kebetulan sekali pikiranku dan Rani sama. Film ini habis-habisan mengekspose laki-laki lemah bernama Fahri.

 

Salah satu scene
Read the rest of this entry »

13 maret 2008

March 14th, 2008

Hari ini tiga tahun yang lalu, untuk pertama kalinya, setelah bertahun-tahun mati rasa dan tidak percaya pada cinta, aku mulai berani mencinta lagi. Kupercayakan cinta itu padamu. Dengan semua keterbatasan, kelemahan dan ketidakberdayaan kita menjalaninya. Tidak lama, tapi cukup dalam untuk menorehkan bekasnya.

Hari ini, setelah tiga tahun, aku merasakan guratan yang sama. Kali ini aku jatuh lagi di lubang yang berbeda. Dulu, kamu membuatku percaya bahwa cinta ini layak untuk dinyalakan.

Read the rest of this entry »

ada cinta

March 13th, 2008

 Pada suatu masa, pernah ngerasa kesel banget sama pasangan Acha Irwansyah. Kenapa coba? Aneh banget yak? Padahal mereka nggak salah apa-apa gitu. Mereka cuma pasangan yang serasi aja.

Mmm… sekarang baru sadar letak ketidaksesuaiannya. Soalnya waktu Acha Irwan lagi deket-deketnya, aku lagi gak punya pasangan. Sampe sekarang bahkan ;p Makanya, kesel banget rasanya liat mereka akur gitu. Lebih kesel lagi waktu ada yang suka nyela-nyela aku dengan lagu mereka yang ini nih: Read the rest of this entry »

chants of lotus

March 12th, 2008

Akhirnya, nonton juga film Perempuan Punya Cerita, kemaren. Bareng sama Body Shop, Komnas Perempuan dan Kalyana Shira Foundation. Fiuh… what a movie. Meninggalkan sebuah rongga di dalam jantungku. Sakit rasanya melihat anak-anak yang dijual, perempuan yang diperkosa dan hak reproduksinya terenggut. Sakit melihat anak-anak SMA menikmati tubuh mereka dengan cara yang memprihatinkan. Bahwa ternyata berhati-hati dan pilah-pilih saja, juga tidak cukup. Intinya, itu film memang sudah gila. Keren abeeesss… Bikin melek!!

Read the rest of this entry »

Semalam saya mengalami kesulitan tidur. Salah… salah… begini yang benar, semalam saya terbangun beberapa kali. Karena ternyata saya tidak terlalu mengalami kesulitan untuk memejamkan mata lagi.
Setiap kali terbangun, wajah yang pertama kali muncul adalah orang yang membuat kebencian bercokol dengan tentram di hati saya selama beberapa bulan terakhir ini. Saya mengingatnya secara detil, lalu membayangkan setiap pembalasan yang mungkin saya lakukan. Setelah saya bayangkan dia putus asa, sedih atau menangis, karena merasa bersalah, dan merasa memang layak mendapatkan balasan dari saya, baru saya bisa tidur lagi dengan nyenyak. Begitu sampai berulang 3 kali.
Read the rest of this entry »

menjaga hati

March 8th, 2008

kemaren, setelah seharian bersimpuh (halah) di depan laptop untuk membuat bab I, jam setengah 8 malam telpon Vanya. Ternyata dia sedang menonton SuperStar, aduh!! anakku ini, sedihnya aku dia melihat acara seperti ini. Tapi ya sudahlah… Ini adalah salah satu telpon terpanjangku dengannya. Kami membahas para juri itu, si madam, mamanya Denada, dan uncle Jo atau siapa itulah…

Setelah dia bosan dengan pembahasan tentang acara itu, dia beranjak menanyakan lagi apa yang kuhafal, hehe… ternyata kami menyukai lagu yang sama. Read the rest of this entry »

H-A-T-I

March 6th, 2008

Selamat pagi sayang…
Ini sarapanmu untuk hari ini
H-A-T-I
Kenapa diam, sayang?

Aku menunggu sampai agak dingin
Agar mudah kubelah menjadi dua
Satu untukmu, satu untuknya

Kau hebat sekali bisa membagi dua hatimu
Tolong pastikan, belahannya sama
Karena aku tidak mau mendapat sisa dengan ukuran yang tak serupa

Read the rest of this entry »