menjadi mbak anna

minggu kemaren, tulisan samuel mulia adalah tentang anna maria of roy marten luar biasa bagus. betapa besar hatinya yang kembali memaafkan mas roy. kesalahan yang sama diulang dua kali lho… pegel nggak sih? *curhat*
padahal samuel, as well as the rest of us in Indonesia yang nonton acara gosip tahu pasti, kalau saja dia tidak memaafkan suaminya, pasti kita bakal membela dia kok. ini bukan salah dia. kalau dia memutuskan untuk marah dan pergi, banyak tangan yang akan menerimanya dengan lapang dada. banget. nggak banyak spesies kayak dia di muka bumi ini.

hhh… sekali lagi samuel menyodorkan cermin di depan muka saya. saya yang “siapa sih loe” ini, tidak mudah memaafkan. saya yang cuma tidak dibalas cintanya, marah gila pada orang yang tidak menerima cinta itu. padahal cinta saya tulus. padahal saya – mungkin – bisa menawarkan lebih dari perempuan yang dipilihnya. walaupun mungkin saya akan cepat berlalu juga karena memang di darah saya ini sedikit sekali sel setianya. tapi kan tetep ada.. weekkk!!
saya pernah memaafkan dia, juga kekasihnya. tapi, belakangan saya kembali marah. saya – yang dijanjikan akan tetap punya tempat di hatinya – merasa tiba-tiba tempat itu disewakan pada orang lain tanpa seijin saya. dan kemarahan itu terbit lagi. susah sekali untuk memaafkan lagi. saya berpikir dijadikan cadangan. saya berpikir seperti ban serep. yang diletakkan di bawah mobil. tidak digubris, kecuali tiba-tiba ban pecah. HIH!! rasain kalo ternyata tiba-tiba ban itu sudah menggelinding jatuh ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi. emang enak? hehe, padahal gampang menemukan tempat tambal ban di dunia ini ya? *poor me*

saya, dengan cinta yang masih membara ini, sangat ingin memaafkan. dan jauh di dalam hati sangat memaafkan. i love you to the bone. tapi gimana ini?
ada ide, tentang cara memaafkan seseorang?
dan tetap memaafkan walaupun disakiti lagi?
dan memaafkan lagi walaupun masih merasa sakit?

jawaban ditunggu di sms saya. dan setiap sms yang anda terima dari saya, itu saya kirim langsung dari hp saya. silahkan…

← saharadja
suatu siang di toko Oen's →

Author:

Dian Purnomo adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dian lahir 19 Juli 1976 di Salatiga.

  1. memaafkan itu gampang mbak, kalo melupakan itu susah banget. Tapi setuju dengan komen diatas saya, kalo cintanya udah sampe yang level unconditional love maka anything is possible mbak. Tapi kalo aq sih bercinta juga kudu pake logika.

  2. waduh..alah, bercintanya sih engga harus, kekeke..yang pake logika tuh ketika kita memutuskan buat mencintai dan menerima cinta seseorang itu yang harus tetep jalan logikanya..

  3. Dimanah… logikah.. hatikuh.. jatuh cintah kepadanyaaahhh hoohh.. tetapih.. ternyatah.. asmarah… tak kenal dengan logikah..

    Ih.. unconditional love mah cuman ada di giving treenya kang Silverstein

  4. wah.. nala bermasalah juga dengan unconditional love ya? berarti cuma mas gat kayaknya yg berhasil mengatasi hatinya sendiri.

  5. Sedang mempelajari bu… agak sedikit hampir berhasil. Yang penting, seperti mba anna yang cantik.. kita harus nyediain hati sebesar hati itu sendiri, sehingga bisa mencintai sebesar cinta itu sendiri dan memaafkan sebesar kesalahan itu sendiri. Eh. Gak nyambung ya. Pokokmen gitu lah hehehe peace bu!!!

  6. Lho bukannya kalo bercinta tuh pakenya alat kelamin ya? Huahahahahahahaha…….
    “Hal yang membuat orang menjadi dewasa adalah memaafkan dan melupakan….” (Ditto yang lagi agak waras pikirannya..)

  7. “I believe in karma what u did is what u give return, i believe u can’t appriciate we love until you’ll been burn,,,la..la..la..
    kemudian begini…
    “I believe Forgiveness is the key to your happiness”

    (kata-nya savage garden)

  8. semua teori mudah diucapkan, tapi prakteknya susah. harus sangat berlapang dada dan tulus untuk bisa memaafkan (lagi dan lagi)
    tapi di atas semuanya, kalau udah memaafkan, pasti plong…. karena (harusnya) tidak ada lagi sakit hati dan dendam, yang keduanya itu bikin capek!

  9. memaafkan..pasti dong ya klo masalahnya gak berat,tp klo sampe nyakitin banget…HARUS DIBALAS!!!!
    emang enak disakitin, apa lg diduain wekk..aku sumpahin deh tuh org,biar mampusss…dgn begitu ak dapat kepuaassan batin(“,)
    buat org yg “di2in” berkali2..
    hellooo jeng/mas… bego ato tolol seh hari gini mau disakitin berkali2..udah gak jaman tau! apaaa cinta??? makan tuh cinta, klo dia cinta mah gak bakal nyakitin…AYO SEMANGAT CARI YG BARU!!!!

  10. Mbak… almost the same dengan mbak anna… saya malah sudah 3 (TIGA) kali memafkan suami saya yg secara trang2an memiliki affair dengan wanita lain (ini yang dia seriusin… maksudnya yg sampe pulang aja masih bawa bekas2 seperti bekas cuppang dsb… duh, ini sebetulnya terlalu pribadi untuk saya share, tapi atas nama nyampah2… gapapa dech, That’s why I choose annonim, supaya nyampah2nya tidak nyakitin orang2 yg saya omongin). Yg sekedar hang out for fun juga ada…

    My point is… If we don’t like it… then Change it… If we cannot change it, then we have to compromise it… if we cannot compromise, then get the hell out of there… our life is too worthed for stupid things like that.

    ME?… still can compromise it, ON BEHALF OF MY DAUGHTER… So, sampe sekarang, masih bertahan aja. Kuncinya.. tutup mata, tutup telinga dan JAGA HATI.

    I’m sure that oneday, he will changes… people were changed through times… And my beloved will too. That’s what God has promised to me.

    If somebody in term of the same situation like me… HAVE FAITH… and you’ll find it easy to step forward.

    salam hangat,
    silly

  11. Memaafkan itu perlu dan baik sekali. Itu jika yg dimaafkan tao diri, maksudnya tidak berulang lagi. Jika yg dimaafkan nekad bertingkah ya bye-bye saja lah, dari pada membawa korban berikutnya apalagi anak yang jadi korban. Maksudnya : lah bapak aja boleh teler-teleran, kenapa aku tidak?

    Walopun di agama Kato, kita tidak boleh cerai. Apa boleh buat!

    Jadinya kayak aku ini : single parent. Lebih berat tanggung jawabnya (moral/finance) tapi hati ringan!

  12. mbak dian..curhatnya juliach “dalem” yaa;;)
    Btw aku ajungin jempol 4 deh buat para wonderwoman..satu kata buat mera HEBAT! \m/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →

Secret Sender

Malam ini neneknya Vanya menanyakan ke saya, apakah saya mengirim bunga untuk anak saya. Hmmm... sore tadi kita nonton Logan bareng, jadi kayaknya agak aneh kalau saya mengirimkan bunga setelahnya. Kalau ada yang mau saya kirim ke anak saya, adalah makanan. Biar dia nyemil sambil belajar atau baca buku/novel/apapun. Kayak...

Read More →