kantata taqwa

 orang-orang pada masanya, pasti mengingat dengan baik sebuah album berjudul kantata taqwa. keren abis… perfecto!! hampir semua lagunya nyantol di kepala. dan sedikit sekali album yang kayak begini efeknya di kepala pendengar atau penikmat musik. dari mulai sang petualang, rajawali, paman doblang, hampir semua, eh… semua deh, keren abis..

dan berikut ini cuplikan perbincanganku dengan bang Yose, salah seorang pecinta kantata taqwa

Yose Riandi: kalo ga salah
Yose Riandi: dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata
dian jameela: wah betul
dian jameela: betul
dian jameela: betul
Yose Riandi: wuiiih
dian jameela: itu ada dalam lagu mata dewa apa ya kalo gak salah
Yose Riandi: bener ga ya
Yose Riandi: bukan bu
Yose Riandi: kalo ga salah
Yose Riandi: di album kantata takwa
Yose Riandi: itu dulu album yg srg aku puter
Yose Riandi: keren abesss
dian jameela: ohya?
Yose Riandi: tapi jdl lagunya lupa
Yose Riandi: kalo ga salah
dian jameela: iya bang, mata dewa
Yose Riandi: judulnya Paman Doblang
dian jameela: yang musiknya
dian jameela: eh iya…
dian jameela: eh, aduh..
dian jameela: ya itulah pokoknya, kalo gak salah
Yose Riandi: aku inget
Yose Riandi: kata2 tadi diucapin berulang-ulang
Yose Riandi: sampe lagunya abis
dian jameela: iya
Yose Riandi: dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata
Yose Riandi: dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata
Yose Riandi: wuiiiih
Yose Riandi: suangat tuenan
Yose Riandi: suangar maskudnya
dian jameela: hehehe
dian jameela: bentar bang
dian jameela: ada kata2 gini juga
dian jameela: kesadaran adalah matahari
dian jameela: kesabaran menjadi bumi
dian jameela: gitu nda’an?
Yose Riandi: wuah lupa
Yose Riandi: sejak kasetnya rusak
Yose Riandi: aku tak pernah lg mendengerkannya
dian jameela: Paman Doblang paman Doblang
Mereka masukkan kamu kedalam sel yang gelap
Tanpa lampu tanpa lubang cahaya
Oh pengap
Yose Riandi: benaaaaaaaaaaaaaaaar
dian jameela: aman Doblang paman Doblang
Apa katamu?

Kesadaran adalah matahari
Adalah matahari adalah matahari

Kesabaran adalah bumi
Adalah bumi adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala
Menjadi cakrawala menjadi cakrawala

Dan perjuangan
Adalah pelaksanaan kata kata
Adalah pelaksanaan kata kata
dian jameela: hehehe
Yose Riandi: ada angin
Yose Riandi: tak ada suara
dian jameela: aku langsung mencarinya di lirik.com
Yose Riandi: ooooooh
Yose Riandi: lupa lanjutannya
Yose Riandi: ada ya
dian jameela: ada bang
dian jameela: aku nyari lewat paman google
Yose Riandi: wuaaaaaaaah
Yose Riandi: jadi pengen dengerin lagi
Yose Riandi: ada lagi bu lagu di album itu
Yose Riandi: kata-katanya begini
dian jameela: apa bang?
dian jameela: apa?
Yose Riandi: walaaah
Yose Riandi: kok lupa ya
Yose Riandi: hehehehe
dian jameela: yg air mata?
dian jameela: apa yg balada pengangguran?
Yose Riandi: kalo ga salah nih
Yose Riandi: judulnya rajawali
Yose Riandi: burung sakti di angkasa
Yose Riandi: lambang jiwa yg merdeka
dian jameela: hwaaaaaaaaaaaaaa
Yose Riandi: terus aku lupa apa lanjutanya
dian jameela: dia ingat
dian jameela: dia ingat
Yose Riandi: pokokna akhirnya gini
Yose Riandi: tidak merubah rajawali
Yose Riandi: menjadi burung nuri
dian jameela: pembela kaum yang papa
dian jameela: penggugah jiwa lara
dian jameela: menembus matahari
dian jameela: menjadi inspirasi
Yose Riandi: pokoe satu album keren mampuslah
Yose Riandi: orang kalah
dian jameela: iya
dian jameela: kalo ada
Yose Riandi: jangan dihina
dian jameela: aku mau beli lagi ah
Yose Riandi: dengan cinta
Yose Riandi: kita bangunkan
Yose Riandi: di kamar aku berkaca
Yose Riandi: tampak wajah yg asing
Yose Riandi: mentertawakanku
dian jameela: sang petualang
Yose Riandi: aku terdiam
Yose Riandi: aku merasa
Yose Riandi: pernah juga kalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah
dian jameela: wuahhhh
dian jameela:
dian jameela: penonton melakkan standing ovation
dian jameela: tepuk tangan rak bar bar
Yose Riandi: WUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH

← puser gatel
what coffee are you? →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. bagaimanapun…aku harus kembali
    walau berat…aku rasa kau mengerti
    simpanlah rindumu…jadikan telaga
    agar tak usai mimpi panjang ini
    air mata…

    th 91 saat msh smp
    aq ntn konser Kantata Takwa di stdn sriwedari solo
    boncengan sm temen preman kampung-ku pake sepeda jengki
    soalnya…sepanjang jl slamet riyadi – solo (dr kerten s/d gladhak) ditutup pak polisi dr jam 12 siang

    tiket 10rb…
    aq nabung dr uang jajan
    temenku ngamen di terminal

    tiketnya msh ada smpe tahun 2005 kmrn,ilang pas aq kerja di bandung

    pulang nonton lewat tengah malem
    begadang smpe pagi di stadion manahan

    unforgetable!

  2. Sebebas camar engkau berteriak… Setabah nelayan menembus badai… Seikhlas karang menunggu ombak… Seperti lautan engkau bersikap…
    ——–

    Merinding gw denger mereka. Akankah ada lagi band sehebat ini???

  3. taqwa,kesaksian,orang2 kalah,paman doblang,balada pengangguran,nocturno,gelisah,rajawali,air mata,sang petualang….

    malam khusuk menelan tahujudku,lidah halilintar jilati batin ku..mentari dan cakrawala kenyataan hidup,hanyya pada Mu laaahh..kekuasaan kekal

    lagu ini jeritan jiwa,hidup yang layak harus di jaga
    orang2 harus di banggunkan aku bernynyi menjadi saksi,,
    kenyataan harus di kabarkan aku bernyanyi,menjadi saksi.

    orang kalah janggan di hina,,dengan cinta kita bangunmkan!!

    kesabaran adalah matahari,
    kesabaran adalah bumi,
    keberanian menjadi cakrawala,
    dan perjuangan adalah pelaksanaan kata2!!

    misteri??ijizah tidak ada gunanya,,
    ketekunan tidak ada artinya???

    aku rasa hidup tanpa jiwa,orang yang miskin ataupun kaya,,sama ganasnya terhadap harta,,bagai binatang di dalam rimba!!

    orang muda,orang tua,,penuh luka.terkoyak nasib tertikam gelisih,membalik hidum menerkam nasib,gelisih badan,gelisah tidur,lingkaran gelisah lingkaran setan,menggelinding..3x,,memaksa hidup..adakah orang(tidak gelisah),gisah2 gundah gelisah,,aku gelisah

    burung sakti di angkasa,lambang jiwa yang merdeka,pembela kaum yang papa,penggugah jiwa larah!!

    bagaimanapun aku harus kembali,walau berat aku rasa kau mengerti,simpanlah rindumu jadikan telaga,agar tak usai mimpi pajang ini,air mata,nyatanya..

    sebebas camar kau berteriak,setabah nelayan menembus badai,seikhlas karang menunggu ombak,seperti lautan engkau bersikap!!

    “thanks buat bang iwan yang uda ngadain konser kemerdekaan di panggung kita lewinanggun – cimanggis,walau pun sawung jabo ga bisa dateng,tapi udah ngobatin rasa rindu kami semua!!saya slalu dateng lho ke panggung kita setiap bulan,walau pun harus request schedjule!!hehe..mong2 kapan lagi neh bang iwan ngadain konser lagi??

    satu lagi neh buat abang2 kantata,,kapan lagi kantata taqwa film di tayangin lagi di bioskop??kalo bisa di semua bioskop ya!!!thanks..

  4. tuhan ya tuhan namamu diagungkan di saat hidup waktu sekarat di pintu mati..
    cinta ya cinta namamu diagungkan di saat hidup waktu sekarat di pintu mati..
    orang bicara cinta atas nama tuhannya sambil menyiksa membunuh berdasarkan keyakinan mereka

  5. orang2 harus di bangunkan aku bernyanyi menjadi saksi
    kenyataan harus di kabarkan aku bernyanyi menjadi saksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi: f. Perawan Tua

Aku terus dibesarkan sebagai ‘anak nakal’ ibu. Sedikit sekali kenangan yang kuingat tentang bagaimana aku dan ibu bisa tersenyum bersama. Hampir semua yang kulakukan adalah kesalahan. Membantu mengangkat padi untuk menghindarkannya dari siraman hujan saja, tetap salah. Aku seharusnya tidak meletakkan mereka di dalam rumah lah, bukan begitu cara mengangkat...

Read More →

Ambar Margi: e. (bukan) Suami Takut Istri

Pernah terpikir di kepalaku bahwa bapak adalah sosok suami takut istri. Dia tidak pernah membelaku atau Yanto dari pukulan-pukulan yang dihadiahkan ibu pada kami. Tapi bukan karena itu. Bapak tidak pernah menyentuh ibu karena menurutnya merawat anak adalah hak ibu. Anak-anak ada di bawah kekuasaan ibu, sementara urusan lain bapak...

Read More →

Ambar Margi; c. Nakal

Sejak kecil aku tidak pernah tahu apa kesalahanku. Ibuku selalu bilang, “Jangan nakal! Dasar anak nakal! Awas kalau nakal!” Tapi dia tidak pernah menjelaskan padaku, nakal itu apa. Waktu aku bermain lompat tali dengan teman-teman di depan rumah, ibu memanggilku. Aku mendengar tapi enggan mendatanginya. Aku hanya berteriak “Iyooo…” menyahut...

Read More →

Ambar Margi; b. Perempuan di Titik Nol

Suatu hari ada seorang perempuan datang ke penjara dan mengebonku untuk berbicara dengannya. Bon adalah istilah untuk para napi, jika ada petugas yang memanggil kami untuk keperluan apapun. Ada yang besuk, mau disidang, diminta tolong memijat, disuruh membersihkan ruang petugas, semua istilah awalnya sama, dibon! Aku benci istilah itu, mengingatkanku...

Read More →

Ambar Margi; Bungkus Kacang

Dulu, aku sama sekali tidak suka membaca. Sejak kelas satu SD dan baru disuruh membaca “ini budi” dan seluruh keluarganya saja, aku sudah berusaha untuk lari dari kelas. Menurutku membaca sangat melelahkan. Karena huruf-huruf yang sama itu seperti berlompatan begitu saja dari kertas. Apalagi membaca koran, jungkir balik rasanya, harus...

Read More →

Posesif

Wajah sang perempuan sudah lebam-Lebam, lehernya berkalung bekas cekikan, tapi dia tetap menemani orang yang meninggalkan bekas luka itu, dengan alasan, "Tanpa saya, apa jadinya dia." Familiar dengan cerita seperti itu? Atau pernah berada di dalam lingkaran gelap itu? Menonton film Posesif membuat saya serasa ditarik pada kejadian 20 tahun...

Read More →

Sekolah Kids Zaman Now

Sudah seminggu ini anak saya terlihat lebih sering murung di dalam kamar dan menolak menjawab kalau ditanya kenapa. Ini sungguh mengkhawatirkan buat saya. Ada banyak kemungkinan buruk yang sudah bermain-main di kepala saya, sembari membayangkan diri saya sendiri ketika seusia dia. Enam belas tahun. Salah satu masa rawan. Hal hal...

Read More →