Arisan FeMale Tempo Doeloe

Awalnya dikirain nih acara bakalan sepi, karena udah dibikinnya hari Rabu, midweek, orang lagi sibuk-sibuknya, tanggal tengahan (14 Mei) dan temanya ribet pula. Udah gitu sebelum acara mulai jalan, banyak calon tamu yang diundang mengeluh sama dress code-nya.
Fany : Gak pake dress code gak papa ya? Kita kan pulang kantor Jeng
Dian : Ya udah deh, yang penting pake dress (daripada dia datang bugil, hayo!)

Ratna : Aduh Jeng… jaman dulu kan belum musim jilbab! Eke pake baju tempo dulunya gimana?
Dian : Yee.. orang Arab kan udah hidup dari jaman dulu Jeng, ditiru aja, tempo doeloe Arab juga gak papa kok. (ngeles)

DY : What kind of outfit i have to wear? Don’t ask me to wear kebaya stuffs ya! (Dia masih trauma karena habis dipaksa secara gila-gilaan untuk menghadiri kawinan anaknya Sultan Hamenkubuwono di Jogja dengan kebaya dan high heels)
Dian : Celana yang kamu pake itu absolutely 70s (waktu itu DY pake celana kain kotak-kotak kecil)
DY : Thanks. I have no idea that this is 70s.
Dian : vest, dark tie, that pants, glasses. That’s 70s enough
DY : ok, simply follow your suggestion. (jelas aja DY ngikutin saranku, soalnya temen dia, Mboy, menyarankan DY buat pake topi cowboy segala, hihi)

Dan masih banyak komplen lagi yang masuk ke meja redaksi tentang dress code. Tapi ternyata, malamnya 80 orang lebih tumplek blek di Pesta Keboen. Dan dandanannya pada lucu-lucu.. Malahan ada yang niat banget pake kacamata ala Jackie O dan John Lennon segala (red. liat foto DY di atas). Seneng deh liatnya. Terima kasih ya, Jeng-Jeng Semarang… Next time ada ide apa lagi nih?
Yang pada nggak dateng, rugi!! Nggak bisa masang foto di website/ blog-nya kan?? *mencibir*

Eh, di situ ada Audrey Hepburn juga lho. Nggak percaya? Nih!! Qiqiqiqi… Thanks Dee for mention it many times today, hehe

← pre wedding part II
long weekend hilite →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. mbak Audrey , korden nya ngga jadoel sekalian , motif bulet2 warna ngejreng, kursi en pernik interior nya mana neh

  2. hehehehe… susah mas amur, nyari motif ndol-ndol hari gini. so last year kata toko kain..
    mungkin mesti nyari ke damatex kali ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Pengabdi Setan, Film Pemersatu Bangsa

Sudah nonton film remake karya Joko Anwar ini? Kalau belum, sudah dapat spoiler-an atau mendengar kehebohannya? Sekedar informasi, untuk yang nggak suka sama film horror, percayalah postingan ini sama sekali tidak membahas hal-hal traumatis dalam film. Saya sama penakutnya dengan Anda :D Dua pekan lalu saya terhasut dan kemudian ikut...

Read More →

Gelombang dan Tidur

Jika seorang manusia mati di usia 60, maka dia menghabiskan kurang lebih 20 tahun hidupnya untuk tidur. Ini perhitungan kalau rata-rata orang tidur 8 jam per hari. Wow! Kalau ditotal jadi banyak banget ya jatah tidur kita? Tapi memang itu yang disarankan dokter bukan? Karena kalau kita tidur kurang dari delapan...

Read More →

Privacy?

Anda yang punya kartu kredit mungkin sering mengalami apa yang saya alami seminggu ini. Saya: Halo! Dia: Selamat siang dengan ibu Dian, saya dari xxx bank ingin mengkonfirmasi sebentar mengenai kartu kredit ibu Saya: Aduh mas, saya sedang nunggu telepon dari Gojek nanti aja lagi teleponnya ya. Sehari kemudian, karena...

Read More →