year end wish list

After that long time not maintaining my web, today i’m posting two items. This one is about my new wish list.
I wrote them last nite actually. Before I went to bed and a loooongggg sleep.

  1. Build Jogja dream team as soon as possible
  2. Finish my thesis
  3. Finish the writing about Patria and bu Mitha
  4. Birth certificate
  5. Passport
  6. Publish my own book under my own company
  7. Build a promotion team for the book
  8. Roadshow for the book, Semarang, Jogja, Salatiga, Purwokerto, Jakarta, Cirebon, Bandung, Malang, Bali, Surabaya, Cilacap, where else??
  9. Collaborating with Aya to make an Indonesian version of Mum’s gift book
  10. Bangkok, Timor Leste, Perth, Philipina, India
← officially patah hati
vaksin campak →

Author:

Dian Purnomo adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dian lahir 19 Juli 1976 di Salatiga.

  1. oo..bab “NIAT” yho..

    jd ingat kata² simbah-ku :
    ” le.., nek niat ki yho dipolke sing paling dhuwur,diniat ke nggo gustialloh…mengko rak liyane dadi gampang…”*

    ok tetap semangat..!!

    * maaf tanpa terjemahan.

  2. kurang lebih artinya:
    cucuku… kalo niat itu, ya yang sampe mentok to… diniatkan hanya untuk Allah yang maha tinggi. ntar kalo udah gitu, yang lain jadi mudah,
    mekaten to mas?

  3. oooooooooooooooooooooooooooooooooooo………….ngoten tho wishnya Bu?????
    lek aq opo ya???????bingung… masih belum dpt wangsit…. tp yg pasti hrs more better dr skrg….
    bukan begitu Bu???
    jd inget cita2 aq dr kcl klo dtanya Ibu “de,mengko lek wies gedhe pgn dadi opo???”
    “pgn muter2 Bu… paling enggak keliling negara aq Bu…masak aq g ngerti ndhi2 cm ngerti desaku thok????”
    qqqqqqqqqqqqqqqqqqqq……… peace….

  4. stuju… gak ada waktu buat broken heart…

    btw, aku mau lho bantu kamu khususnya di wish-list yang nomor 6, 7 dan 8… kita joinan yuk…

    dan yang nomor 10: Bangkok!!!! ikuuuutttt, I love that city, no wonder people call it “the city of Angels”…..

  5. oh berarti bener skripsi ya?
    Emang patut dirayakan tuch..

    berarti saya mengusulkan untuk menambahkan sidoarjo, malang, boyolali, banyumanik,
    ntar tiap hari aku tambahin 4 kota lagi.

    dan,
    aku ikutan tim promosinya donk, aku bagian government relation yaks, inget loch aku dah mesen duluan….

    HAHAHAHAHAHAHAHA

  6. Duh Yan.. sensi bener kyk pantat bayi..
    hahaha…
    Baguslah Bali msh dimasukin.
    List no.10 yakin nih?
    *mengindikasikan pd salah satu kota sambil senyum2 setan

  7. bukannya wish list yang no 2 sampai 10 sudah kamu bikin des 07?
    jadi sekarang des 08 diulang lagi ya? hanya nambah no 1 yang baru …

    hehehhehe…
    pokomen amin saja wis ….

  8. Oh ya kelupaan. Mo ingetin aja Yan di Bangkok msh tutup bandaranya. Coba ganti dengan kota lain..

    *msh kliyep2 di list no.10 itu negara apa kota yah?

  9. u didn’t even tell me about it before…. tapi mau aja dehh… numpang ketenarannya DHEK DIAN PURNOMO… hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →

Secret Sender

Malam ini neneknya Vanya menanyakan ke saya, apakah saya mengirim bunga untuk anak saya. Hmmm... sore tadi kita nonton Logan bareng, jadi kayaknya agak aneh kalau saya mengirimkan bunga setelahnya. Kalau ada yang mau saya kirim ke anak saya, adalah makanan. Biar dia nyemil sambil belajar atau baca buku/novel/apapun. Kayak...

Read More →