34 tahun

Hari ini bertambah satu lagi umur saya, yang artinya berkurang 1 tahun jatah saya hidup di muka bumi ini.Terima kasih Gusti Allah yang sudah memberikan 34 tahun yang luar biasa. Keluarga yang penuh kesabaran dan dukungan, anak yang cantik pintar dan sehat, teman-teman dan sahabat yang tidak berhenti menyemangati, lingkungan yang positif, banyak PR di muka bumi yang membuat saya terus berpikir dan berjuang, udara gratis, banyak cinta, kekasih yang hebat, ucapan yang tak terbendung banyaknya di facebook dan twitter,Walaupun seharian belum dapat pelukan langsung karena saya belum ketemu teman di Vienna, tapi ucapan-ucapan di facebook, twitter, email, SMS dan telpon, luar biasa menyentuh dan membuat saya tidak berhenti bersyukur.Sekali lagi, Gusti… matur nuwun untuk 34 tahun yang indah. Dan, karena saya tahu jatah saya berkurang, maka bersiaplah ya Allah, untuk lebih banyak permintaan lagi.Saya akan menjadi sprinter, pembalap dan pemimpi nomer satu di dunia ini.Nuwun

← 05 07 10
vienna landmark →

Author:

Dian Purnomo adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dian lahir 19 Juli 1976 di Salatiga.

  1. happy ulang taon ya bu di….
    semoga panjang umur n mjd umur yg barokah..
    pokokmen dpt yg terbaek d…
    miss u…

  2. ..dan semoga Allah memberikan cahaya Kasih kesabaran dan keikhlasan dan rasa syukur dalam jiwa dan hatimu yg damai..
    dan Rahmat Allah bagi mu sekeluarga..amin..

  3. I may be too late. Still, better then never. Happy birthday yah mbak.. Hope for the best for the years ahead.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →

Secret Sender

Malam ini neneknya Vanya menanyakan ke saya, apakah saya mengirim bunga untuk anak saya. Hmmm... sore tadi kita nonton Logan bareng, jadi kayaknya agak aneh kalau saya mengirimkan bunga setelahnya. Kalau ada yang mau saya kirim ke anak saya, adalah makanan. Biar dia nyemil sambil belajar atau baca buku/novel/apapun. Kayak...

Read More →