enjoy the silence

Aku jangan disentuh dulu ya
Aku butuh ruang sendiri
Sebentar saja
Aku pastikan akan kembali, jika tidak ada perubahan yang berarti

Diam
Menunggu
Jadi, harus apa aku ketika menunggu?

Aku tidak pandai menyanyi
Dan aku sedang tidak ingin berkemah dengan rombongan sirkusku

Diam
Berpikir

Kadang aku juga suka menyendiri
Sering aku merasa terlalu berisik di sekelilingku sampai aku tidak mendengar suaraku sendiri

Ctak!!
Aku tahu sekarang
Aku akan melakukan sesuatu yang belum pernah kulakukan
Aku akan menari tanpa musik
Aku akan berdansa tanpa pasangan
Sampai bibirku tertarik
Mataku terpejam
Dan seluruh kulitku bersisik

Diam
Kali ini tidak lagi menunggu
Aku duduk di sini kalau kau sempat berpikir aku lari
Tidak menunggu tapi juga tidak pergi
Hanya ingin kau tahu bahwa kadang manusia memang butuh sendiri

Jadi
Sampaikan salamku pada seluruh sendirimu, katakan: aku memantrakan yang terbaik untuknya

← drama
Ubud Writers & Readers Festival →

Author:

Dian Purnomo adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dian lahir 19 Juli 1976 di Salatiga.

  1. Bah!
    kenapa pulak kau ni?
    KEsambet apaan Bu di Ubud?
    Wakakakakakakkkk…
    Yakin mo menyendiri?
    Tar dikejar hantu baru tau lo Yan..
    Hehe..

    p.s. Your heart tells what u want but your mind tells what u need..

  2. kamu kenapa?
    ….
    jangan nunduk begitu…angkat mukamu
    …..
    kenapa?
    …..
    harusnya aku tahu…bahwa kamu memang belum siap
    ……
    wis ah ….aku pulang
    ……

    (pernah ndak, satu jam penuh kamu didiemin
    tanpa ada sepatah katapun terucap dari bibirnya?)

  3. walopun sudah basi…. tp aq setujuh!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kadang manusia butuh u sendiri…. asal g kbablasen wae yo….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →

Secret Sender

Malam ini neneknya Vanya menanyakan ke saya, apakah saya mengirim bunga untuk anak saya. Hmmm... sore tadi kita nonton Logan bareng, jadi kayaknya agak aneh kalau saya mengirimkan bunga setelahnya. Kalau ada yang mau saya kirim ke anak saya, adalah makanan. Biar dia nyemil sambil belajar atau baca buku/novel/apapun. Kayak...

Read More →