kaweeen kaween…

“Umur udah hampir kepala tiga, kapan mau nikah?”
Atau,
“Mas Bagas anaknya pakdhe Anu itu lho, anaknya udah hampir dua. Padahal dia kan satu angkatan sama kamu to, waktu SMA?”
Bias juga bentuknya gini,
“Mumpung ibu masih kuat berdiri, jadi kalau salaman sama tamu banyak-banyak masih kuat. Ayo to, buruan nikah. Laki-laki seperti apa lagi yang kamu cari? Semua sama saja kok nantinya.”

Harus ya, nikah?
Jadi, prosesnya harus gini, lahir – sekolah – lulus – nyari kerja – kerja – nikah – punya anak – memaksa anaknya nikah – biar punya cucu.
Yakin, harus begini prosesnya?
Bagaimana kalau, lahir – sekolah – lulus (optional) – menemukan hal yang lebih menarik dari bekerja, seperti menjadi seniman atau filsuf (hhhggg!!) atau pengusaha misalnya – memutuskan untuk tidak menikah karena alasan tertentu – menghabiskan masa tua bersama orang-orang yang menyayanginya walaupun bukan suami atau istri.
Bagaimana? Tetap nggak boleh?

Tulisan ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan terhadap dua orang yang sekantor dan pernah sekantor denganku. Mereka berdua dipaksa orang tuanya untuk segera memilih calon suami. Kalau nggak juga menemukan calon suami, maka akan dipilihkan. Salah satunya bahkan sudah sampai dua kali dikenalkan pada laki-laki yang menurut orang tua dan om-pakdhe-nya cocok untuk menjadi pendamping hidup si teman ini. Huh!! Untung aja, umur 23 tahun lebih 2 hari aku udah kawin dulu. Coba kalau sampai di adegan dikenal-kenalkan begini, pasti kepalaku juga pusing kayak mereka.
Kebayang dong, laki-laki yang akan kita temui setiap hari, ditemani tidurnya, makannya, jelek-jeleknya, bersama-sama merancang ini itu, kok dipilihkan lho? Lha wong yang udah pacaran sampai itungan tahun aja, belum tentu cocok kok. Ada-ada aja…

Saya Cuma bisa bilang sama teman-teman tercinta saya itu, sebenarnya yang diinginkan orang tua adalah yang terbaik untuk anaknya. Kebahagiaan anaknya. Saya bukannya sok tahu, tapi karena saya sudah menjadi orang tua, maka saya merasa bahwa itu memang keinginan para orang tua. Nah, karena selama ini yang dipelajari dan dialami orang tua adalah, mereka berbahagia dengan suami atau istrinya, which is itu adalah bapak atau ibu kita, maka mereka juga pasti akan menyarankan hal yang sama kan? Atau mungkin mereka belum tentu sebahagia itu sama pasangannya, tapi lingkungan, pergaulan, keluarga dan masyarakat ini sudah terlanjur memberi cap bahwa salah satu puncak perjuangan manusia adalah kawin! Setelah kawin, orang baru bias dibilang “mentas” alias mapan. Alias sudah tidak memberatkan orang tua lagi. Halah! Siapa bilang! *sambil monyong bibirnya*

Nah lagi, mungkin sekarang saatnya kita merubah paradigma itu. Maksudnya gini, jangan sampe nih kejadian, sekarang kita nggak merasa nyaman dengan kejaran kawin orang tua, eh… ntar giliran anak kita gede, kita tetep aja melakukan kesalahan yang sama, membuat anak merasa nggak nyaman juga. Hih! Jangan sampe ya…
Buat para calon orang tua nih, trust me, letak kebahagiaan dan ke”mentas”an ternyata bukan pada perkawinan kok. Lihat saja orang-orang besar yang seumur hidupnya nggak pernah menikah, mereka bahkan lebih “mentas” menurutku. Misalnya aja, bu Narti guru biologiku waktu SMA, terus pak Ngatno tetanggaku waktu di Salatiga. Hehe, nggak kenal semua ya? Tapi nggak papa. Mereka contoh yang baik. Mereka tidak menikah, tidak memiliki anak secara harafiah, tapi mereka memiliki puluhan anak asuh yang disekolahkan sampai lulus kuliah. Eh, Ibu Theresa juga tidak pernah menikah kan? Tapi seluruh dunia menyebutnya sebagai ibu. Nah! Tuh kan, “nah” lagi! Kenapa sih, kita nggak berpikir seperti mereka aja?
Menurut mbak Myra Dyarsi of Komnas Perempuan, jadi ibu itu nggak harus secara harafiah melahirkan, membesarkan dan menyusui. Ibu itu sebenarnya adalah julukan, kata sifat. Ibu itu artinya orang yang memelihara, peduli, mendidik, menyayangi. Gitu!

Jadi, kalau alasan menikahnya karena biar punya keturunan, punya anak, maka forget it! Tapi kalau memang ketemu sama orang yang kita cintai dan kita yakin dia bisa berbagi semua beban sama kita, memahami kita, kenapa enggak? Hehe…

← cerpen lama
dear mr. bush →

Author:

Dian adalah penulis Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam dan 8 novel serta kumpulan cerita lainnya. Peraih grant Residensi Penulis Indonesia 2019 dan She Creates Change Green Camp 2020 ini lahir tahun 1976, belajar komunikasi di Universitas Diponegoro dan STIK Semarang, lalu lanjut belajar perlindungan anak di Kriminologi UI. Dia adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara, ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan beberapa anak lain. Saat ini Dian menghabiskan banyak waktunya menjadi penulis lepas dan konsultan untuk isu perlindungan anak dan kekerasan berbasis gender.

  1. Hmmm….
    Percayalah, teman. Kalau mbak ini sudah sampai tahap ‘memonyongkan bibirnya’, berarti dia sudah sungguh2 serius dalam mencurahkan isi pikirannya.

    Lantas, bagaimana dengan ‘Bapak’?

  2. Saya masih berharap menemukan orang, laki2 yang bisa buat saya mencintai, dicintai, menghormati dan dihormati sampai akhir nanti. Tapi saya juga ga begitu terkotak dengan konsep “HARUS MENIKAH”, karena buat saya nikah tuh gambling terbesar dalam hidup. Untung, ortu saya ga pernah memaksa saya buat menikah..

  3. Kawin? Beda gak ama nikah? hahahaha…..
    Menikah itu baek… tapi untuk orang lain.
    Selama masih ada yang jual susu sapi, kenapa kita musti piara sapi?
    Selama masih ada yang jual sate kambing, kenapa kita musti piara kambing?
    Btw analogi gw itu pas gak ya? hehehe….

    Ditto -Laki – laki yang menyukai kawin tapi masih berpikir untuk nikah – hehehe

  4. akhirnya… kata mutiyara dari dito kiyut keluar juga. analogi susu dan sapi, juga kambing dan sate, hhh…
    tapi kan enak juga dit, kalo kita punya pabrik susu dan warung sate? hehe

  5. Hahahaha
    pertama2 aku akan tertawa dulu sebagai oknum yg disebutkan di atas pernah dijodohkan dua kali. pertama2 juga akn kukatakan bahwa bapakku baru2 ini ke “orang pintar”, dan “mbahnya” itu bilang bahwa,”anak perempuan bapak yg satu itu memang beda, pandangan hidupnya meluncur jauh ke depan, ga bisa dikekang.” alkisah bapakku langsung kemlekep. aku sambil berbangga hati tertawa, apakah aku kejam? i don’t think so. Me will be always the i am (benerkan kalo salah nulis). secara ak hidup dalam lingkungan tradisional, maka begitulah juga pemikiran mereka, bukan berarti ak langsung mengecap yg tradisional itu jelek. cuma dr kecil memang sudah begitulah doktrinnya. tapi ya entah kenapa juga sedari kecil itu kelakuanku wis mirip bandit (manjat tembok, melangkahi sumur, manjat pu’un kelapa, dolanan pedang2an-ini gara kanda Brama hehe-)kalo ak ngeliat temen2ku nikah pd tahap awal (0-3 bulan pertama) mereka kok keliatannya bener2 bahagia, tapi setelah periode it pergi, senyum di wajah mereka perlahan menghilang. lalu kemana bahagia itu pergi? hehehe..ya ga semuanya begitu sih, cuma dr situ pandanganku ttg pernikahan berubah total. pernikahan adalah penjara, terutama bagi perempuan. ia pelayan bagi suaminya yg tak boleh mengatakan “tidak”. ia yg kemana2 harus ijin, kalo ga pamit ma suaminya maka istri berdosa (menurut ajaran agama yg didoktrin guru ngajiku). maka setelah aku besar dan berumur, aku malah makin takut berkomitmen, maka aku menjomblo sekian lama. untunglah ada berbagai lekong eslong yg menemaniku, Jet Lee,Batistuta, Viggo Mortensen, Mat Damon, Christian Bale, Mike Shinoda..dan yg terbaru, Wentworth Miller. terlalu berkualitas ya mereka? krn berfantasi itu harus sebaik mungkin….so..masih pengin nikah juga..dengan dia yg harus pernah masuk bioskop, tdk kecanduan agama, and the rest will be in mysterious way……..

  6. wuah… luar biasa, sodara perempuanku yang satu ini. yang jelas, pastikan bahwa anda tetap mengincar laki-laki sebagai teman hidup ya!! hehehe…
    aja kaya inyong, temon maning, temon maning!

  7. based on what rania said… gw setuju banget… menikahi diri sendiri adalah hal terbesar yang bisa di lakukan seseorang… dengan menikahi diri sendiri kita bebas memilih siapa pun pasangan kita .. hehehe… gak ada perlu baca janji pernikahan, gak perlu ada penghulu ato saksi, gak perlu mahal – mahal nyari cincin, dan yang pasti hanya orang cerdas yg berani melakukannya… berimajinasi adalah tanda kecerdasan seseorang… gak percaya? temuilah akuuuuu… hehehehe

  8. imajinasi adalah kekayaan tak terbatas yang diberikan Pencipta untuk manusia (gak yakin anjing sama ular bisa ngayal atau gak soalnya), jadi… mari kita menghayal… karena hanya di dunia itulah kita memiliki kebebasan tanpa syarat.

  9. Eduunn.. buat urusan kawin semua tampak emosi jiwa. Okey. Mari kita berkhayal. Gw mau berkhayal keluarga gw gak ngarepin gw kawin, gw mau ngkhayal they’d love me whether i’m so gay or gay a lil bit.

    Btw.. aku ki temon lanang lho. Berminat?

  10. mungkin itu yang membuat elo gak kawin – kawin… terlalu mengobral diri n terlihat hopeless banget karena gak kawin – kawin hahahahaha… gw aja yang dah berkali – kali kawin juga cool aja hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Descubre la experiencia de juego premium en platincasino

El mundo del entretenimiento digital ofrece opciones variadas para los amantes de las apuestas. Si buscas un sitio confiable, revisa las platincasino opiniones para conocer la reputación de esta plataforma. La transparencia y la calidad de los servicios son fundamentales para cualquier usuario moderno.Ventajas de elegir una plataforma de calidadAl...

Read More →

Explorando la experiencia premium en sol casino

Los entusiastas de las apuestas en línea buscan constantemente plataformas que combinen seguridad con una interfaz dinámica. Si quieres descubrir una nueva manera de jugar, visita sol casino para comenzar tu aventura. Este sitio se ha consolidado rápidamente como uno de los destinos preferidos por su impresionante catálogo de juegos...

Read More →

Erfahrungen und Highlights im Wildz Casino

Moderne Online-Spielhallen bieten heute eine beeindruckende Auswahl an spannenden Unterhaltungsmöglichkeiten. Wenn Sie nach Abwechslung suchen, ist das wildz casino eine hervorragende Anlaufstelle für Spieler aus aller Welt. Die Plattform überzeugt durch eine benutzerfreundliche Oberfläche und eine sehr schnelle Navigation.Warum Spieler diese Plattform bevorzugenViele Nutzer schätzen vor allem das Treueprogramm sowie...

Read More →

Explorando la oferta de juegos en bet30

El mundo de las apuestas digitales sigue creciendo con opciones fascinantes para los entusiastas. Si buscas una plataforma segura y moderna, el bet30 casino es una elección destacada hoy. Esta web ofrece una experiencia de usuario optimizada que permite disfrutar de tus juegos favoritos con total comodidad desde cualquier dispositivo...

Read More →

En dybdegående guide til MrGreen og deres spilunivers

MrGreen har længe været et anerkendt navn på det europæiske marked for casinospil. Mange spillere leder efter en god oplevelse hos mrgreen online når de søger underholdning. Siden har formået at skabe et trygt miljø for alle typer af spillere.Spiludvalg og funktionerUdvalget af spil er imponerende og dækker alt fra...

Read More →

Wybór odpowiedniego serwisu stake w Polsce

Rynek gier hazardowych online rozwija si? w bardzo szybkim tempie. Ka?dy gracz szuka bezpiecznej platformy, a niezawodny stake stanowi podstaw? udanej rozrywki. Warto dok?adnie analizowa? wszystkie dost?pne opcje przed podj?ciem decyzji.Na co zwróci? uwag? przy wyborze kasynaWybieraj?c miejsce do gry, nale?y w pierwszej kolejno?ci sprawdzi? aktualn? licencj? oraz dost?pne metody...

Read More →

En dybdegående guide til Unibet i Danmark

Unibet har længe været en af de mest populære platforme for danske spillere, der søger spænding og underholdning. Når du vinder gevinster, er det vigtigt at kende til unibet udbetaling for at få dine penge hurtigst muligt. Der er mange forskellige metoder til rådighed, som sikrer en sikker og effektiv...

Read More →

A Modern Approach to Online Gaming with Rainbet

The landscape of digital entertainment is shifting toward platforms that prioritize speed and user experience. Finding a reliable place for your hobby can be challenging, but rainbet offers a refreshing perspective for enthusiasts everywhere. With its intuitive design, players can navigate through various categories without unnecessary friction or delay.Understanding the...

Read More →