Message for President

Jadi Minggu ini judulnya adalah pulang balik ke sekolah-sekolah (baca: SD) untuk mengambil surat-surat dari murid-murid itu, tentang apa yang diharapkan dari presiden yang akan datang.

Β 

Na… namanya juga anak SD jaman sekarang ya neekkk… berharap mereka masih polos kayak jaman tante ini, susah bener kayaknya. Bayangin aja, nulisnya tuh udah panjang kali lebar, terus permintaannya adalah:

  • turunkan harga sembako
  • naikkan BLT
  • harga gas jangan naik terus dong
  • beras jangan mahal-mahal, kata eyangku dia nanti nggak sanggup beli beras kayak jaman dulu lagi

Seru kan? Bayangkan, semoga presiden kita yang akan datang beneran baca harapan-harapan dari murid-murid SD di Jogja ini. Jadi, bukan cuma kita aja Pak Pres, yang pusing mikirin belanjaan. Anak-anak itu juga udah mulai pusing. Eh, apa karena di rumah emaknya pada uring-uringan harga mahal, makanya mereka pada ikut-ikutan ya? Apa karena TV. Ah… taulah!!

Yang jelas, anak-anak itu tidak kehilangan keceriaan mereka kok. Nih Lihat!!

Dan dua pesan favoritku, mb Rini dan Wenda (para pengunjung setia SD-SD itu) adalah:

  • aku nggak mau presiden pendek, daaaannnn
  • aku berharap kapal Malaysia tidak masuk ke Ambalat. Gubrak!!

Nah, ini dia nih, anak yang berharap kapal Malaysia nggak nyangsang ke Ambalat lagi. Namanya Darma. Anak kelas II SD Budi Mulia Dua Seturan.

Nak, semoga kamu nggak termasuk bagian orang yang mudah terprovokasi dan langsung teriak “ganyang-ganyang” itu ya…

← alexa
nilai jodoh dalam pelajaran sekolah →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. tnyata…. anak2 itu g selugu anak2 tempoe doeloe ya….. tp gpp…. baguslah… smoga mreka bnr2 bs jd anak2 yg peduli dg lingkungan sekitar beserta manusianya yach….
    btw message mreka lucu2 jg u anak sumuran mreka….
    wkakakakakak

  2. Anak-anak tetap anak-anak. Tatap matanya selalu bersih dan hatinya putih, tetapi ingat, anak-anak kita saat ini…mata, telinganya telah begitu banyak melihat dan mendengar banyak rupa-rupa informasi.

    Anak-anak tetap anak-anak di tengah “kelupaannya” (mungkin)dengan lagu-lagu nasional, mereka tetap solider dengan teman2nya yang tak selalu makan kenyang, gara-gara sembako mahal. Bahkan di tengah-tengah “kelupaannya” (mungkin) pada teks urutan ke 3 dari Pancasila, mereka pun tetap tak mau kedaulatan Indonesia di usik.

    Ketika asik membaca ungkapan sahabatku Dian ini, tiba-tiba Gatot Kaca melintas di isi kepalaku dan berkata: “Lo…bapaknya kan pengurus partai”.
    Gatot kaca selalu tahu, krn dia ada di tempat yang tak terduga dan menyaksikan segalanya.

    Gatot…gatot…ngaca dulu to Gatot..

    Bagus liputannya, sobat.

  3. Weh, bener-bener nggak nyangka. Anak zaman sekarang. Mungkin karena begitu banyaknya media informasi ya. Jadi hal-hal yang terjadi di seputaran kita pun begitu mudah mereka serap.

  4. wah gembira nya menjadi anak anak ya ?

    hebat itu yang anak anak yang sudah kenaL saLam tiga jari..

    hha. agak nya para caLon rocker tu tante nanti nya.. πŸ˜€

  5. wahh..HAYYBATTT!!!!..
    saluT aq buaT ana2 SD itu mBa,,
    tpi..ad yg usuL gNi ga..

    “bebaskan manohara!!!!!…”
    hiihihih…

  6. Anak skrg memang lbh cerdas klo dibanding sm anak jadul ya… Lebih kreatif & pesannya jg lucu tp mengandung arti πŸ˜€

  7. hehehe.. lucu juga yah.
    pinter2 anak sekarang,,
    mungkin kalo dulu waktu kecil aku disuruh nulis surat buat presiden, isinya minta dibeliin jeruk…
    hehehe πŸ˜€

  8. hahahaaa… wah pesannya lucu-lucu ya.
    yg pesan soal kapal perang masuk ambalat itu, apalagi…. πŸ™‚

    anak2 sekarang emg mulai kritis….

  9. @tuannico: gpp jadi rocker, asal jangan jadi koruptor lah
    @chie: yg usul itu pasti emaknya kebanyaken nonton gosip, hehe
    @orange: kalau anak temenku ditanya, jawabnya, pak presiden adakan pinguin di indonesia dong. haha

  10. Memang sih bagus juga anak2 diarahkan untuk berfikir kritis. Tetapi mudah2an jangan terpleset mengajarkan anak2 politik praktis ya?? Kasihan… πŸ™

  11. oh kemarin juga adikku disuruh nih buat kirim message ke president

    dia mah ga peduli sama sekali hahahah

    udah mau 9 taun dan masih kurang aware :p nanti kali… skarang mah biarkan menikmati masa kecilnya saja deh hehehe

  12. anak-anak yang ceria juga turut peduli akan nasib bangsa ini.. aku salut pada mereka.. foto kedua dari atas juga sangat keren…

  13. beda jauh sama aku dulu, soale dulu media info masih sedikit,klo sekarang anak2 lebih pinter, cenel TV banyak, media bacaan, apalagi internet..(kok keliatane ga enak dibaca ya)

  14. Anak-anak sekarang pinter-pinter dan makin kritis ya ?
    Semoga mereka tidak kehilangan keceriaan masa kanak-2 mereka.

  15. lucu juga ya ngeliat adek-adek ini mereka masih polos dan belum terkontaminasi oleh sifat kotor seperti para koruptor. jangan tiru mereka ya dek…..

  16. jadi ingat pesan jim carrey di MMA : tidak akan ada flubabi kalo babi dirawat dengan baek

  17. hihihi lucu juga.. polos, tapi keinginan mereka yg tulus ……

    gada ada embel2 politik, kekuasaan dll ………..

    pemilu sekarang sendiri, keknya cuman 1 pasangan yg berusaha dekat dengan anak2 dgn jargon “dengarkanlah kebenaran walau dari seorang anak kecil sekalipun”

    ps: bukan kampanye lho mbak ^^

  18. -Kalau poster2nya rinci begitu itu biasanya ada yang ngajari atau menuntunnya.
    -Hal2 yang dituntut sih masih dalam batas kewajaran dan bisa dilaksanakan kok.
    -blog bagus dengan artikel yang menarik dan bermanfaat
    -salam kenal dari Surabaya

  19. Seru juga liat anak SD teriak tentang sembako. berarti mereka bisa merasakan kesulitan orang tuanya.
    semoga presiden terpilih dapat terpanggil hatinya ketika membaca surat-surat ini.

    salam,
    jargus

  20. @P’dhe: anak sekarang pada pinter2… kayaknya malah kita, orang tua yg mesti diajarin sama mereka

    @jargus: amiennn… semoga ya

    @ajengkol: gimana cara kita bisa bantu mereka ya?

    @sukolwor: hore hore hore…

  21. duh anak2 itu kelas berapa ya??

    saya begitu penasarannya karena ketika saya tanya putri saya, kalo tulis surat buat presiden,mau bilang apa?? dia jawab ” aiihh ngapain kirim surat buat presiden, mendingan kirim surat buat Dide” Smiley Face siapa lagi tuh dide?? ternyata vokalisnya hijau daun. duh mak jaaang…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Mangga Indramayu dan Exploitasi Tubuh Perempuan

Apa yang muncul di kepala tentang Indramayu? Mangganya yang enak? Perempuannya yang cantik? Atau keduanya secara bersamaan? Dua tahun lalu, pada saat menyelesaikan tugas akhir kuliah, saya menghabiskan beberapa waktu tinggal di Indramayu untuk mengumpulkan data. Indramayuβ€”satu kabupaten di Jawa Baratβ€”bukan tempat yang asing buat saya. Sebelumnya, bersama OnTrackMedia Indonesia,...

Read More →

Ketika Ibu Melupakanku

Lagi-lagi, di saat beberes lapak, saya menemukan bahwa di sini belum pernah tertulis apapun yang berkaitan dengan novel Ketika Ibu Melupakanku. Novel ini diangkat dari kisah nyata DY Suharya yang ibunya terkena demensia. Menurut yang sudah membaca, mengharu biru dan bikin mewek. Saya sendiri ingat beberapa kali nangis dalam proses...

Read More →

Taj Mahal, Monumen Egois

Lebih dari empat tahun lalu saya mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke India, untuk mengikuti Konferensi Alzheimer se-Asia. Thanks to ALZI for this. Dan seperti halnya India 1st time traveler, pasti akan menjadikan Taj Mahal sebagai salah satu tujuan wajib. Karena waktu yang kami miliki tidak banyak, maka menyewa seorang pemandu...

Read More →

Semalang di Malaysia

Setiap perjalanan selalu meninggalkan bekas yang berbeda. Begitu juga dengan perjalanan saya ke Malaysia beberapa waktu yang lalu. Perjalanan ini sama sekali bukan perjalanan wisata. Kami empat orang di dalam satu tim yang sedang mengemban misi untuk pengambilan gambar untuk video training calon Buruh Migran Indonesia (BMI) dengan tujuan Malaysia....

Read More →

Rahasia Hati

Baru sadar banget bahwa saya belum pernah menulis apapun tentang Rahasia Hati, novel saya yang ke-4, terbit 2012. Maka karena udah agak terlalu lama buat mereview tulisan sendiri, saya browsing dan menemukan beberapa tulisan yang merupakan review atau sinopsis novel itu. Silahkan dibaca sendiri dan... terima kasih sudah menulis tentang...

Read More →

Adik Sampai Tua

Hari itu suasana GOR lain dari biasanya. Ibu-ibu baik hati yang memakai seragam biru berkumpul semua setelah beberapa diantaranya menjemput teman-temanku. Temanku juga datang semua bersama ibu-ibu mereka. Tapi aku tidak melihat si Bapak. Kami menyebutnya bapak karena dia seperti bapak untuk kita semua. Sebetulnya dia itu sama seperti ibu-ibu...

Read More →

Lucky Bastard #4: Lahir di Generasi Musik Terbaik

Sejak kecil saya selalu merasa istimewa. Terserah apa kata orang! Pokoknya saya istimewa :) Well, ain’t we all? Maka untuk membuktikan keistimewaan saya, saya sering menghabiskan waktu untuk mencari apa yang membuat saya istimewa. Dimulailah dengan menanyakan pada Google, what happened on 1976. Maka saya menemukan beberapa kejadian berikut (ini...

Read More →