garuda di dadaku

Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang..
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang.. (nyanyikan dengan nada lagu apuse)

Hhhh… film tentang mimpi seorang Bayu untuk masuk timnas U-13 yang akhirnya terwujud (weekkk… spoiler) ini memerindingkan bulu kudukku. Segala sesuatu yang berhubungan dengan terwujudnya mimpi selalu bikin mataku berkaca-kaca.

Aku dan Rani adalah dua orang yang agak anti menonton di urutan depan (siapa yang enggak siiiihhh) tapi untuk film-film tertentu, kami bahkan rela kalau harus duduk di anak tangga. Dan Jum’at malam lalu, aku, Rani dan teman-teman dari Greenpeace kebagian urutan depan.

Ini film, khas anak-anak. Ringan, sederhana, nggak perlu mikir nontonnya, tapi inspiring, bikinΒ  merinding, and yet, bikin nangis.

Tapi sayangnya pas di akhir film pake dengar orang berkomentar, “Nah… ini film lebih bagus dari Laskar Pelangi.” Haduhhh… kenapa mesti dibandingin sih?? Ditambah lagi sampai kantor hari ini ada yang komen, “Film-nya jelek!” Haduh…Tapi untunglah hujan komentar ditutup oleh mas ganteng dengan kalimat konciannya, “Coba deh kalian nonton Ketika Cinta Bertasbih. Dijamin pengen bertasbih. Jeleknya… jeleknya… jeleknya…” Itu mas ganteng lho, yang komentar… bukan saya…

Eh, tapi biarin aja ding ya? Kan setiap orang punya hak untuk mengemukakan pendapatnya. Seperti juga aku berhak untuk bilang, si pemeran Bayu (Emir Mahir) dan Heri bermain cemerlang. Tambah lagi gocekan bolanya Emir nggak ada matinya. Si Maudy nggak ada bedanya sama Zaenab. Si Dullah (Ramzy)Β  super keren actingnya.

Sekarang, tinggal nunggu film King. Dimana penyiar FeMale paling pagi juga bermain di dalamnya. Gery Puraatmadja. Be there on the 1st day ya. 25 Juni kalo nggak salah!!

← debat capres semalam
KING →

Author:

Dian Purnomo adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dian lahir 19 Juli 1976 di Salatiga.

  1. huaaaaahhh…
    jadi tambah pengen nonton ni pilem….

    KCB sih ga usah di tonton… udah ketebak cerita (sinetron)-nya kayak apa… *siapsiapditimpukinpenggemarKCB*

  2. uhuh

    akhir2 ini aku lagi skeptis nih sama film indonesia hihihi

    mungkin akan nonton yang satu ini sama KING

    itu juga masih mungkin…

    yang lebih mungkin lagi adalah beli DVDnya di vertex πŸ˜† itu juga kemajuan… jarang jarang beli film indonesia :p

  3. @Yoan: ayo ayo… nonton!!

    @Nat: wahhhh… jangan bajakannya… seru nonton di bioskop, karena banyak anak2 dan komentar mereka bikin seger tau. kemaren aja di akhir film kita tepuk tangan semua kok. beneran kayak di movie di amerika gitu. halah! kayak pernah aja!

  4. Wah.., jadi pengen ngajak Shasa nonton film ini dan film “King”. Sayang kalau nonton di Madiun nunggunya lama… Hikss..

  5. @CEw: iya… layak tonton banget

    @reni: ke Surabaya kali ya jeng. eh… jauh ya? apa jogja aja, sekalian liburan anak

    @kucrit: wah, dikejar dong crit

  6. nahh film begini nih yg mesti kita tonton,..!

    Sory mbak, kalo untuk film2 sejeni KCB dll aku udah sangat anti !!

  7. @suklowor: yahhhh… nggak seru. enakan di beskop

    @dicky: setujuuuuu

    @deka, eh mas yang ganteng: wooo… malah promosi dewe. psssttt.. demi dramatisasi, komentarmu memang kubuat dalam versiku sendiri tau…

  8. Filmnya bagus… cuma banyak jeleknya..
    suaranya bikin pengeng…
    scenenya pendek pendek….
    kurang bagus dalam pemotongan…

  9. @patahati: yah… kelamaan. liburan ntar pasti tambah rame

    @airbunga: aku juga nunggu transformerrrr… yang versi Indonesia tapi, hehe

    @gelza: siaaappp!!! kali ini aku merasa bersyukur jadi orang awam film. jadi taunya cuma bagus gak bagus. gak paham detil πŸ˜‰

  10. Pretty cool post. I just came across your blog and wanted to say
    that I have really enjoyed browsing your posts. In any case
    I’ll be subscribing to your blog and I hope you write again soon!

  11. garuda di dadaku…semoga memberi semangat anak berbakat kita untuk rajin latihan, biar persepakbolaan kita tambah maju ya πŸ™‚

  12. Belum nonton…
    dasar spoiler.Tapi tetap aku akan nonton, bukan lagi dibarisan depan..tapi sekalian di depan layar, gelar tiker, sambil makan kacang rebus.
    Biar semakin berasa Indonesia nya..hahahaha

  13. cuma nonton dari cuplikan aja.

    dan sekiranya nonton nanti, yang timbul bukan masalah nasionalisme, karena ketutup sama lagu yang bernada apuse itu tadi. Mungkin rasa yang timbul adalah jiwa Aremania hehehe. karena lagu itu aslinya adalah punya Arema yang banyak dimodif oleh kalangan suporter di seantero indonesia.

    hmmm tapi ini film model tsubasa kah?? hehehe. Kenapa gak ada yang mengangkat perjuangan anak2 dari Makasar yang membawa garuda dan merah putih untuk bertanding di eropa saat Danone cup yak?? pasti yang nonton lebih merinding lagi hehehe.

    oh semoga saat saya nonton ini film,saya bisa kembali menonton liga indonesia di TV yang sudah setaun ini saya boikot, karena hancur leburnya PSIS….hiks….

    —-so long jacko—–

  14. belum nonton >____<
    kayanya sih filmnya oke banget ya
    pengen nonton $_$

    iya biasanya suka banding2in,
    kalo mau bandingin film itu bandinginnya ke film yang ga mutu sekalian aja (cth : sinetron dubbing, udah sinetron di dubbing pula) biar yg sekarang ditonton jadi bagus v^^v

  15. Hhahahaha…
    aduh jadi ketawa baca komen masganteng itu yg katanya klo habis nonton kcb malah bertasbih “jeleknya jeleknya jeleknya…”

    Saya blum nonton GDD. KCB apalagi. Ga tertarik.
    Klo GGD tertarik sih, tp mungkin nanti deh. Memang klo rame sama anak-2, apalagi abege, yg komentarnya rameeeeeee bgt, jd pusing dengernya. Tp mgkn emg gt kali ya klo nonton film sendiri, apresiasinya lebih kuat.

  16. tapi berani juga tapi film ini saingan sama Transformers (dan hasilnya milih Transformers deh ^^)…

    tertarik juga sih sama film ini … secara udah jarang nonton film anak2,
    tapi tertarik juga sama King (yg kabarnya diprotes sama Komnas Anak ya?) …. mungkin mo nonton salah satu aja sih, yg rame yg mana ya?

    oya soundtracknya keren juga itu Netral ..

  17. Jelek atau bagusnya film tentu ada pesan bagus didalamnya.Seandainyapun ada film berjudul dan berisi tentang “Ranjang bergoyang nyawa melayang” pun ada misi dan hikmah yang bisa dipetik bukan.

    Film-film bertemakan cinta tanah air seyogyanya sering diproduksi,baik film untuk orang dewasa maupun anak-anak.Hal ini penting agar rakyat Indonesia meyakini bahwa negara inilah negara kita yang harus kita cintai,kita banggakan dan kita bela mati-matian.

    Mantap blognya mbak,maju terus.
    Hidup dan Jayalah Indonesiaku.
    Salam dari Surabaya.

  18. udah lama gak nonton pilem indo, agak trauma gara-gara nonton beberapa pilem nyaris selalu ketiduran di tengah-tengah, garing poll πŸ˜†

  19. @yoan: thanks award-nyah. weekend nanti dikerjain deh

    @abdul: dirgahayu!!! salam dari jogja

    @mas stein: wah… besok lagi bawa air aja mas, langsung digebyur biar gak garing
    *komen yg semakin garing*

  20. suka heran sama orang2 yg suka kasih komentar negative dan ngebandingin antara yg 1 dan yg lain. apa dia bisa bikin film yg lebih hebat dari yg udah ada? atau cuma NATO [not action talk only]. biasanya sih tong kosong nyaring bunyinya mbk πŸ˜€

    linda nonton ber2 ponakan yg hobi main bola. seneng liat gaya emir giring bola dari rumah ke lapangan. tp penasaran sama aksi emir di lapangan soale kurang πŸ˜€

    waduh, nonton di urutan paling depan? makasih deh mbk, pengalaman nonton di urutan paling depan pas laskar pelangi. sumpeh deh, langsung pusing selesai nonton πŸ˜€

  21. Akhirnya nonton juga sabtu kemaren.

    Not bad, menghiburlah. Anakku sampai ketawa gak abis2 di dalem studio.
    saya cukup kagum dengan ending nya, jadi tidak terlihat seperti Tsubasa. Tapi keseluruhan jadi mirip Bend it like Beckham πŸ˜€

    yang heran, studio penuh tapi kenapa penonton anak2nya jarang ya?? Jadi sore itu kami berdua seperti alien in New York. dan seperti biasa anak saya punya komen lucu, “aiiih pacaran geh nonton garuda, paleng sire!” πŸ˜€

  22. @linda: mereka belum pernah bikin aja jeng, jadi ndak tau rasanya… πŸ˜‰

    @vanya & bapaknya: bagus kan nak? nanti nonton king-nya bareng ibu ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →

Secret Sender

Malam ini neneknya Vanya menanyakan ke saya, apakah saya mengirim bunga untuk anak saya. Hmmm... sore tadi kita nonton Logan bareng, jadi kayaknya agak aneh kalau saya mengirimkan bunga setelahnya. Kalau ada yang mau saya kirim ke anak saya, adalah makanan. Biar dia nyemil sambil belajar atau baca buku/novel/apapun. Kayak...

Read More →